Refleksi Sejarah
karya Kukuh Samudra, Esais Terbaik LS September
Sebagian besar dari kita mungkin tidak tertarik dengan bahasan tentang sejarah. Sejarah adalah masa lalu, kita Cuma perlu focus tentang hari ini dan masa depan. Namun apakah sejarah hanyalah sebuah dongeng?
Banyak yang tidak sadar bahwa sebetulnya G30S adalah sebuah titik balik sejarah yang sangat menentukan bangsa Indonesia. “Malam Jahanam”, begitu sejarawan Taufik Abdullah sering menyebut, dapat dikatakan merubah 1800 bahkan mungkin 5400 (jika 3600 berarti satu putaran, tidak berubah) “arah gerak” bangsa Indonesia.
Begitulah penguasa memiliki kekuatan untuk menanamkan pengetahuan kepada rakyatnya. Menurut Foucault, “Pengetahuan adalah kekuatan”. Begitulah cara Orde Baru untuk melanggengkan kekuasaan, meskipun informasi/pengetahuan yang disebarkan belum tentu benar. Atau bisa jadi Orde Baru takut kekuasaannya runtuh jika rakyat mengetahui kebenaran, sehingga informasi perlu dibatasi.
Malam 30 September dapat dikatakan sebagai titik peralihan antara orde lama dan orde baru. Orde Lama dengan corak sosialis digantikan oleh Orde Baru dengan corak yang lebih kapitalis. Hal ini ditandai dengan perubahan beberapa undang-undang dan kebijakan secara radikal.
Mari kita tengok UUPA (Undang-Undang Pokok Agraria) yang disahkan pada tahun 1960. Salah satu pasal pada UU tersebut membatasi kepemilkan lahan maksimal 20 Ha. Aturan ini mencegah kaum bermodal agar tidak terlalu berkuasa dalam system produksi. Namun, aturan ini lalu “peti es” kan dengan keluarnya UUPM (Undang-Undang Penanaman Modal) yang membuka lebar arus investasi asing masuk Indonesia.
Tentu masih banyak contoh lain yang secara mencolok menandakan perubahan kebijakan pemerintah akibat peralihan Orde Lama dan Orde Baru, yang terutama disebabkan oleh peristiwa G30S.
Mengetahui sejarah berarti mengetahui masa lalu sepaket dengan kesalahan yang pernah diperbuat bangsa ini. Masa kini adalah buah perbuatan masa lalu. Sedangkan mengetahui sejarah adalah pisau tajam untuk menghadapi masa kini, bahkan masa depan.










