Day 9: write about happiness
Hari ini aku berjalan dengannya, seorang teman lama. Berangkat sejak pagi dari desa. Kami menyusuri jalanan di sudut kota. Beriringan berdua. Memasuki satu persatu pertokoan. Saling menemukan beberapa barang yang kami butuhkan. Sambil bercanda dan menyoal berbagai peristiwa. Lucunya, kami malah saling tertawa. Menyoal masa depan yang belum tahu arang lajurnya. Bagaimana esok kami akan hidup dengan sang belahan jiwa dan buah hati kesayangan. Dengan menyandang istri orang, apakah kelak kami masih bisa terus berjalan berduaan. Haha, lucu sekali memang bayangan. Tepat sesaat setelah kami istirahat, lewat mas-mas yang dengan enaknya menjilat es potong rasa cokelat. Ia membangkitkan lamunan. Membawa kami pada ingatan kelam. Saat kami duduk di bangku sekolah dasar, tak ada beban, hanya belajar dan bercanda. Sambil menikmati es potong rasa ketan, kami ukir kembali kenangan lama.Tentang masa lalu yang sungguh indahnya membayang. Wah, ternyata bahagia memang sederhana. Asal manusia bisa peka dengan yang di depan mata.











