Main (Virtual) ke Surabaya
Awalnya judulnya mau ku buat “Akhirnya Main ke Surabaya” tapi nanti ada yang mencak-mencak karena sekedar baca judulnya, kurang lebih seperti ini responnya:
“LHO SIK CORONA KOK MALAH DOLAN?!!!1!!”
“Lhah perasaan wingi koar-koar pencegahan COVID-19?”
Akhirnya aku memutuskan untuk mengganti judulnya seperti demikian, biar aman dan tidak dihujat netizen hehehehe.
So here we go...
Berawal dari Instagram Story si Rika, aku mendapatkan informasi menarik, khususnya dalam mengobati kerinduan pada Surabaya. Apakah itu? Jadi House of Sampoerna yang terkenal dengan Surabaya Heritage Track-nya atau lebih mudahnya mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Surabaya menggunakan bus, mengadakan tur virtual Surabaya Heritage Track (SHT) saat ini, untuk info lebih jelasnya berikut saya lampirkan dokumen berikut (halah kayak ngisi body email loker)
Jadi selama kurun waktu 12 Juni - 11 Juli 2020, mereka mengadakan tur virtual dan jadwalnya tiap hari Jum’at dan Sabtu, dengan tema yang berbeda. Kalau baca “Rute baru gaes” di foto tersebut, artinya mereka mungkin sudah mengadakan tur virtual dengan tema yang berbeda, cuma ya aku saja yang so yeseterday hehehe.
“Surabaya Kampung Metropolitan” menjadi tur pertama yang ku ikuti. Selama 1 jam 30 menit, aku dan peserta lainnya menyimak segala macam hal yang dijelaskan oleh tour guide-nya. Kami pun juga dibebaskan untuk bertanya, pun juga dari pihak tour guide-nya terkadang memancing adanya komunikasi di antara kami dengan mengajukan pertanyaan pada peserta. Banyak informasi sekaligus ilmu yang aku dapatkan sih..terbukti dengan banyaknya kata “Oalah..” dan kepalaku yang manthuk-manthuk selama tur berlangsung. Pun juga rasa penasaranku terhadap bangunan di dekat BG Junction (ini ya kalau yang biasanya mau ke Stasiun Pasar Turi, pasti tahu ada bangunan dengan dinding yang nampak kokoh tak tertandingi, semacam benteng begitulah aku menyebutnya, dulu) yang rupanya dulunya merupakan penjara, Koblen, namanya.
Minggu berikutnya, aku mengikuti tur yang kedua dengan tema “Surabaya Kota Pelabuhan”. Sebenarnya dua tema tersebut saling berkaitan, mungkin itulah sebabnya dua tema tersebut dijadikan dalam satu rute. Dibandingkan dengan minggu sebelumnya, peserta yang ikut hanya sedikit jadi ya rasanya sedikit “Krik..krik”. Tema yang ini sama halnya dengan yang sebelumnya, sama-sama membuatku heboh sendiri, seperti:
“Oalaaaah”
“Lho iki saiki dadi iku kan...”
“Oh ning kono.. sok mben lek COVID-19 wes buyar, merono ah..”
Memang tur ini tidak se-seru ketika benar-benar tur seperti sebelumnya, duduk di dalam bus, turun dan jalan menuju tempat tujuan, ataupun foto sana-sini, tapi aku tetap menikmatinya kok. Oh iya bagi kalian yang berminat bisa daftar melalui link yang tertulis di gambar atas tadi, mumpung tema-nya masih tentang itu.. (karena menurutku nanti setelah 11 Juli akan ada tema atau rute baru lagi), oh iya kalau ikutan tur nya sebaiknya jangan kelihatan sak onokke karena di akhir tur akan ada semacam foto bersama, jadi ya kalau yang mau wajahnya nampang, rapikan rambutmu, jilbabmu, usap belek di ujung matamu hehehe (apaan sih). Kalau nggak mau ketinggalan info soal House of Sampoerna bisa banget mengunjungi website nya di sini
BONUS (Meskipun kamu nggak butuh bonus, tetep tak kasih bonus foto)
Diambil jauh sebelum pandemi COVID-19, Agustus 2018 lebih tepatnya. Waktu itu kebetulan tema tur nya adalah “Surabaya Kota Industri”, jadinya aku diajak ke PT. Boma Bisa Industri (BBI) dan tur lebih detil di House of Sampoerna-nya sendiri.
Buuuk...tumbaaaas...
Hayooo ada yang merasa tidak asing dengan salah satu bungkus korek api tersebut? Kalau ada, fix kita seumuran hahahah (apasih Bil)
Nah, ini dia bus SHT-nya! Menarik bukan?














