seen from Greece
seen from United Kingdom
seen from Sweden

seen from Australia

seen from Sweden

seen from Germany

seen from Australia
seen from United States
seen from China

seen from Australia
seen from Australia
seen from United Kingdom

seen from Australia

seen from Australia

seen from Australia

seen from Australia
seen from United States
seen from Australia
seen from Australia

seen from Sweden
Trimester Kedua (Bagian 2): Liburan Singkat di Spiez
Trimester Kedua (Bagian 2): Liburan Singkat di Spiez
Salah satu isi checklist trimester kedua saya adalah pergi berlibur. Sayangnya karena saat itu pandemi Covid-19, saya ngga bisa berlibur yang jauh. Untungnya waktu saya memasuki trimester kedua, gelombang Covid-19 (yang pertama waktu itu) di Swiss sudah agak menurun, sehingga saya lumayn berani untuk berjalan-jalan di dalam negeri Swiss. Kriteria liburan saya waktu itu adalah lokasi yang ada…
View On WordPress
Apa mimpimu?
Misal kamu jawab Sutradara Handal atau writertravel atau writerpreuner, pengusaha yang bisa punya yayasan panti sosial, dll.
Tolong jangan mengatakan dalam hati lo atau ragu "Ah tapi tidak mungkin" atau "Gue ini siapa berani mimpi itu?"
Halo woi kita sama, manusia bumi. Namun apa kita gak boleh bermimpi itu?
Just try new things. Don't be afraid. Step out of your comfort zones and soar, all right? dari sekian quote kece yang saya coba cari untuk representatif photo ini, kata-kata michelle obama yang jadi pilihan. Kalau kata rinso berani kotor itu baik, kali ini saya bilang berani mencoba itu baik :)
Ceritanya dari Bang Wawan (salah satu senior saya di Ikapema Malang) memperkenalkan saya dengan komunitas tabungan akhirat. awalnya cuman sekadar ber oh..oh, lalu ntah kerandoman apa ngobrol sama rani haha padahal kita ngobrol masalah pasangan (gak ngenes sih tapi tetap aja ada heran aja teman-teman udah pada nikah kita masih asyik sendiri, Allah pasti punya rencana yang amat sangat berarti untuk saya dan Rani), lalu saat itu kami sampai pada kesimpulan kalau mungkin kami kurang membuka diri dan bertemu orang.
niatnya yang agak ngawur memang wkwk tapi akhirnya diimbangi dengan pikiran gak ada ruginya nambah pengalaman dan kalau jadi tabungan pahala kenapa gak, akhirnya walau Bang Wawan udah bilang kalau beliau gak bakal ikut ke Pulau Air Raja dan Rani gak bakal dapat izin nyebrang saya tetap ngontak Pak Yoyok yang ada di CP Komunitas Tabungan Akhirat dan langsung mendaftarkan diri, setor uang kas dan uang keberangkatan.
Oh ya sedikit cerita komunitas tabungan akhirat ini inti konsepnya adalah melakukan kegiatan bermanfaat secara bersama yang harapannya memperoleh pahala yang bisa jadi tabungan di akhirat kelak (wkwkw penjelasan yang cuman perpanjangan dari nama, maklum baru ikut), komunitas ini udah dikelola kurang lebih selama 7 tahun. Dari namanya seharusnya udah ditebak kalau nuansanya sosial basis religius.
Dan akhirnya muncullah saya yang paling mencolok dengan celana aladin, sendal gunung, baju dan jilbab toska terang wkwkw :’) serius teduh banget liat mbak-mbak berabaya tertutup dan berniqab. Sempat ngerasa salah gabung nih wkwk tapi sambutan yang hangat dan seiring aktivitas saya justru malah bersyukur banget tetap bangun pagi dan bela2in minta antar bapak mama ke pelabuhan, mereka sampai heran “beneran gak ada yang kenal, yakin berangkat”.. pernyataan mama lebih ngawur lagi, “mau ngerintis jadi anggota dewan dia”.
Kesimpulan : mungkin ketika kamu gabung kesuatu hal yang baru, hal yang pertama kamu buang adalah kamu berbeda, coba aja ngeblend (saya juga masih belajar nih), hapus semua stigma jelek yang ada. mungkin kamu ketika berada disuatu organisasi ada masa aduh nih kegiatan gak jelas banget cuman ngumpul-ngumpul ngobrol dll (asal gak ngomongin orang), tapi percayalah itu lebih baik daripada kamu dikamar sendirian, iya kalau zikir atau ibadah nah kalau bengong atau negbucin. Dua dari sekian keuntungan ikut komunitas/organisasi yang kamu dapat lebih berharga dari uang : pertemuan dan pengalaman :)
Selamat Berkumpul
Sebaik-baik perencana
Manusia ialah sebaik-baik perencana dan Allah ialah sebaik-baik penentu perkara. Maka belum tentu apa yang kita inginkan selalu menjadi kenyataan, juga kenyataan yang didapat belum tentu sumber kebahagiaan. Manusia boleh berencana dengan seribu cara agar menuai bahagia, tetap Allah menjadi muara kemana keputusan akan dibawa. Satu lagi, apa yang kita rencanakan belum tentu baik untuk kita, maka Allah mea yang terbaik diantaranya.
Sepengal kisah saya alami beberapa hari ini. Saya telah membuat itinarery (rencana perjalanan) ala-ala backpaker gitu. Saya merencanakan untuk mengunjungi beberapa kota seperti jakarta - surabaya - kutoarjo - solo - yogyakarta - solo selama 11 hari. Namun akhirnya karna berbagai hal, kunjungan saya bertambah ke kota bandung (kata orang geulis-geulis pisan euy) dan lama perjalanan selama 10 hari. Meski belum tau apa hikmah yang terkandung, namun saya meyakini ada keputusan yang baik dari Allah SWT. Maka nyiurkan rencana pada setiap bait doa agar keputusan yang terurai dari Allah lebih baik dari yang diinginkan
Ceritanya Jalan- Jalan
Jalan- jalan apa yang paling asik???? Jalan- jalan gratis lah pastinya, Hahaha, Apalagi kalau rame- rame, Ya tambah asik
Buat kalian yang low budget tapi masih pengen jalan-jalan, Surabaya Heritage Track bisa menjadi pilihan yang yang tepat. Bertempat di House of Sampoerna, Surabaya Heritage Track menawarkan jalan- jalan gratis ke beberapa tempat di Surabaya dengan ditemani pemandu wisata yang akan menjelaskan tentang sejarah tempat yang dikunjungi.
Nah, kebetulan libur Nyepi kemarin, kami ( Aku, Lara, Ridya, Fitary, Luna, Lidya, Mitul dan Mas Avis) berkesempatan mengikuti Surabaya Heritage Track. Yeeee
Berangkat dengan Uber dari Rumah Lara, kami berkumpul di House Of Sampoerna untuk memesan tiket. Tiket Surabaya Heritage Track ( seterusnya akan disingkat SHT) ini sebenarnya bisa dipesan melalui telepon, namun karena tiket via telepon pada hari itu sudah penuh, kami terpaksa harus antri untuk reservasi. Sayangnya reservasi untuk tur jam 9 hanya bisa dipesan maksimal 5 orang, jadi kami sepakat memesan tur untuk jam 1.
Karena kami masih punya waktu sekitar 4 jam, kamipun memutuskan jalan- jalan dulu ke Tugu Pahlawan.
Tugu Pahlawan Surabaya
Disini kami lebih banyak menghabiskan waktu untuk berfoto, apalagi waktu masih sekitar pukul 9 pagi, jadi masih belum terlalu panas. Berikut ini adalah beberapa foto yang diambil di Tugu Pahlawan :
ATAOE
PEACE MAN
Ijinkan aku menggapaimu
Yang unik dari tugu pahlawan adalah, karena bagian bawahnya seperti seluncuran, banyak sekali anak-anak yang bermain disitu. Dan kebetulan Lidyapun tidak mau kalah dengan mereka.
Setelah itu kami mengunjungi Museum Sepuluh Nopember yang berada di belakang Tugu Pahlawan. Untuk masuk ke museum ini cukup tunjukan kartu pelajar atau kartu mahasiswa, maka kamu akan boleh masuk museum ini secara gratis, namun bagi yang tidak membawa dikenakan tiket masuk sebesar 5000 rupiah.
Di Museum ini terdapat diorama- diorama yang berkaitan dengan peristiwa 10 Nopember, selain itu juga ada peralatan perang, perban, kamera, uang jaman dahulu, bahkan ada ruang audio visual yang akan memutar film dokumenter peristiwa 10 Nopember. Berikut adalah beberapa fotonya :
Depan Museum Sepuluh Nopember
Setiap barang yang dipajang selalu dilapisi kaca dan cahaya lampu
Salah satu diorama yang menurutku lucu. Merdeka
Maju Tak Gentar
Ratu Buaya Putih, wkwkwk
Kebetulan, berkunjung ke Museum ini, mengingatkanku pada cerita Guru Olahraga SDku. Beliau pernah mengatakan, bahwa rahasia Arek- arek Surabaya bisa menang melawan melawan sekutu adalah tletong sapi (kotoran sapi). Jadi sebelum berperang, arek-arek Surabaya terlebih dulu mencelupkan ujung bambu runcing ke kotoran sapi tersebut. Dan ketika ada pasukan sekutu yang terluka akibat bambu runcing tersebut mereka akan gila, karena kotoran sapi tersebut akan bercampur dengan darah dan merusak otak mereka. Wkwkwk.
Setalah melihat isi museum ini, kami makan sebentar di kantin yang letaknya tidak jauh dari dari Museum. Dengan harga yang murah meriah, rasa lapar yang kami pendampun berhasil dituntaskan.
Selanjutnya kami memutuskan untuk kembali ke House of Sampurna untuk SHT. Tapi aku tidak akan menuliskan perjalanan SHT, karena kupikir ini sudah terlalu panjang. Untuk cerita yang lebih jauh silahkan baca di postingan teman-teman saya wkwkwk.
Sekedar informasi saja, untuk jalan-jalan ini aku hanya menghabiskan uang sekitar 26 ribu, murah bukan. Ini sudah termasuk PP naik uber, Makan dan Minum. Hehehe
Selain murah, kita juga juga untuk diajak lebih mengenal seperti apa Surabaya dulu,perjuangan setelah kemerdekaan, dan juga peninggalannya. Jadi kita lebih bisa merasakan bagaimana perjuangan pendahulu kita dalam mempertahankan kemerdekaan. Kebebasan yang kita peroleh saat ini adalah hasil perjuangan mereka. Jadi JASMERAH. MERDEKA!!!!
Jalan-jalan jumpa rumput kucing
Salam pagi, salamhari pekerja cuti panjang, pagi ni kin jalan jalan brisk walk, tersua dengan rumput helikopter. Yang juga sinonim dengan nama rumput kucing. Kadang-kadang kita ternampak kucing duduk di atas rumput dan mengunyah-ngunyah rumput ni. Kenapa ye? Kucing yang makannya daging ikan tiba tiba makan rumput ni? Masa min zaman budah budak dulu kin bertanya pada moyang min…
View On WordPress
Jalan-jalan ke Kota Tua bersama mama