Aroma Tungku Hal yang menarik dalam sebuah perjalanan adalah saat dimana boleh melihat dengan bebas seizin si empunya kawasan secara bebas tetapi sopan. Saya main ke dapur rumah Keluarga Pak Sarjono yang dijadikan sebagai salah satu tempat memasak kelompok ibu-ibu di Desa Wisata Pulesari. Dapurnya biasa saja, isi di dalam pun tergolong biasa. Yang menjadikannya istimewa untuk saya, didalamnya kita bebas bercerita dengan ibu-ibu berbagai usia. Wajah-wajah desa yang tulus dengan senyum khas. Saya berbincang dengan mereka di dapur sederhana. Hal lainnya, alat memasak yang serupa dengan dapur rumah saya. Yang berbeda, mereka memasak menggunakan tungku. Kayu bakar memerah dibawah panci dan wajan yang sedang berisi aneka masakan berupa lauk yang akan dihidangkan bagi para tamu yang berkunjung dan menginap di desa tersebut. Masakan rumahan yang sederhana. Enak. Bau asap? Iya! Aroma tungku yang tidak seperti gas di rumah? Ooo.. tentu! Lalu apalagi? Ternyata, arang bekas kayu bakarnya tidak akan dibuang begitu saja, tetapi akan digunakan sebagai pupuk untuk menyuburkan tanah yang ditumbuhi subur oleh salak. Disana, salak memang merupakan tanaman dan penghasilan pokok bagi kehidupan penduduknya. Jadi berasa di rumah neneklah... damai.. . . . . Lokasi: @wisatasleman #desawisatapulesari . . . . #ceritaejie #desawisata #desapulesari #tungku #travel #exploresleman #sleman #indonesia