Bisakah aku mengatakan "aku baik-baik saja" untuk semua tanya tentang aku yang masih sendirian?
Mereka terlalu mengkhawatirkan kesendirian gadis 30an yang nyatanya tak masalah dengan status yang sedang Allah sandangkan. Mungkin mereka memikirkan masa depan, tentang kemungkinan mendapat keturunan, tentang masa tua yang kesepian.
Sungguh itu terlalu jauh untuk digelisahkan.
Mungkin kegelisahan yang berbedalah yang membuat aku mulai bisa membalas semua tanya dengan senyuman. Sungguh, aku tak lagi gelisah kapan dia akan siap dan memberanikan diri untuk datang. Aku sadar itu bukan suatu yang ada dalam kendaliku. Bahkan untuk menyuruhnya bergegas saja aku tidak bisa, entah siapa namanya.
Yang aku gelisahkan mungkin adalah hati orang tua yang sering dirundung kerinduan. Rindu melihat anaknya berpasangan. Rindu menimang cucu menemani hari-hari yang berjalan.
Yang aku gelisahkan mungkin adalah tentang ketidaksiapanku menyambut kedatangannya dengan pantas, sedang aku masih direpotkan dengan urusan hati yang tak berkesudahan.
Yang aku gelisahkan mungkin adalah ... Terlalu takut salah menentukan pilihan. Sedang yang kuharap adalah pernikahan sekali seumur hidup hingga surga kembali mempertemukan.
Hah, ternyata aku masih banyak menyimpan kegelisahan ya.
Apa itu artinya aku tidak baik-baik saja?
Page 24/366_Batusangkar, 18022024