Tahun 2016 kemarin bisa dibilang terlewati dengan cepat. Memulai tahun 2016 dengan semangat baru untuk melanjutkan penelitian dan berharap penelitian bisa selesai di 2 bulan pertama.
Tapi ternyata tidak sesuai harapan, kendala penelitian tetap muncul. Masih kontam kontam juga sampelnya, padahal uda semangat-semangatnya memulai lagi perjuangan penelitian. Dalam hati terus dag dig dug, bertanya-tanya bisa ga penelitian ini selesai, akan gimana akhirnya nanti, bisa ga kelar semester ini dan pertanyaan-pertanyaan lain. Nyesek rasanya waktu hasilnya belom membaik, tapi tetap berharap juga dalam hati, tetap berusaha, dan mencoba terus mencoba. Belom lagi ketika masuk lab, teman-teman dan adik-adik yang tahun kemarin masuk lab bareng, uda pada kelar penelitiannya. Tinggal lah sendiri menyepi jadi penghuni lab (halah). Tapi dalam semua itu, Tuhan tetap ngasi semangat. Jadi termotivasi untuk terus berusaha, mencoba mencari di mana tahap yang kurang benar. Meski kadang kecewa karena hasil tak kunjung baik, tapi syukurnya semangat itu terus ada di dalam hati kecil, supaya ga nyerah untuk terus coba, karena dalam hati aku tetap percaya pasti Tuhan tolong kalau mau berusaha, sambil terus minta petunjuk Tuhan dan menanti pertolongan Nya.
Daaaan, setelah beberapa kali ulang, sampel tidak kontam, tapi know what, sekarang masalah yang lain muncul, karena satu lain hal yang di luar prediksi, singkat cerita sampelnya tidak cukup sodara-sodara. Padahal pengamatan sudah dilakukan berbulan-bulan. Kalau ngulang lagi berarti harus nunggu beberapa bulan lagi T.T. Lemes, jantung terasa jatuh sejatuh-jatuhnya sampe ke dasar bumi ngebayangin itu (maap lebai). Tapi dengan hati yang ikhlas, saya pasrah kalau harus disuruh mengulang, saya kuatkan dan mantapkan hati, untuk tetap semangat kalau harus disuruh mengulang. Kalau memang itu kata Tuhan, berarti yah emang harus ngulang. Sepertinya ga bisa kelar tahun ini deh.
Dengan hati dag dig dug, saya memberanikan diri menghadap dosbing 1, untuk melaporkan hasil. Saya sudah pasrah kalau disuruh buat sampel baru. Tapi ternyata, di saat kita uda pasrah berserah, di situ Tuhan buka jalan. Si ibu berpendapat penelitian tidak usah diulang, dibatasi sampai sampel yang ada saja (meski berarti ada target yang tidak terpenuhi), dibahas apa yang ada saja. Huaaaaa, dalam hati rasanya tidak percaya atas saran si ibu. Dalam hati bersyukur banget, senengggg beut, plus terharu juga, campur campur lah. Kemudian dosbing 2 juga ternyata setuju saja jika penelitian tidak perlu diulang. Awalnya khawatir si ibu dosbing 2 akan kecewa dan minta ulang (karena beliau yang punya proyek). Tapi ternyata penjelasan dari beliau tentang kemana arah pembahasan hasil penelitian sungguh bijak (karena ada beberapa tujuan awal yang tidak terpenuhi). Jadi makin kagum ama Bu Prof satu ini. Ahh, sungguh baik-baik sekali ibu ibu ini. Tuhan bisa pakai siapa saja dan cara apa saja untuk menolong dan memberi jalan keluar.
Setelah mendapat persetujuan dari dosen untuk tidak mengulang penelitian, semangat untuk segera menyelesaikan studi kembali timbul. Batas semester agar tidak perlu membayar uang kuliah lagi adalah bulan Agustus. Harap harap cemas tetap timbul dalam hati, bisa ga selesai tepat waktu supaya tidak perlu nambah semester dan bayar uang kuliah (jatah beasiswa sudah habis jadi kelebihan waktu biayanya tanggung sendiri). Karena setelah tahapan penelitian selesai, masih ada rangkaian prosedur yang harus dilewati. Topik khusus 1, topik khusus 2 (makalah seminar), sidkom 2, sidkom 3, publikasi, nulis tesis tentu saja, dan akhirnya siding tesis.
Oke fine, sambil terus ngelanjutin sisa penelitian, sambil ngelab sambil ngerjain topik khusus, baca deh tuh jurnal ampe mata jereng-jereng. Pasang kacamata kuda, sambil memacu diri sendiri, ayooo eci fokus fokus, pasti bisa. Di masa ini rasanya pengen banget menyepi ke kuburan biar hening sentosa supaya fokus, ehhh lebaii hihi. Tepat waktu atau tidak, yang penting disegerakan lulusnya. Kalau mikirin target kecapai apa nggak yang ada jadi ga tenang sendiri dalam hati. Di saat saat gini, stok korea korea an terpaksa harus dikurangi, hiksss harus pisah bentar dari koleksi koleksi terbaru drama korea.
Waktu ga kerasa uda berlalu, tapi yang uda dikerjain kok ga banyak banyak amat yah, masih banyak yang belom selese, duhh. Batas waktu semakin mepet. Untuk mahasiswa pasca, syarat supaya tidak kena bayaran semester adalah sidang paling lambat bulan agustus (tidak seperti S1 dimana syaratnya harus keluar SKL). Syarat sidang harus ada keterangan publikasi jurnal dan harus sudah seminar. Syarat seminar harus masuk nilai topik khusus dan harus uda selesai makalah seminar. Berbie semakin lelah, mepet banget rasanya ga bisa nafas , keburu-buru dan ngerasa jadi ga mateng persiapannya. Banyak banget yang mau dikerjain. Belum lagi mikirin publikasi yang kabarnya butuh waktu lama direspon, terus nulis tesis juga. Pikiran uda campur aduk dan deg-deg an.