Rindu yang tak terbalaskan
terimakasih, atas semua penghargaanmu terhadapku,
kuhargai itu semua sebagai tanda sayangmu terhadapku, sanjunganmu terhadapku membuatku takkan berhenti terhadapmu, meski ini semua mungkin masih mejadi angan-angan diantara kita
,,,,,
terimakasih, atas semua pengertianmu padaku,
aku pun ingin bisa mengerti dirimu, akupun ingin bisa memahami dirimu, tapi kumohon, jangan paksakan kehendakmu terhadap dirimu sendiri, kehendakmu tuk terus mengerti diriku,
,,,,,
terimakasih, atas semua yang pernah kau lakukan bersamaku
kita tak pernah tau, apakah semua itu akan terulang... atau hanya menjadi sebuah kenangan indah yang akan terus diingat? ketakutan dan keraguan terus melanda fikiranku, entah kapan itu semua melahap seluruh fikiranku, sampai tak tersisa harapan sedikit pun tentang “sejarah” yang akan terulang, terulang sesuai dengan harapan, entah lah,
,,,,,
terimakasih, atas canda tawa yang kita lakukan bersama,
senyummu, senyumku juga, tawamu, tawaku pula, bahagiamu, bahagiaku juga, ku akan selalu beranggapan seperti itu, walau memang terkadang semua itu hanya kemauan hatiku tanpa memikirkan ragaku, tak masalah, itu kebahagiaan untukku,
,,,,,
terimakasih, atas segala yang kau berikan padaku,
senyummu, tawamu, genggamanmu, air matamu, pelukanmu, sampai kecupan darimu, semua itu lah yang bisa membuatku sangat tersanjung darimu, karna ku tau, semua itulah yang bisa kau lakukan untukku
,,,,,
terimakasih, atas perjalanan “rumit” yang sudah kita lalui bersama
rumit, sungguh rumit akan apa yang pernah kita jalani bersama, semua itu tertampak dari apa yang sudah kita rasakan bersama, kuharap ini bukan hanya di fikiranku seorang diri,
,,,,,
terimakasih, atas semua kepercayaanmu kepadaku,
ku tak akan menyia-nyiakan kepercayaanmu padaku, walau terkadang semua ini sulit untuk di percaya, tapi ini lah yang terjadi, kau dan aku berharap menjadi satu kesatuan yang takkan pernah terpisahkan,
berharap? tak apa, teruslah berharap, walau semua itu hal yang masih semu, :’
,,,,,
.....
semua ini seakan menyiksa secara perlaha, tenggelam entah kemana arahnya, terkubur jauh didalam hati, yang tak bisa di gali seorang diri, kubutuh seorang yang bisa membantu, yang memang dirinya sudah berada disana,
kau tau bahwa aku sangat mencintaimu, dan mungkin sebaliknya, kita merasakan hal yang sama, kau dan aku terikat di tali yang sama, tali yang takkan pernah mau kita lepaskan ikatanya, sampai pada waktunya itu dilepaskan, entah itu secara paksa? atau apapun caranya,
jika kau bertanya, ada apa dengan diriku, akan kujawab, “aku baik,,,”
jika kau bertanya, mengapa aku lakukan semua ini, akan kujawab, “karna ku sayang padamu,,,”
jika kau bertanya padaku, apa yang sedang aku pikirkan, akan kujawab, “dirimu,,,”
,,,,,
ku ingin tanyakan satu hal padamu, mungkin tak disini, tapi yang pasti akan ku beritahu dirimu,
untukmu, yang tercinta, Angganararas












