[Friting Tips] Membuat Tulisan Bergizi dari Non-Fiksi
Non-fiksi adalah genre yang yang membuat kita bisa menikmati bacaan tanpa perlu banyak berimajinasi. Rata-rata non-fiksi memang ditulis dengan rangkaian fakta dan juga tanpa adanya konflik. Jenis tulisan non-fiksi juga bermacam-macam contohnya dari biografi, otobiografi, esai, opini, artikel berita dan lain-lain. Meski tidak membutuhkan tokoh dan juga alur cerita yang berganti-ganti seperti pada fiksi, menulis non-fiksi juga membutuhkan strategi yang tepat agar pembaca dapat tetap menikmati hingga akhir.
Menulis buku non-fiksi juga membuka kesempatan yang baik untuk penulis genre apapun. Karena di dalam non-fiksi kamu tidak perlu belajar memahami karkater tokoh yang kamu tulis, kamu cukup belajar untuk mengolah data serta membuat tulisan bergizi yang dibutuhkan banyak orang. Saat ini sudah cukup sering kita temui jajaran buku best seller yang justru dipenuhi dari rak buku non-fiksi. Tulisan bertema how-to dan juga motivasi selalu dicari pembaca. Jika kamu ahli dalam satu bidang tertentu, juga bisa saja dituliskan dalam bentuk buku.
5 hal yang harus diperhatikan agar tulisan non-fiksimu menjadi tulisan yang bergizi dan enak dibaca:
1. Miliki unsur utama 5W+1H
Sebuah tulisan non-fiksi yang baik harus memiliki unsur what, where, why, whom, when, dan how. Dasar tersebut sudah menjadi sebuah pondasi penting untuk tulisan non-fiksi terutama di bidang penulisan berita dan juga liputan. Jika tidak mencakup semua bagian tersebut, tulisan non-fiksi bisa diragukan kevalidannya.
2. Gunakan data yang akurat
Jika kamu ingin menulis esai dan opini misalnya, tetap dibutuhkan data akurat yang bisa mendukung pendapat yang kamu tuliskan. Misalnya kamu mengkritik sistem pendidikan Indonesia yang dinilai kurang maju dibanding negara lain dalam sebuah tulisan opini, maka kamu harus mencari data-data penting berupa tabel, grafik atau referensi dokumen yang bisa dipertanggungjawabkan. Jika data yang kamu tulis tidak akurat atau berasal dari media hoax, maka hal ini bisa menyesatkan pembaca. Tulisanmu akan memancing kritik dari banyak orang kalauberani mengkritik tanpa dasar argumen yang kuat.
3. Tentukan target pembaca
Tentukan terget pembaca yang ingin kamu jadikan pilihan dan juga sesuaikan dengan jenis tulisan yang kamu buat. Contohnya jika kamu ingin menulis artikel opini di media massa nasional, maka gunakan gaya bahasa formal dan disertai bukti-bukti yang ilmiah. Berbeda halnya jika kamu ingin menulis artikel lifestyle di website anak muda maka gunakanlah bahasa yang santai serta tidak kaku. Sering membaca berbagai jenis tulisan non-fiksi yang berbeda akan menambah perbendaharaan kata serta mengetahui gaya bahasa yang sesuai dengan dirimu. Namun yang paling disukai oleh pembaca biasanya tulisan non-fiksi yang bahasanya mengalir dan tidak terkesan menggurui.
4. Buat bagian naskah selengkap mungkin
Susun tulisan atau buku non-fiksimu serapi mungkin. Jangan lupa untuk membuat catatan kaki jika banyak menggunakan istilah asing. Sebutkan juga sumber data dan tabel yang kamu sebutkan sebagai bentuk pendukung. Dalam tulisan jurnal ilmiah biasanya akan ditulis secara rinci daftar pustaka yang dijadikan sumber.
5. Lakukan editing dengan cermat
Seperti halnya tulisan fiksi, kamu juga harus melakukan proses editing dengan cermat. Tulisan dengan gaya bahasa yang asyik dan informatif akan menjadi hancur jika banyak typo bertebaran. Cari pembaca draf pertamamu supaya bisa mendapat kritik yang lebih okjektif demi perbaikan tulisan.
Itulah beberapa tips yang bisa kamu perhatikan jika ingin membuat tulisan non-fiksi yang bergizi dan enak dibaca. Jangan lupa untuk tetap menambah bacaan non-fiksi berkualitas sebagai amunisi tulisanmu.
Selamat menulis!
Jumat, 5 Januari 2018
Ditulis oleh: Reffi Seftianti










