Lelah Sekali, Sesekali Lelah
Akhir-akhir ini rasanya badan remuk redam.
Kaki pegal linu sepanjang hari, punggung nyeri dan ditambah nafas yang sering ngos-ngosan. Kondisi lelah yang berujung pada 'penelantaran' bayi. Karena lelah, jadilah waktu main bersama si abang menjadi kurang berkualitas. Saya jadi lebih sering hanya duduk diam mengamati Habibi yang sibuk membanting-banting perkakasnya sembari diselingi dengan menyusui adek.
Mungkin memang sedang sangat lelah... ditambah lagi panasnya suhu udara... jadilah ibu gampang naik darah..
Seharian beres-beres rumah dan menuntaskan segala kekacauan yang dibuat para lelaki, ditambah Naufal yang maunya nenen dengan berbagai posisi dalam satu kali sesi nenen (sebentar duduk, lalu berdiri, kemudian rebahan... atau sebalik-baliknya) yang membuat ibu harus duduk lalu rebahan dan tiba-tiba berdiri... kondisi yang betul-betul membuat encok pegel linu 😣; belum lagi kalau si abang sedang rewel minta gendong saat adeknya bobok, plus abang yang begitu senangnya membanjiri lantai dengan sisa susu di botolnya yang tentu saja disambut suka cita oleh para koloni semut dan disambut deru nafas yang membucah oleh ibu .. makan pun jadi sering terlewatkan karena tak ada yang bisa dimakan... tak punya waktu memasak dan tak bisa beli makan siap saji karena tak ada budget... akhirnya, mengganjal perut dengan tegukan air putih...
lalu malamnya saya harus berkutat dengan anak-anak tetangga yang minta 'ditemani' belajar.. anak-anak sd dengan berbagai tingkatan yang semuanya punya mulut dan bisa bergerak...anak-anak orang yang seringkali membuat saya harus mematikan 'kompor' yang siap meledak.. dan setelah mengurus anak orang, masih ada lagi PR yang harus dikerjakan... urusan cuci-cuci, lipat-lipat, & kora-kora... sungguh semakin menyempurnakan kelelahan dalam satu hari.
Setelah semua selesai, inginnya tidur saja sampai fajar menyingsing... tapi mau dikatakan apalagi... saya punya bayi... dua bayi.. dua-duanya tetap minta dikasih makan sepanjang malam... dan tetep ada sesi nenen dengan berbagai gaya..
Ya Allah, saking lelahnya... saya cuma bisa bersimbah air mata. Tak bisa menahan kucuran deras kelenjar di pelupuk mata, menangis pasrah.
Boleh bukan jika sesekali saya mengeluh, Tuhan...