(via GIPHY)
seen from Türkiye
seen from China
seen from China
seen from Poland
seen from Switzerland
seen from United States

seen from Poland
seen from China
seen from Türkiye
seen from Iraq
seen from China
seen from Russia

seen from Russia
seen from Sweden

seen from Malaysia

seen from Russia
seen from United States
seen from Italy
seen from Russia
seen from Sweden
(via GIPHY)
(via GIPHY)
Tuhan tuh adil, cuman lo aja yang banyak mau🙏
Mukadimah
Seperti keputusan-keputusan penting lainnya dalam hidup saya. Semua berawal saat kulit bokong saya mencium bibir kloset yang lembab dan basah. Iya. Kamar mandi saya bertipe kamar mandi basah, sehingga salah satu hal yang akan saya lakukan saat kaya raya kelak adalah membuat kamar mandi kering untuk mereka ulang adegan sinetron Indosiar yang mengharuskan saya untuk terduduk dan menangis di lantai kamar mandi, tanpa harus membuat bokong saya menyentuh lembabnya lantai.
Baik. Kembali ke bokong yang ciuman tadi. Keputusan saya untuk membuat tumblr dan menulis disini juga datang saat kegiatan merenggangkan otot dubur dan membuat bunyi 'plung'. Sebegitu berartinya boker untuk saya. Saat untuk retrospeksi, menemukan inspirasi, ide-ide baru, kontemplasi, brain-storming, berbagai macam 'Eureka!", dan kegiatan mengasyikan lainnya.
Setiap mendoakan yang baik-baik, tidak pernah lupa saya katakan, "semoga bokernya lancar," bukan hanya karena saya seorang self-claimed boker enthusiast, tapi ingatan masa lalu yang cukup traumatis tentang foto Elvis Presley saat ditemukan meninggal dunia saat terduduk di toilet masih menghantui saya, membuat saya berkali-kali diingatkan tentang kemungkinan buruk saat boker tidak lancar.
Boker bukan hanya menjadi sebuah kebutuhan biologis untuk saya. Boker telah menjadi bagian dari hidup saya, kondisi ter-zen yang bisa saya capai. Andai saya jadi filsuf, saya pasti akan membangun 'Bokerism' sebagai school of philosophy.
Selain itu, sedikit cerita kurang penting, atau bahkan sama sekali tidak penting, belakangan ini saya semakin senang mengucap 'anjay'. Mengucapkannya bagai memberikan suatu kenikmatan hakiki dari segi pelafalan, aliran udara, dan gerakan lidah saat menyentuh dinding mulut untuk memproduksi kata 'anjay'.
Justifikasi lain untuk kegemaran baru saya dalam mengucap 'anjay' adalah usia saya yang masih remaja dan suka (sok) rebel. Sesuatu yang dilarang (atau hendak dilarang) akan semakin memuaskan untuk dilakukan. Saat kebebasan dibatasi, lidah dibuat kelu dengan dibelenggu, satu-satunya hal yang bisa saya lakukan hanya; "Lawan!," dengan mengucap 'anjay' sebanyak-banyaknya sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem yang membelenggu. Upset the established order! Anjay. Anjay. Anjay.
Sempat terbesit di benak saya untuk mengucap 'anjay' saat anak pertama saya lahir nanti. Seraya mengangkatnya bangga seperti Rafiki dan Simba, dengan nada keibuan saya akan berkata halus, "anjay".
Mungkin memang nature pemerintah, saat kredibilitasnya dipertanyakan, cakupan kontrolnya untuk ide di kepala masyarakat berkurang, kepercayaan publik kian menipis, pemerintah hanya bisa unjuk otoritasnya untuk menegaskan kembali perannya sebagai empunya kuasa untuk memerintah; pemerintah. Salah satunya dengan membuat larangan kurang penting. Anjay.
Mungkin sampai disini dulu. Mungkin seperti ini gambaran tulisan yang akan saya bagikan di platform ini. Saya memang amat teramat jauh dari sempurna, tapi kalau butuh ipon 4 kondisi 9/10 hub saya gan,, no nego,, cendol gan.
Selamat malam, semoga selalu bahagia, dan semoga bokernya lancar. Salam Melia Sehat Sejahtera B-)
mana coba mana coba tunjuk
ya kalau dipikirpikir aku memang banyak berubah, dan sebenarnya tidak sama sekali ada perubahan yang penting yang terjadi. aku masih bingung soal antropologi (makin bingung malah!), aku dapat beberapa teman baru yang nggak teman-teman amat sepertinya, aku masih merasa tertindas oleh orang tuaku dan menolak untuk benar-benar memahami mereka, aku mulai pake moisturiser dan toner. aku mengeluarkan uang sedikit lebih sedikit sejak pindah ke jogja. aku mulai sering nangis. aku kesepian. aku semakin merasa palsu, semakin merasa selalu bohong setiap saat sama siapapun. aku jadi suka makan sendiri dan makan ditemani. aku jadi lumayan suka dji sam soe. aku tetap membuat orang-orang jijik. aku tetap benci kecoa, walaupun sekarang kalau kami berpapasan aku hanya akan melihatnya sebentar lalu berpura-pura tidak peduli tentang keberadaannya. ya sepertinya memang perubahan-perubahan ini akan terjadi bagaimanapun juga. oh iya, aku mulai suka dan mengerti beberapa kata-kata dalam bahasa jawa! aku sebenernya agak kesal sama diri sendiri karena sering menganggap diriku dan perasaanku itu penting. aku bisa suka ini, dan suka itu, dan suka yang lain. orang lain sering kumarahi dalam pikiran, karena mereka suka ini, lalu suka itu. ada apa ya? padahal aku seharusnya bisa mengerti atau setidaknya mencoba untuk mengerti kalau manusia lain pun bisa begini begitu. jahat sekali sebenernya, pingin aku getok kepalaku sendiri, kirim surat teror dengan tinta merah, “jangan sok tau, asu!”
Oalah, Pepek pepek
Malas gw minta maaf sama si mongol tu dia kan punya trust issue malas aja sih bgst7~7
OH THATS NOT HOW I ADD TAGS LAMAOOAOA