#StaySmiling#posititveattitude#goodbyedepression#fuckcovid19 https://www.instagram.com/p/CLdzyXCgJ3u/?igshid=13uvo77sjttuz

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Albania
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China
seen from China

seen from Spain
seen from United States
seen from China
seen from Japan
seen from China
seen from China
seen from China
seen from China
seen from Indonesia

seen from United States
#StaySmiling#posititveattitude#goodbyedepression#fuckcovid19 https://www.instagram.com/p/CLdzyXCgJ3u/?igshid=13uvo77sjttuz
My 2020′s last page.
Tahun ini menjadi kejutan bagi semua orang. Resolusi-resolusi yang terlantar. Harapan-harapan yang perlahan memudar. Impian-impian yang terpaksa menunggu lebih lama lagi. Pertemuan-pertemuan yang tertunda. Hari-hari yang membosankan, di depan layar hampir 24/7. Berita-berita “kabar positif” yang semakin menyedihkan. Entah, rasanya tak ada terlalu banyak hal baik untuk menyebutkan tahun yang ironisnya angka cantik ini, justru malah sebaliknya.
Melirik lagi catatan awal tahunku, tak banyak yang berhasil kucoret dari daftar. Tak banyak hal yang bisa kulakukan. Tak banyak orang yang bisa kupeluk atau sekedar bersalaman. Orang-orang yang kutemui di jalan, penjual jajanan favoritku, petugas kebersihan yang kujumpai saat jogging, atau sekedar anak-anak yang melintas di depan rumah. Aku tak lagi mampu menebak perasaan mereka darii bagaimana raut wajah yang biasanya mampu terlihat jelas.
Dan, aku. Perjalanan menemukan’ku’ tak semudah yang kukira sebelumnya. Semakin mendekati akhir, aku semakin bingung. Perlahan, aku menutup lebih rapat pintu yang sebelumnya terbuka lebih lebar bagi orang-orang disekitarku. Aku mulai ‘menghilang’ dari peredaran. Bersembunyi dari banyak teman-temanku. Diam sesunyi mungkin, sebisu mungkin, sebatu mungkin. Karena kukira, aku butuh waktu. Tapi, nyatanya justru membawa masalah baru. Salah paham. Orang-orang yang ‘tak sengaja’ kuabaikan pesannya, menjauh. Aku paham, aku salah. Dan mereka juga barangkali tak duduk di kursiku atau melihat dari kacamataku. Lagi, tahun ini sungguh kejutan.
Juga, aku. Yang tanpa sadar mulai tenggelam. Perasaan-perasaan bersalah, kekecewaan, serta gelisah mulai menyeretku ke pusaran yang lebih dalam. Aku mulai mengeluh pada takdir. Padahal aku yang dulu selalu percaya, bahwa selalu ada hikmah dibalik setiap hal. Perasaan-perasaan itu membawaku ke waktu kelam yang suram. Aku benar-benar ingin menghilang. Atau me-restart semua dari awal, ke kehidupan yang baru. Mustahil, bantah logikaku. Dan lagi, aku terjebak dalam penyangkalan.
Aku. Yang semakin mati rasa. Bahkan lupa cara “merasakan” diriku sendiri. Dan akhirnya, berdampak ke orang-orang tak bersalah yang mencoba menjangkauku. Seperti setangkai mawar yang menjaga mahkotanya dengan duri tajam, sunyiku menggores banyak tangan yang meraihku. Sungguh, aku tak bermaksud jahat. Aku hanya butuh waktu. Untuk sendiri, berpikir, menemukan jawaban, mencari jalanku pulang.
Tahun ini, roller-coaster. Juga labirin rumit yang membuatku sulit menemukan dimana pintu keluarnya. Tahun ini, adakala waktu terasa begitu singkat, adakala waktu begitu lambat. Siang dan malam bercampur. Jam biologisku menolak diatur. Aku bingung.
Ini catatan akhir tahunku. Aku ingin meninggalkan semuanya disini. Aku ingin melepaskan semua perasaan yang membelengguku lewat tulisan ini. Aku ingin memaafkan diriku, meleburkan semua penyesalan atas keputusan hidupku di masa lalu, membebaskan kekecewaan atas diriku di masa lalu, juga menerbangkan kekhawatiranku atas diriku di masa yang akan datang. Aku ingin memeluk diriku sekali lagi. Menepuk pundak yang selalu kuat menemani langkahku. Aku ingin berterimakasih pada diriku. Aku tak ingin lagi peduli soal bagaimana orang-orang memandangku, atau bereaksi atas sikapku, karena itu hak mereka. Aku ingin menghargai diriku lebih baik lagi, dengan cara yang lebih baik lagi. Aku ingin lebih jujur pada diriku sendiri. Malam ini, rasanya aku hanya ingin menangis sepuasnya sepenuh jiwa dan hatiku, dan membebaskan diriku dari kekangan yang kuciptakan sendiri.
Hei, kamu. Siapapun yang nantinya membaca tulisan ini, atau siapapun yang merasakan apa yang sedang kutulis saat ini, atau diriku di masa depan yang suatu hari membaca lagi tulisan ini, ketahuilah bahwa kamu tak pernah sendiri. Barangkali kita sama-sama tak menyadari, meski kita kehilangan seluruh teman atau kenalan kita sekali pun, akan tetap selalu ada orang-orang yang bertahan di sisi kita, yang meski terkadang jauh dari ekspektasi kita, atau sulit mengerti kita, setidaknya orang-orang itu tetap berada di samping kita walaupun tahu bagaimana buruknya kita. Sesuatu yang hilang dari kita akan kembali lagi dalam versi yang lebih baik.
Hei, Kamu. Mari lebih bahagia. Tak masalah jika bergerak selangkah dalam sehari. Tak masalah jika harus rehat dalam sehari. Di depan, ada 365 halaman baru yang bisa kita isi. Lepaskan semuanya sekarang. Tersenyumlah. Tak masalah kehilangan satu-dua-tiga orang yang tak sejalan denganmu, di depan sana ada lebih banyak saudara baru yang akan kau jumpai. Tak masalah jika nanti jatuh, terluka, bahkan berdarah sekali pun di tengah jalan, di depan sana akan ada orang-orang baik yang mengulurkan tangannya dan mengusap air matamu. Hei, percayalah, tak mengapa. Kita hidup untuk menjadi nyata, bukan untuk menjadi sempurna. Kita hidup, bukan untuk menggenggam selamanya. Tak masalah patah, toh nanti juga tumbuh. Tak masalah gelap, toh nanti juga datang pagi. Ini semua cuma fase, dan aku percaya kita bisa lalui semuanya, InsyaaAllah.
Teruntuk orang-orang yang pernah sakit hati atau terluka atas perkataan maupun perbuatanku, aku dengan tulus ingin meminta maaf sedalam-dalamnya. Juga terima kasih sebesar-besarnya untuk kalian yang tanpa pamrih selalu mengulurkan tangan, menjadi tempat cerita, senantiasa mengingatkan, serta semua kebaikan yang tak bisa kusebut satu per satu. Sungguh, kalian adalah orang-orang berharga buatku.
Terakhir, aku ingin mengatakan ini, untuk diriku dan juga siapapun yang membaca ini. Terima kasih sudah bertahan. Sekarang, aku akan benar-benar melepaskanmu dengan ikhlas.
Selamat tinggal, 2020. Selamat tinggal diriku yang lalu.
Selamat datang 2021. Selamat datang diriku yang baru.
31.12.2020
✨Morning drawings✏️🖊 Starting early, it's the little things that matter. Waking up and throwing myself into something positive straight away helps me have a brill day! 💛 #positive #goodbyedepression #art #drawing #progress #happy #selfobservation #personaldevelopment #mornings #happiness #relaxing #doodles
I am on my english class and today I'm feeling really proud about myself.
I don't think anyone understands how truly awesome I feel. For once I'm not unhappy deep down. I'm not just pushing back my depression anymore. I honestly just feel free and great. Okay I'm not saying I have everything I want right now, but I'm at a place in life where I'm completely positive that I will get there soon enough. If I'm not happy, I know I'm close.
Waking up an the sun is finally shining makes ne happy!