"Hubungan dengan manusia, sekecil apa pun kebaikan kita boleh lakukan, jangan kita perlekehkan..." - Ustazah Asma' Harun.
Jom jaga hubungan dengan semua, kerana kita tidak tahu amalan mana akan bawa kita ke syurga.
🎥: https://t.me/meraihredha
seen from Israel
seen from Russia
seen from Morocco
seen from Ukraine

seen from South Africa

seen from Türkiye
seen from Ukraine
seen from Ukraine
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Vietnam
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
"Hubungan dengan manusia, sekecil apa pun kebaikan kita boleh lakukan, jangan kita perlekehkan..." - Ustazah Asma' Harun.
Jom jaga hubungan dengan semua, kerana kita tidak tahu amalan mana akan bawa kita ke syurga.
🎥: https://t.me/meraihredha
“IBADAH JANGAN DIUMBAR, BIARLAH HANYA ALLAH YANG TAHU BAGAIMANA IBADAH KITA”, begitu kata sebagian orang
saya sedikit setuju dengan statement sebagian orang itu. Memang ada kalanya ibadah kita memang biarlah hanya Allah saja yang tahu. Tapi, kemudian lantas saya berpikir lagi, apa benar begitu?
Oke mari kita kupas.
Islam agama yang di claim berbeda dengan agama lain. Karena semua aturan yang lahir dari islam untuk mengatur semua segmen kehidupan, baik segmen hubungan kita dengan Allah, individu, sosial, ekonomi, bahkan politik sekalipun. Islam mengatur semuanya, berarti segmen yang diatur oleh islam bukan hanya satu segmen saja.
1. Hubungan Spiritual
Hubungan spiritual dalam islam bersifat vertikal dan confidential biasanya, yakni hubungan kita dengan Allah SWT, Sang Pencipta kita. Biasanya dikenal dengan istilah Habluminallah. Ini yang biasanya menjadi polemik, apakah harus kita memberitahukan kepada orang lain atau hanya cukup sampai di diri kita saja. Sehingga menjadi urusan berdua, kita dengan Allah. Lalu kalau kita mau mengajak saudara kita untuk bisa ikut juga seperti kita, bagaimana? sedangkan dengan kita mengajak orang lain, adalah salah satu bentuk pengejahwantahan kita bahwa kita juga tidak mau yang melakukan aktivitas ibadah ini hanya kita seorang diri, kita mau mengajak yang lainnya. Dengan begitu akan ada trigger ke dalam diri kita, tidak mungkin kita mengajak tapi kita sendiri tidak melakukan. Berarti orang lain yang kita ajak secara tidak langsung akan memahami bahwa kita pun melakukan ibadah tersebut. Berarti, apakah melulu harus dirahasiakan? saya pikir enggak semua. Ada sebagian ibadah yang memang kita perlu rahasiakan dan ada juga yang harus kita beritahu orang. Contoh sedekah, lebih utama memang saat kita rahasiakan, kemudian solat 5 waktu, apa harus terus kita rahasiakan? saya pikir engga juga, bahkan di rumah sekalipun, kita harus tetap amar ma’ruf nahi mungkar dengan keluarga, mengajak keluarga kita yang masih sibuk dengan aktivitasnya saat adzan sudah berkumandang. Itu bagian dari syiar. Yang terpenting urusah niat yang kita gariskan di dalam hati kita, itu yang menjadi urusan kita dengan Tuhan.
2. Hubungan Personal/Individual
Hubungan personal bersifat horizontal, dalam hubungan ini adalah bagaimana islam pun mengatur tentang hubungan kita dengan diri kita sendiri. Sebagai contoh, saat diri ini lapar yang kita butuhkan adalah makanan, sata kita haus yang kita butuhkan adalah air, saat kita ingin buang air kecil atau besar yang kita butuhkan adalah toilet. Islam mengatur makanan seperti apa yang harus kita makan, minuman seperti apa yang harus kita minum, harus bagaiman saat kita mau makan dan minum, harus bagaimana saat kita mau masuk toilet sebelum buang air kecil dan besar, dll. Sebegitu detailnya. Hal ini pun berkaitan dengan individu lainnya, saat kita melihat saudara kita makan tapi tidak membaca doa terlebih dahulu, langsung tancap gas. Seharusnya kita ingatkan, bahwa makanan kita sudah baik, tapi jangan sampai jadi tidak baik hanya karena sebelum makan dan minum kita tidak berdoa, jadi seharusnya berdoa dulu. Berarti apakah melulu harus dirahasiakan? jawabannya masih sama dengan yang diatas, saya pikir tidak semuanya. Karena mengingatkan saudara kita adalah bentuk dari amar ma’ruf nahi mungkar itu sendiri. Balik lagi kemudian, yang terpenting adalah urusan niat yang kita gariskan di dalam hati kita, itu yang menjadi urusan kita dengan Tuhan.
“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu” (QS. Asy-Syu’ara: 214-215)
3. Hubungan Sosial, Ekonomi dan Politik
Hubungan sosial, ekonomi dan politik, ternyata pun diatur dalam islam. Buktinya adalah, islam memiliki aturan terkait riba, utang piutang, pendidikan, pernikahan, interaksi laki-laki dan perempuan, bahkan pemerintahan. Kita sebagai muslim, sudah seharusnya belajar bagaimana islam mengatur semua hal tersebut, kemudian saat kita sudah paham. Apakah hal tersebut hanya akan menjadi konsumsi kita pribadi saja? saya pikir apalagi ini, engga bisa kita rahasiakan. Dunia harus tau! hehehe. Jutaan masyarakat muslim di dunia, masih banyak yang belum memahami bahwa islam sesempurna itu. Untuk kita yang sudah paham harus bisa mencerdaskan umat, supaya kehidupan islam muncul lagi ke permukaan. Keberpihakan kita pada aturan islam justru harus terus digaungkan, supaya umat terbuka. Karena dalam sejarahnya, aturan ini pernah menjadi aturan yang berlaku didunia. Di awal mungkin akan terasa berisik, tapi lama-kelamaan umat akan penasaran sendiri. Seiring dengan perkembangan isu yang ada, masyarakat akan terbuka dengan sendirinya, bahwa pentingnya memahami aturan islam dalam ranah sosial, ekonomi dan kenegaraan. Oleh karena itu , mengkritik negara adalah bagian dari amar ma’ruf nahi mungkar juga. Karena kebijakan sebuah negara akan berdampak pada kehidupan umat secara keseluruhan. Jadi enggak mungkin kan main rahasia-rahasiaan terus? hehehe.
Rasulullah SAW aja dulu dakwahnya diam-diam, sampe akhirnya Allah memerintahkan Rasulullah untuk mulai dakwah secara terang-terangan. Bayangkan kalau Rasulullah selamanya rahasia-rahasiaan, enggak mungkin islam akan tersebar seluas ini.
“Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” (QS. Al-Hijr: 94)
Kesimpulannya, ibadah dalam islam tidak bisa dinilai sempit. Ibadah dalam islam bukan hanya sekedar, solat, zakat, puasa, haji, lalu selesai. Ya itu ibadah juga, tapi baru satu segmen saja, yakni hubungan kita dengan Allah. Tapi, ibadah tidak sesempit itu dalam islam. Ibadah dalam islam mencakup tiga dimensi, yakni Habluminallah (hubungan kita dengan Allah), Habluminannafsh (Hubungan kita dengan diri kita sendiri) dan Habluminannas (Hubungan kita dengan manusia yang lain). Jadi, ada kalanya ibadah menjadi urusan kita dengan Tuhan, tapi tidak semuanya, ada juga ibadah yang tidak melulu menjadi urusan kita dengan Tuhan, apalagi ibadah yang menyangkut kemaslahata umat. Harus kita gaungkan!
Kalau islam hanya mengatur hubungan vertikal dan confidential, lantas apa bedanya dengan agama yang lain? iya kan?
Kamis, 23 April 2020
Sambil menunggu server pulih kembali
Ketika anda berbicara buruk dan mengungkapkan dosa dan kesalahan orang lain, pastikan anda tidak berbicara secara tidak langsung tentang diri anda di komunitas dunia.
#ingatmati #kutubaru #habluminallah #yunetasmi #sholehah #doa
Adab. Itu yang penting. Kiranya hubungan kita dengan Tuhan tidak begitu sempurna, dan hubungan kita dengan manusia adalah untuk dipertimbangkan, maka kita perlu mengupas jauh penyakit bermuka dua, keangkuhan dan kekurangan kepercayaan, dari dalam; hubungan kita dengan manusia perlu seiring dengan hubungan kita dengan Tuhan.
The ego is a veil between humans and God.
Make matters well between you and Allah, and Allah will make matters well between you and people.
Dad.