ada perasaan yang belum selesai, ada bekas yang tidak hilang, ada maaf yang belum sampai.
luka yang pernah ia miliki sudah lama sembuh, tapi bekasnya, tidak mungkin hilang, bahkan sampai sekarang.
menjelma dalam wujud kekhawatiran. akan penolakan, ketidakpantasan, atau memunculkan bekas baru lainnya.
seperti di pupuk, dia semakin subur. pun memunculkan tunas baru. membuatnya membangun benteng semakin tinggi, untuk melindungi dirinya sendiri.
dia berfikir "ini bukan sebuah ketakutan, ini .. hanyalah perasaan belum dapat percaya 'lagi', bahwa ada orang lain yang mau menerima tanpa 'tapi' "
- Zii












