katanya, kita tidak benar benar bisa menilai akhlaq seseorang. Serta ada perbedaan mendasar antara tahu ilmunya dan mempraktekannya.
Lama sekali aku berpikir, bahwa pengetahuan agama yang baik akan sejalan dengan akhlak yang baik.
Mungkin banyak yang memang sejalan, tapi bukan sebuah kepastian jika sejak lahir terkondisikan dengan ilmu agama yang cukup, akan tertanam jadi akhlaq yang baik juga. Terlebih, iman tidak bersifat genetis, alias tidak bisa diwariskan dalam garis keturunan.
Hal seperti ini tentu menimbulkan perdebatan, sehingga tidak lantas perbedaan keduanya bersifat hitam dan putih. Pada akhirnya, hanya Tuhannya yang mengetahui sedalam apa ilmunya dan sebaik apa imannya yang akan terlihat dalam akhlaknya.
Sudah banyak orang yang kita tahu, mereka baru mengenal islam di usia dewasa, tapi semangat belajar ilmu agamanya sangat tinggi sehingga percepatan pengetahuannya bisa menyamai bahkan melampaui orang yang terkondisikan sejak lahir.
Semoga kita tidak lupa, betapa kuatnya orang orang generasi awal datangnya islam, mereka tidak seluruhnya mengenal islam sejak bayi, tapi keyakinannya kuat tidak tergoyahkan, bahkan, kebanyakan menghafal quran dan hadits dengan baik di masa itu.
hal baik selalu bersamanya