Not quite the yellow brick road, but it’ll do
ig: warmerthansun

seen from United States

seen from South Africa
seen from Kazakhstan

seen from United States

seen from Türkiye

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Russia

seen from United States

seen from United States
seen from Belgium

seen from United States
Not quite the yellow brick road, but it’ll do
ig: warmerthansun
My Style
#30DaysAboutMe #Day14
Gimana mendeskripsikannya ya? Gue orang yang tidak fashionable. Memakai apa yang membuat gue nyaman dan sopan tentunya. Karena ini ditulis dihape jadi gambarnya gak akan berurutan. Nanti di edit deh di kantor.
1. Dirumah aja
Jadi style gue kalo dirumah aja kayak gini. Celana training longgar dan kaos longgar. Ini juga yang gue pake untuk tidur. Serba longgar.
2. Otw tempat kerja
Karena musim hujan jadi gue usahakan untuk pake jaket. Untuk style kerja gue udah gak pernah pake jeans. Ternyata lebih nyaman pake kemeja dan celana bahan. Totebag Merché yang gue beli kemaren pas flashsale. Sayangnya kalo pake celana bahan gak bisa pake sneakers canvas. Hmm.
3. Ngemol new normal
Udah jarang ngemol nih semenjak Pandemi. Biasanya sih pake jeans, tapi jeansnya tinggal 1 dan males makenya. Sebenernya lebih nyaman pake yang longgar kek gini.
Jadi begitulah style gue sehari-hari. Biasa aja kan?
Cotton candy and strawberry ice cream, with pop rocks mix in ;)
good morning the sunshine belongs to wlw
My mixtape <3
Hujan
#30HariBercerita #Day16
Langit menumpahkan air matanya. Aspal hitam tak dapat berbuat apa-apa selain merelakan tubuhnya basah kuyup. Sementara aku berdiri di pelataran toko sepulang kerja. Di saat seperti ini seharusnya aku memasukan payung kedalam tasku. Jadi aku tidak perlu menunggu langit menghentikan tangisannya.
Huff.
Aku menghela nafas. Melihat sepasang kekasih berbagi payung bersama.
"Bukankah jatuh cinta itu menyenangkan?"
Itu jelas bukan suaraku. Aku menoleh agak menengadah karena pemilik suara itu lebih tinggi dariku. Pria itu tersenyum. Senyum yang sama yang muncul dimimpiku semalam.
"Tentu saja, selama aku tidak jatuh sendirian."
Sepertinya aku memang tidak perlu payung. Terserah saja hujan mau berhenti kapan. Karena aku hanya butuh satu kepastian, bahwa aku tidak akan sendirian.
The wall of honor
ig: warmerthansun
Malam
#30HariBercerita #Day11
Pagi adalah awal dari segala bentuk perjuangan yang harus dimulai tepat ketika alarm berdering. Suaranya nyaring memecah hening. Aku terdiam diujung kasur berusaha mengingat mimpi semalam. Barangkali itu mimpi indah yang bisa kuceritakan padanya. Kalau itu mimpi buruk maka lebih baik aku tidak perlu mengingatnya. Kenyataan saja sudah terlalu menyeramkan jadi jangan ditambah lagi dengan mimpi buruk itu. Meskipun pagi selalu membawa segudang harapan tapi aku lebih suka menunggu malam. Karena pagi dan siang terlalu melelahkan. Hari yang kulalui adalah tantang wajah-wajah itu lagi. Pekerjaan itu lagi. Pujian, makian, pertanyaan, semua itu yang mereka selalu berikan.
Tiba waktunya jam menunjukan pukul enam belas, aku bergegas. Dia selalu menungguku didepan gerbang. Menunggu ceritaku tentang siang. Melebur harapan hingga petang. Menjemput malam lalu pulang.