Balas kejahatan dengan kebaikan.
Tidak semua orang bisa melakukannya.
Tidak semua orang mampu menjalaninya.
Terlebih lagi, kalau orang tersebut sudah membuat hati kita terluka begitu dalam, sehingga jadinya, ada keinginan untuk membuat mereka merasakan hal yang sama, bahkan lebih parah dari apa yang kita rasakan.
Ya, memang mudah untuk melakukannya, karena kita berpikir, kita akan bahagia kalau sudah mampu membalas dendam terhadap mereka yang menyakiti hati kita.
"Tapi, apa bedanya kita dengan mereka, kalo pada akhirnya kita juga menjadi jahat, bahkan bisa lebih jahat dari mereka?"
Aku belajar banyak hal dari pengalaman ini. Banyak sekali hal.
Percayalah, akupun ingin rasanya membalas kejahatan mereka dengan kejahatan yang lebih parah. Lebih dahysat.
Tapi, aku berpikir bahwa justru malah itu semua tidak akan menyelesaikan masalah, malah bisa bikin masalah jadi lebih rumit, dan gak akan selesai-selesai tuh masalah yang ada.
Ya, jangan sampai kita menjadi pribadi yang beda. Keluar dari karakter kita, hanya karena mereka telah menanamkan luka begitu dalam di hati kita.
It's not worth your time at all.
It's not worth your effort as well.
Tenangkan hati pikiran kita saja, lagipula dengan membalas perbuatan mereka, akan membuat diri ini menjadi tidak nyaman, tidak aman, tidak tenang dan akan merusak tubuh dan jiwa kita perlahan-lahan.
Saatnya kita menjadi bijaksana. Menjadi lebih dewasa, beri contoh bahwa kita mampu melewatinya dengan tenang. Tidak perlu terpancing dengan cara membalas kembali.
Berdoalah, supaya hati kita dan juga hati mereka diberikan kedamaian.
Ketika kita menemukan kedamaian dalam hati, maka disitulah akan ditemukan kebahagiaan sejati.
You can do it,
From here with ♥️,
Alva Rio.



















