Kebal aku dengan hingar bingar. Sebal aku hingga nanar. Bebal aku tuk mendengar. Sukses kamu membuat hariku makin hambar. Selamat ya!
seen from China
seen from Malaysia
seen from Belarus
seen from China
seen from Malaysia
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from Bulgaria

seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from Japan
seen from China

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Israel

seen from Portugal
Kebal aku dengan hingar bingar. Sebal aku hingga nanar. Bebal aku tuk mendengar. Sukses kamu membuat hariku makin hambar. Selamat ya!
Banyak rahasia di antara rahasia. Keadaan sedang tidak baik-baik saja. Semesta penuh dengan hingar bingar. Untuk saat ini, banyak yang di butuhkan tapi bukan prioritas. Besar harapan semua kembali normal, tapi kekuasaan tak dapat menandinginya. Cukup dengan doa, yang awalnya dirasa mustahil akan jadi kenyataan. Jangan terlalu percaya dengan omongan a*****g neraka itu. Mereka yang telah membuat kekacuan mereka yang bertanya solusi. Dasar bodoh! Memang segala yang hina butuh subtansi. Jangan ikut hina cuma karena apresiasi hitam. Abaikan bacotan kaum eksentrik. Pengecut! Pecundang!
Ada keheningan yang membuat kita tenang, ada pula keheningan yang menikam, semakin hening semakin menikam hati.
Hati memang bagian tubuh yang paling rentan terserang, terserang bahagia begitu juga terserang luka. Sekalinya bahagia, lupa akan rasa duka. Begitupun sebaliknya, sekalinya terlukai, lupa lah kebahagiaan yang pernah dirasa.
Keheningan juga menjadi faktor dalam deretan sebab dan akibat, yang jelas keheningan kadang dibutuhkan sang hati kadang juga tak diinginkan sang hati.
Dalam Hingarbingar 19 November 2015 AASHOLAH