HPDT itu singkatandari hubungan pribadi dengan Tuhan maksudnya adalah, ketika kita sudah di tebus oleh Allah melalui anaknya Yesus Kristus melalui darahNya yang mati di kayu salib Yerusalem, Kita tidak mempunyai batasan lagi untuk berbicara dengan Dia melalui doa.
Dia sangat mengasihi kita, sehingga saat kita ditebus Dia rindu untuk selalu bersekutu dengan kita sama seperti kita, saat kita percaya Dia datang untuk menebus dosa manusia dan kita menerima Yesus sebagai juru selamat kita, sudah selayaknya kita rindu untuk lebih mengenal Tuhan kita dan lebih rindu untuk bersekutu denganNya.
Untuk itu, HPDT merupakan suatu hal yang kita lakukan untuk mejalin hubungan yang intim dengan Tuhan, untuk mengetahui apa kehendakNya untuk kita, dan untuk berserah sepenuhnya kepada Tuha dan mengandalkan Dia dalam setiap aktivitas yang kita lakukan.
Menjalin HPDT yang baik bisa kita mulai dengan berjam doa pribadi, dimana kita mengkhususkan waktu kita sehari sekali untuk berdoa bertemu denganNya seperti Tuhan yang telah mengkhususkan kita krn Ia mengasihi kita. dengan memilii Jam doa pribadi, kita dituntut untuk taat, krn saat kita percaya Tuhan, kita harus taat untuk setia selalu mengikutNya. berjam doa pribadi bukan hanya untuk mendoakan diri sendiri ataupun keluarga sendiri tapi bagaimana kita belajar untuk mendoakan orang lain, tidak egois dan bisa peka terhadap kondisi orang lain, salah satu bukti kita mengasihi Tuhan dan sesama seperti teladan Yesus yang lebih dulu mengasihi kita.
Selain berjam doa pribadi, kita juga bisa dengan ber saat teduh, mengambil waktu teduh dipagi atau pun malam hari untuk membaca firman-Nya dan merenungkannya, untuk mengetahui kehenda-Nya atas kita melalui diri kita pribadi lepas pribadi.
Menjalin HPDT juga bisa melalui PA Pribadi, kita membaca firman Tuhan dan mendalami isi firman tersebut dengan tujuan lebih mengenal Allah yang kita sembah, memaknai isinya, mengetahui segala perbuatan perbuatan Nya yang besar dan ajaib.
Setelah ita menjalani itu semua saatnya lah kita mengabarkan Firman Tuhan itu, injil itu, dan bercerita tentang pertemuan kita kepada Bapa secara pribadi kepada orang lain, sesuai dengan firman Nya di matius 28:19-20 itu, agar orang lain juga percaya dan menerima Dia sebagai Juru slamat kita, dan aan bersama sama dengan Bapa di sorga.