Ijinkan saya membagikan sedikit pengalaman menghubungi pembicara beberapa hari ini untuk acara pada bulan maret mendatang.
Sekian tahun turut menyelami kegiatan organisasi ternyata belum tentu membuat diri kita pintar. Seringkali momentum transfer ilmu terlewatkan, dilupakan, atau hanya didapatkan oleh segelintir orang saja.
Misalnya saja seperti saat saya menghubungi pembicara - pembicara untuk acara saya pada bulan maret mendatang. Menghubungi orang - orang besar yang telah sukses pada bidangnya masing - masing ternyata bukanlah hal yang mudah. Tidak cukup untuk kita sekadar berbasa - basi dan menyampaikan maksud permohonan agar beliau bersedia hadir dalam acara kita. Perlu usaha lebih; rayu merayu hingga uji pengetahuan agar beliau menyetujui kehadiran beliau pada acara kita.
Ya! Tak jarang pembicara yang berkualitas menanyakan berbagai macam hal kepada kita. Mulai dari konsep acara yang kita selenggarakan, tema dan alasan mengambil tema tersebut, sasaran audiensi, dan nilai - nilai atau ilmu - ilmu yang kita harapkan dapat tersalurkan dalam acara tersebut. Belum lagi bila beliau menguji kita dengan pengetahuan kita seputar bidang yang beliau tekuni, latar belakang beliau, hingga alasan mengapa kita memilih beliau diantara banyak orang sukses lainnya.
Tidak, tidak! Bukan untuk mempersulit. Para pembicara yang telah besar dalam bidangnya hanya ingin memastikan bahwa harapan kita dan kemampuan mereka sesuai. Beliau ingin memastikan bahwa kita tidak salah memilih pembicara, bahwa presepsi pembicara dan pelaksana acara haruslah senada sehingga apa yang nantinya ditularkan oleh pembicara sesuai juga dengan tujuan akhir pelaksana acara.
Tentu saja, hanya saat berbincang inilah transfer ilmu terjadi. Bagaimana kita kemudian perlu mempelajari lebih dalam tentang pembicara yang akan kita undang. Bagaimana kita perlu mempelajari latar belakang dan bidang karir yang didalami beliau. Bagaimana menghadirkan topik pembicaraan yang sesuai dengan intelektual beliau sehingga beliau tertarik untuk terus berdiskusi dengan kita, dan pada akhirnya, menyetujui menjadi pembicara kita.
Bukan maksud mempersulit, melainkan memastikan kredibilitas kita juga. Mampu tidak mengundang orang yang hebat?
Semoga menjadi pembelajaran bersama.
Surabaya, 20 Februari 2018