[SEREMONI] 1. "Bu, aku diminta jadi pemimpin upacara untuk HUT RI hari ini. Seragamnya disetrika yang rapi ya, Bu." Anak itu berangkat pukul 5 melewati medan yang tidak pernah bisa kita bayangkan. Lipatan rapi hasil setrikaan ibunya tak lagi berbekas. Kusut dan basah di bagian punggung serta ketiak tak mengendurkan lengkung manis bibirnya sesampai di lapangan SD. 2. "Nak, Bunda mau keluar sebentar ke rumah Bu RT. Mau bayar iuran tumpeng buat tujuhbelasan. Mungkin sekalian bantu persiapan." Bunda menghitung uang sisa untuk hidup setengah bulan lagi. Sudah pasti kurang, belum dipotong iuran lain-lain. Tapi masa nggak iuran? 3. "Sayang, Papa sama Mama bangga banget deh kamu jadi narasumber di acara business talkshow di TV gitu. Kan seru tuh acara kemerdekaan bahas anak muda yang sukses. Kamu dapet salam dari om sama tante." Gadis 25 tahun itu tersenyum tipis. "Makasih Pa, Ma. Salam balik buat om sama tante." Dulu, ia ingin jadi kurator, hampir masuk sekolah seni. "Nanti bisnis keluarga mau digimanain kalau kamu nggak mau ngurusin? Papa nggak habis pikir deh. Enak tinggal nerusin aja kok nggak mau. Buat apa masuk sekolah seni? Sekolah bisnis aja yang udah pasti outputnya", ucap Papa saat itu. Merdeka seperti apa yang kamu maksud? Merdeka seperti apa yang kamu inginkan? Sudah merdekakah kita? Atau semua yang dilakukan hari ini hanya seremoni belaka? #merdeka #HUTRI72 #DirgahayuIndonesiaku























