#Repost @betafreestyler ・・・ Thanks @elastico7ina for This Jersey BETA.. ❤😚 #Elastico7 #Jersey #hwc2015

seen from Türkiye
seen from South Korea
seen from Russia
seen from Egypt

seen from Malaysia

seen from Italy
seen from Australia
seen from United States
seen from China
seen from Australia
seen from China

seen from Portugal
seen from United States

seen from Germany
seen from Poland
seen from Türkiye
seen from Sweden
seen from United States
seen from France

seen from Greece
#Repost @betafreestyler ・・・ Thanks @elastico7ina for This Jersey BETA.. ❤😚 #Elastico7 #Jersey #hwc2015
watching the Hearthstone Americas Finals and realizing how far I still have to go at this game 😓
I DONT LIKE THIS
The hat trick for Segs!!
Benthemplein, Alun-Alun Air Multi Manfaat
Pernah mendengar suatu tempat bernama ‘Alun-Alun Air’?
Ya. Alun-Alun Air.
Sementara pada tahun yang sama, 2013, warga Palembang masih diselimuti rasa syukur dengan hadirnya the real public space, warga Rotterdam, nun jauh di negeri Belanda, telah saling berkolaborasi untuk menciptakan suatu ruang publik multifungsi.
Bukan sekedar tempat selfie, nongkrong sore, jajan, olahraga, dan serbi kegiatan hiburan lain, ruang publik kebanggaan warga Rotty ini juga berfungsi untuk menjaga stabilitas air di permukaan Rotterdam. Singkatnya, menjadikan kota ini tahan iklim, alias tidak ikut-ikutan banjir ketika hujan deras melanda, dan tidak bikin kepanasan ketika summer tiba.
Kennis is macht. Negeri yang menjadi buruan puluhan ribu pelajar internasional ini mampu menemukan celah positif dari kehadiran hujan deras, yang notabene telah menjadi salah satu musuh besar banyak kota padat bangunan di seluruh dunia, untuk menciptakan sarana yang justru meningkatkan kualitas interaksi masyarakatnya.
Pada awalnya, area Benthemsquare hanya berupa pavement standar berwarna abu-abu . “Tempat yang membosankan,” mungkin begitu yang ada dalam benak para warga lokal. Dayung bersambut, keinginan warga untuk menjadikan area tersebut menyenangkan, dipertemukan oleh rencana pemerintah kota dan badan pengurus air distrik untuk mencari tempat yang cocok bagi alun-alun air pertama di dunia. Melalui tiga kali workshop De Urbanisten, arsitek perancang, bersama para warga lokal, tercapailah persetujuan untuk mentransformasi Benthemsquare menjadi ruang publik rekreasional yang hijau, selain fungsi utamanya sebagai penjaga stabilitas air dan udara Rotterdam.
Dan jadilah… Watersquare Benthemplein.
Gambar 1 Watersquare Benthemplein ‘pemandangan penuh’ (copyright Palles + Azarfane). http://uncubemagazine.com
Secara resmi dibuka pada 4 Desember 2013, alun-alun air ini terdiri atas tiga bagian kolam untuk mengumpulkan air hujan dari atap bangunan maupun area-area di sekeliling. Air hujan terlebih dahulu di-filter, dan dialirkan melalui saluran terbuka yang terbuat dari stainless steel sebelum pada akhirnya berkumpul di area kolam.
Gambar 2 Saluran terbuka stainless steel. http://uncubemagazine.com
Gambar 3 Saluran terbuka stainless steel (2). http://stylepark.com
Apabila hujan tidak begitu deras dan lama, maka air hujan akan ditampung oleh kolam I dan kolam II yang tidak begitu dalam. Tetapi, apabila hujan menderas dan melama, maka kolam III mulai mengambil perannya. Alun-alun air ini mampu menampung air dari lingkungan sekitarnya hingga 1.7 juta liter!
Gambar 4 Hasil hujan deras. Ketika air hujan menggenangi kolam III. http://urbanisten.nl
Setelah hujan berhenti, air didiamkan selama sekitar 48 jam, sebelum pada akhirnya diresapkan langsung ke dalam tanah atau dipompa ke kanal terdekat Noordsingel.
Gambar 5 Ketika air hujan mulai dialihkan. (copyright Palles + Azarfane) http://stylepark.com
Mekanisme kerja Benthemplein ini dapat menjaga keseimbangan air di permukaan tanah. Pada musim panas, Benthemplein dapat membantu menjaga tanaman dan tumbuhan kota berada dalam kondisi yang baik sehigga membantu mengurangi efek udara panas alias jadi adem… Sementara pada saat hujan deras tiba, Benthemplein mampu mengurangi tekanan pada sistem pembuangan sehingga dapat menghindarkan kota dari bencana banjir!
Sekarang.. Nah, Bagaimana dengan ketika cuaca kering? Disinilah peran alun-alun air ini sebagai public space unjuk gigi.
Kolam pertama dapat digunakan sebagai panggung dancing OK bagi para anak muda, duduk-duduk diskusi atau nongkrong, bisa pula tempat berjemur dikala hati sedang membutuhkan cahaya matahari. Eh!
Gambar 6 Kolam I (copyright De Urbanisten – Jeroen Musch) http://urbanisten.nl
Berbeda bentuk, beda pula fungsinya. Kolam yang kedua ini, dapat digunakan sebagai arena skatebowl dan slanting wall.
Gambar 7 Kolam II (copyright De Urbanisten) http://urbanisten.nl
Nah, ini dia kolam ketiga, yang juga merupakan kolam terbesar di komplek alun-alun air ini. Area ini dapat digunakan untuk olahraga bola dan basket, plus di bagian pinggir-pinggirnya, yang mirip tangga bisa diduduki, selain menjadi tempat duduk penonton, biasa pula dijadikan sebagai kelas outdoor bagi sekolah di sekeliling alun-alun ini.
Gambar 8 Kolam III (copyright Jeroen Musch - De Urbanisten) http://urbanisten.nl
Dalam artikelnya yang berjudul Ruang Publik: Antara Harapan dan Kenyataan, Ir. James Siahaan, MA, menyatakan bahwa terdapat sejumlah masalah umum yang biasanya dijumpai sehingga menurunkan kualitas ruang publik, yaitu minimnya tempat duduk, minimnya tempat berkumpul, fitur yang disfungsional, dan dominasi ruang oleh kendaraan. Apabila masalah-masalah ini kemudian disandingkan dengan kondisi Benthemplein, penulis berani menyimpulkan bahwa ruang publik ini berkualitas!
Mengapa begitu? Mari kita tilik satu per satu.
- Minim tempat duduk?? Oh tidak. Lihatlah gambar-gambar di atas. Nyaris tidak ada yang berdiri, kecuali yang sedang bermain. Hehe.
- Minim tempat berkumpul?? Haloo.. lihat, bukankah manusia yang sedang berbincang dan beraksi gembira di arena alun-alun ini?
- Fitur yang disfungsional?? Biasanya terjadi ketika suatu hal dibangun tanpa fungsi apa-apa alias hanya untuk visual. Nah alun-alun ini? Setiap halnya mampu merangsang munculnya aktivitas-aktivitas, dari mulai duduk-duduk diskusi, hingga dancing, skatebowl, dan football!
- Dominasi ruang oleh kendaraan?? Hmm.. Coba pembaca telisik gambar-gambar di atas! Tidak ramai oleh kendaraan, bukan? Ada sih, sepeda, tapi perlu jalan beberapa langkah dari area utama alun-alun ini.
Apabila Ir. James Siahaan, MA, menyuarakan hal-hal yang menjadi masalah umum ruang publik, maka Stephen Carr (1992) mengidentifikasi sejumlah kebutuhan dasar yang dapat memenuhi kepuasan pengguna publik, yaitu:
- Kenyamanan dan relaksasi. Sisi psikologis pengunjung merupakan fitur utama dari segala macam konsep ruang yang berusaha diciptakan. Bagaimana bisa merasa puas, apabila pengunjung justru malah stress dan kepanasan. Penulis 99% yakin, Benthemplein mampu membuat pengunjung relaks dan nyaman, 1%-nya disimpan dulu karena belum pernah merasakannya secara langsung.
- Keterikatan pasif dan aktif, seperti pemandangan, pepohonan yang asri, serta pengaturan elemen-elemen, seperti tempat duduk, sehingga dapat meningkatkan kemungkinan untuk berinteraksi sosial.
- Penemuan. Pengunjung, setiap mengunjungi ruang publik menginginkan adanya pengalaman dan pemandangan baru yang menyenangkan, bisa jadi seperti atraksi skatebowl, dancing, atau hal lain yang bisa dilakukan di Benthemplein.
Hmmm… Benar-benar luar biasa dan multi manfaat ya!
Para pengunjung benar-benar dimanjakan dengan kualitasnya yang mampu mengademkan pikiran dan meningkatkan kualitas interaksi warganya. Plus kemampuannya dalam menjaga keseimbangan air dan keademan udara di sekitar. Semoga suatu hari nanti, penulis dan pembaca bisa merasakan sensasi langsung area yang kini juga menjadi contoh internasional dalam mengatasi isu iklim dan air, ya. Aamiin.
Setitik Cahaya dari Negeri Kincir Angin
Artikel ini ditulis dalam rangka mengikuti Holland Writing Competition 2015 yang baru dikerjakan penulis sehari sebelum deadline, please enjoy !
Suatu malam, di sebuah kamar di sudut kota yang dinaungi oleh cerahnya langit Nusantara, seorang anak memandang langit dari jendela mungilnya berharap Ia dapat menemukan setitik cahaya yang selalu muncul di semua buku dongengnya, cahaya bintang.
“Bunda, kenapa aku tidak menemukan setitik pun bintang di langit malam?”, Tanya sang anak.
“Tunggu sampai semua orang terlelap, sayang”, Jawab sang ibu, menenangkan. “Dan jangan lupa untuk mematikan lampu”, lanjut sang ibu sambil tersenyum pergi meninggalkan sang anak tenggelam dalam dunianya.
Sang anak menuruti pesan ibu dan menunggu hingga tengah malam, namun meskipun semua orang telah terlelap, sang anak belum menemukan setitikpun cahaya bintang. Lewat tengah malam, cahaya kota yang tak kunjung redup telah meredupkan harapan seorang anak.
Semenjak malam itu, sang anak tidak pernah berhenti menatap langit untuk menggapai harapannya, menemukan cahaya bintang. hingga suatu hari, di suatu surat kabar kota …
Gambar 1. Pemandangan Malam Hari Dunia via Satelite (NASA) Sumber: m.voaindonesia.com
Inovasi Alat Masak Ramah Lingkungan
“Peneliti Wageningen dan Perusahaan IXL’s di Belanda mengembangkan cara baru dalam memasak sehingga dapat menjaga nilai gizi makanan tetap tinggi, hemat energi, dan meminimalkan limbah bahan makanan.”
Menjaga kesehatan salah satunya adalah dengan menjaga konsumsi makanan yang bergizi tinggi dan disertai dengan olahraga secara teratur. Namun proses dalam memasak makanan secara konvensional menyebabkan makanan yang kita makan telah mengalami penurunan nilai gizi yang cukup signifikan. Pada umumnya proses memasak makanan menggunakan suhu tinggi seperti pemanggangan, penggorengan, perebusan, dan proses-proses termal yang lain.
Proses pemasakan dengan suhu tinggi ini sudah lama diterapkan sejak peradaban manusia menyadari pentingnya menggunakan suhu tinggi untuk menambah umur simpan makanan dan meningkatkan keamanan pangan dari bahaya toksin mikroorganisme yang terkandung dalam bahan makanan. Namun penggunaan suhu tinggi, juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya adalah jika suhu yang digunakan terlalu tinggi maka akan terjadi overtreatment (penanganan berlebihan) yang dapat merusak organoleptik atau citarasa makanan. Suhu tinggi pada pengolahan makanan juga akan merusak nutrisi yang dikandung dalam bahan makanan. Hal inilah yang menyebakan kualitas makanan yang dimasak terlalu lama dengan suhu tinggi menjadi rendah dari segi gizinya.
Inovasi Alat Dapur
Untuk menjawab permasalahan ini, peneliti Wageningen UR Food & Biobased dan Perusahaan teknologi IXL di Belanda mengembangkan sebuah alat masak revolusioner yang dapat digunakan untuk mempersiapkan makanan dengan cepat pada bahan-bahan segar dengan efek kerusakan yang sangat minimal pada protein, vitamin, antioksidan, gula, dan zat gizi lain yang terdapat pada bahan makanan. Contohnya, ikan kod dapat direbus dalam hitungan detik dan daging sapi dapat ditumis kurang dari satu menit. Alat canggih yang menerapkan teknologi Pulse Electric Field (PEF) ini disebut dengan Nutri-Pulse e-Cooker. Hebatnya, Inovasi ini mendapatkan penghargaan sebagai pemenang pada Food Valley Award pada tahun 2011.
Seperti yang dijelaskan pada website resmi perusahaan IXL, memasak dengan menggunakan _Nutri-Pulse e-Cooker _banyak memiliki keunggulan dari segi kualitas makanan, keberlangsungan lingkungan, dan keamanan pangan. Dari segi kualitas makanan tentu saja adalah kandungan nutrisi makanan yang lebih baik, hampir sama dengan kandungan dari bahan baku makanan segarnya. Selain itu lebih kaya akan rasa, warna , dan aroma dikarenakan dalam proses pemasakan tidak merusak organoleptik dari bahan makanan. Dengan waktu pengolahan yang cepat dan efektif, maka mengurangi dari pemborosan bahan makanan yang dimasak dan energi yang digunakan dalam proses memasak juga lebih hemat. Dari segi keamanan, dapat dipastikan aman dari kontaminasi silang dalam proses persiapan makanan dan aman dari resiko terbakar.
Prinsip kerja
Teknologi Pulse Electric Field (PEF) menggunakan arus listrik tegangan tinggi dalam waktu yang singkat untuk mematikan mikroorganisme vegetatif dalam makanan tanpa disertai dengan pemanasan suhu tinggi. Pengolahan PEF melibatkan penerapan kejut listrik tegangan tinggi antara 10 sampai 60 kV yang berlangsung antara satu mikrodetik sampai satu milidetik. Proses disebut juga dengan proses non-thermal sehingga tidak merusak nutrisi makanan sehingga rasa, aroma, warna dan tekstur makanan yang diolah menggunakan PEF tetap seperti bahan makanan yang masih segar.
Secara sederhana tahapan kerja Nutri-Pulse e-Cooker yaitu bahan makanan yang terdapat di dalam alat ini diperlakukan dengan PEF atau kejut listrik tegangan tinggi. Kejut listrik ini mengubah struktur daging, ikan atau sayuran sehingga sel bahan makanan menjadi terganggu dan dinding sel menjadi bersifat permiabel. Sehingga bahan makanan ini menjadi dapat dimakan, dikunyah, dan daya cerna meningkat. Di dalam proses ini terjadi proses pemanasan ohmik yaitu pemanasan cepat dan seragam karena energi listrik yang dilepaskan menjadi panas. Namun pemanasan ini masih jauh dari ambang batas kerusakan nutrisi sebuah bahan makanan sehingga tidak merusak kandungan gizinya.
Potensi Pengembangan
Sejalan dengan prinsip perusahaan IXL “People, Planet, Prosperity”, Managing Director (MD) Govert van Oord dan Manajer Inovasi Hans Roelofs memilih untuk selalu fokus pada teknologi yang memiliki nilai tambah yang nyata bagi masayarakat. Van Ooord melihat masa depan yang lebih besar pada inovasi teknologi. Dengan Inovasi yang dihasilkannya, dapat memberikan solusi untuk masalah Food Security (ketahanan pangan), Food Safety (keamanan pangan), dan malnutrition (gizi buruk) yang saat ini menjadi isu di seluruh dunia.
Van Oord masih memiliki mimpi, untuk terus mengembangkan Nutri-Pulse e-Cooker secara portable agar dapat dibawa sampai lintas negara-negara berkembang dimana disana sering tersedia makanan namun tidak memiliki cukup upaya untuk mempersiapkan dan memasaknya dengan sehat, bersih, dan benar. “Nutri-Pulse e-Cooker menggunakan sangat sedikit energi, dalam waktu dekat harus bisa melengkapinya dengan baterei ", ujar Hans Roelofs.
Belanda mengajarkan bahwa kolaborasi antara peneliti dan pengusaha ternyata membawa dampak yang sangat luar biasa bagi masyarakat, terutama tidak hanya sekedar lahirnya inovasi-inovasi teknologi baru namun juga terwujudnya inovasi tersebut agar dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Oleh karena itulah Belanda dengan segala keterbatasan sumber daya alamnya mampu bersaing sebagai negara maju baik dari sektor pendidikan dan ekonomi. Jika Belanda bisa, Indonesia juga pasti bisa!
Adib Firman Hidayat
Plant-e: Menanam Tumbuhan, Memanen Listrik
Plant-e: Menanam Tumbuhan, Memanen Listrik
Ilustrasi. (Foto: assets.inhabitat.com)
Tumbuhan yang mampu menghasilkan oksigen mungkin merupakan hal biasa. Namun, bagaimana dengan tumbuhan yang mampu menghasilkan listrik? Terdengar mustahil, tetapi hal inilah yang berhasil dibuktikan oleh Plant-e. Perusahaan yang berbasis di Belanda ini berhasil memanen listrik dari tumbuhan hidup, tanpa merusak atau membunuhnya.
Terobosan berjuluk…
View On WordPress