Jodoh itu apa sekedar sekedar urusan pasangan hidup? Dalam pemahamanku, semua isi dunia ini berhubungan dengan jodoh. Jika Allah belum menjodohkan kita dengan orang tersebut, atau sebuah ilmu, pun sebuah benda, sekuat apa pun ikhtiar kita, kita tak akan bisa memilikinya. Aku jadi ingat kejadian bulan lalu di mana aku gagal mengikuti kelas vlogging dari #InternetBaik di hari kedua, karena aku datang terlambat. Meski sebelumnya telah meminta ijin dulu karena hari itu memang sudah ada jadwal untuk siaran bersama Tim IIP Semarang. Awalnya sih mangkel, tapi setelah mencoba memahami dan mencari hikmahnya. Mungkin memang menurut Allah aku belum saatnya belajar hal tersebut, wong blogging dan orderan konten juga masih belum well managed. At least hari itu aku nggak jadi meninggalkan Affan dalam waktu yang lama. Kejadian lain lagi masalah anak. Buat aku, anak itu juga jodoh. Ada yang udah promil ke sana ke mari, belum dikasih Allah. Ada yang belum menikah, malah sudah dikasih Allah. Kenapa? Allah tentunya yang lebih tahu. Agar hambaNya lebih bersabar. Agar hambaNya tidak lagi berbuat maksiat. Pasti banyak hikmah yang tersimpan di setiap cerita. Aku sendiri menikah dari tahun 2008, namun baru berjodoh dengan anak pertamaku setelah tiga setengah tahun menikah. Lima tahun setelah anak pertama lahir, aku baru menemukan jodohku dengan anak kedua, padahal aku juga tidak menggunakan KB. Apa hikmahnya? Allah tahu batas kemampuanku. Allah ingin aku belajar lebih banyak sebelum dipertemukan dengan jodoh-jodohku. Masih banyak kisah tentang jodoh. Kalau kalian lagi mencari jodoh apa, pals? Apa pun bentuk jodoh yang sedang kalian nanti, ikhtiarlah yang terbaik, lalu pasrahkan hasilnya pada sang Pemilik Takdir. #OneDayOneStatus #Day15 #BelajarMenulis #IIPKaltimra