berjalan melewati badai.
Dia cemas akan apa yang terjadi hari ini.
Dia khawatir akankah yang direncanakan bisa berjalan dengan baik.
Dia sebenarnya sudah cukup lelah melewati badai, bahkan dia sudah berjalan sejauh mungkin, tapi badai itu belum berakhir. Seperti tidak ada ujungnya.
Dia seketika berhenti dan terdiam.
"Sampai kapan badai ini berakhir? Aku sudah begitu lamanya berjalan, tapi seperti badai ini tak memiliki akhir." Gumam dia di dalam hati.
Dia terus terdiam.
Hanya meratapi amukkan badai yang begitu dahsyat menerjang perjalanannya.
Hingga akhirnya suara lembut pun ia dengar dengan begitu syahdunya di telinganya.
"Sebentar lagi kamu akan sampai di tujuan akhir. Tujuan tanpa ada gertakkan, tanpa ada angin kencang, tanpa ada kerasnya bunyi gemuruh. Bersabarlah, badai itu akan segera berakhir, teruslah berjalan."
Dia cemas, apakah suara itu sebenarnya mampu menuntun dia hingga akhir sampai tujuan dengan selamat, meski badai mulai terasa lebih memporak-porandakan segalanya.
Dia memberanikan diri. Dia bersiap untuk mengambil langkah kecil. Perlahan-perlahan melewati kencangnya angin yang ada. Pelan.. pelan..
Dia percaya bahwa suara itu adalah jawaban tuntunan yang dia cari.
Dia percaya bahwa suara itu adalah semangat untuk terus melangkah.
Ya, dengan mantapnya keyakinan dan keteguhan hatinya, dia pun berjalan hingga dia melihat pelangi bersinar indah memenuhi langit kelam yang ada.
Pelangi yang memancarkan kebahagiaan dan memberikan ketenangan dalam dirinya.
Dia tahu bahwa dia sudah sampai di tujuan akhirnya. Dia melihat senyuman, dia melihat kedamaian, dan dia melihat dirinya baik-baik saja.
Rio Alvaro.









