“Selamat Berjuang untuk kamu yang selalu kusebut namamu di setiap sujud.”
—Mel
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States
seen from South Africa
seen from Sweden

seen from Belgium
seen from Denmark
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
seen from Kazakhstan
seen from China

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Malaysia
“Selamat Berjuang untuk kamu yang selalu kusebut namamu di setiap sujud.”
—Mel
Found this chat for you on Tumblr
This is a Group Chat on Tumblr that chats about: #indonesia, #indonesian language, #language practice, #Learn Indonesian.
Let's chatting in Indonesian language.
"Senja Yang Tak Pernah Pudar" by Rininta Sitohang
Hujan sore itu membuatku dan Cherya basah kuyup dan kedinginan. Kami berlarian dari halaman sekolah menuju halte bus yang berjarak sekitar 100 meter dari sekolah. Cherya berlari cepat didepanku. Sementara aku berjalan cepat tapi santai.
“Lenn, ayo cepet, jangan jalan gitu, lari dong. Kamu masa kalah sama aku yang lari-lari begini. Semakin kamu jalan pelan nanti makin terasa kedinginan, nanti malah sakit lo. Ayo balapan sama aku. Eh iya, ini nih tolong bawain tasku berat banget nih” kata Cherya lalu menoleh ke belakang sambil menyodorkan tasnya.
“Dasar cerewet, selalu ya kamu tuh. Ngomel kaya ibu-ibu. Yaudah, sini mana tasnya, lagian siapa suruh bawa barang banyak.”
“Aku gak bawa barang banyak, itu emang yang diperlukan. Lenn, ayo lari, ah cupu kamu kalah sama cewek”
Tak mau kalah, aku pun berlari secepat mungkin hingga sampai di halte bus lebih awal dari Cherya. Kulihat Cherya masih berlari menuju tempat ku berdiri.
“Ahh kamu curang, aku kan belum siap. Ini gak adil banget.”
“Udahlah, terima kenyataan.” Kataku bangga
“Lenn, minta minum dong, haus nih”
“Tuh air hujan, gratis loh” candaku sambil menengok ke langit
“Lennn, serius” jawabnya dengan wajah datar
Kuambil botol minum milikku dan memberinya pada Cherya.
“Kamu aneh deh, lari-lari hujan begini masa kehausan”
“Lenn, sejak kapan aku gak aneh? Hah?” canda Cherya
“Cherya Cherya, sejak SD kamu gak pernah berubah.”
Sambil menunggu bus datang menjemput, aku dan Cherya mengobrol seputar pelajaran di kelas tadi, termasuk ulangan Cherya yang akhir-akhir ini menurun nilainya. Kucoba memberi semangat padanya dan membantunya mengerjakan tugas.
Aku dan Cherya adalah teman baik sejak SD hingga di bangku SMA kelas 11 ini. Cherya adalah anak yang tangguh dan berani, tak mudah menyerah dan yang sekarang sedang berusaha belajar feminim. Karena aku sudah berkata padanya, bahwa dia butuh perubahan di SMA. Tidak masalah jika sifatnya yang berani menantang itu tetap ada selama dia benar, tapi setidaknya dia tidak lagi bertopi tentara dan memakai rompi jeans yang mirip anak jalanan itu.
Ketika bus datang, aku dan Cherya naik dan duduk di bangku paling depan. Rumah kita bersebelahan dan berjarak kurang lebih 5 km dari sekolah, karena itu setiap hari bus menjadi pilihan kami berangkat dan pulang sekolah sejak SD. Seperti biasa, Cherya akan mengeluarkan novel setebal 5 cm dan mulai membaca di bus, sementara aku mendengarkan lagu melalui earphone. Sesampainya di halte selanjutnya, kami turun dan pulang ke rumah masing-masing.
Keesokan harinya, sesampai disekolah, kulihat teman-teman sedang membahas pr biologi. Dan sudah kuduga, Cherya lupa mengerjakannya. Jam pertama dimulai, Pak Doni lalu masuk kelas dan berkata “Siapa yang tidak mengerjakan pr silahkan keluar kelas sekarang juga.” Tubuh Cherya berkeringat dingin, dia lalu berdiri dan keluar. Hanya Cherya yang keluar. Aku lalu memasukkan buku pr ku dan berdiri keluar menyusul Cherya.
“Kamu ngapain? Tadi aku lihat pr kamu udah dikerjakan” teriak Cherya
“Aku gak tega liat kamu sendirian diluar, jadi aku masukin buku prku.” Ucapnya
“Ya ampun Lenn, kamu baik banget sih” ucapnya manja
“Biasa aja Cher, lain kali makannya jangan lupa ngerjain pr”
“Iya deh, mulai besok aku gak bakal lupa ngerjain pr. Biar kamu gak perlu nemenin aku lagi kaya gini, biar kamu gak ngerasa repot bantuin aku terus. Tapi ingetin ya, kadang aku lupa.” Katanya sambil tersenyum
“Dasar, mirip ibu-ibu. Pelupa dan keras kepala.”
“Biarin, nyatanya kamu mau temenan sama ibu-ibu cantik kaya aku” katanya sambil menjulurkan lidah
“Cherya kamu butuh obat ya? Bener-bener gak waras.”
“Aduh, perutku. Sakit banget” katanya sambil memegang perutnya
“Cher, aku tau kamu acting. Bangun cepet”
“Lenn, aku serius.”
Tiba-tiba Cherya terjatung pingsan. Aku lalu menggendongnya ke UKS dan membaringkan tubuhnya di ranjang. Wajahnya pucat, dan sepertinya tubuhnya yang kecil kelelahan memikul badannya sendiri. Aku lalu menuju kelas dan mengatakan pada Pak Doni bahwa Cherya pingsan. Pak doni lalu memintaku membawa buku biologi sambil menemanimya, hingga Cherya terbangun. Aku lalu berjalan menuju UKS. Tapi tak kudapati Cherya disana. Aku keluar dan mencarinya. Ternyata Cherya ada di dekat kran air sebelah UKS. Aku melihatnya. Lalu menghampirinya, tak kusangka, ia sedang muntah. Bukan sedekar muntah, ia muntah darah. Aku panik, sangat panik.
“Cher, kamu kenapa kok bisa muntah darah gitu?”
“Aku baik-baik kok. Cuma tenggorokanku aja serak, dan gusiku tadi berdarah.”
“Gak mungkin, masa gusi berdarah sebanyak itu.”
“Beneran Len, aku baik-baik. Cuma sakit perut aja, makan yuk, aku laper nih. Kamu bawa bekal kan?”
“Iya bawa, yuk.”
Sepulang sekolah aku masih terpikir kejadian tadi. Cherya tidak pernah cerita masalah kesehatannya. Dan aku mulai menyadari bahwa akhir-akhir ini dia terlihat lebih kurus, sepertinya berat badannya mulai menurun. Karena panik ini, aku kemudian berniat ke rumah Cherya untuk melihat keadaannya. Aku mengetuk pintu rumahnya. Dan kudapati Mbok Siti berdiri membuka pintu.
“Eh ada mas Lenno, mari mas masuk dulu. Neng Cherya masih ke rumah sakit sama Bu Venya. Masih periksa ke dokter. Cek kesehatan, mungkin melihat perkembangan penyakitnya.”
“Perkembangan penyakitnya? Cherya sakit apa Mbok? Dia tidak pernah bilang apa-apa tentang penyakit yang dideritanya.”
“Aduh.. Bodoh, bodoh.. Aku keceplosan ini, waduh bahaya nih kalo neng Cherya tau.” Omel Mbok Siti pada dirinya sendiri.
“Mbok Siti, jawab pertanyaan saya. Cherya kenapa?”
“Anu mas, aduh. Tapi saya udah janji kalo gak akan buka rahasia.”
“Mbok, saya temannya Cherya dari kecil, tetangganya. Saya berhak tau tentang dia.”
“Itu mas, emm. Cherya kena penyakit. Dia.. dia punya kanker lambung. Sudah dua bulan yang lalu penyakitnya berkembang. Sekarang dia menginjak stadium 4.”
Aku kaget. Tak dapat berkata apa-apa. Dalam sekejap aku merasa lemas. Aku lalu berlari melewati halaman rumahku dan masuk kamar. Aku tak tahu harus bertidak apa. Cherya sakit. Sakit kanker stadium 4. Kanker bukan penyakit biasa. Ini penyakit parah yang berujung kematian. Aku tidak siap untuk ditinggalkan orang yang telah menjadi bagian dalam hidupku untuk kedua kalinya. Ayahku dulu seorang penderita penyakit kanker paru-paru. Dan sekarang Cherya, sahabat karibku, menderita kanker pula. Untuk kali ini, aku tak akan membiarkan dia pergi dariku. Aku akan menemani Cherya, sampai kapanpun.
Pagi itu, aku menunggu Cherya di halte bus, tetapi dia tak datang juga. Akhirnya aku berangkat sekolah sendiri tanpanya. Kelas serasa sepi tanpa tawa dan senyum Cherya hari itu. Bangku disebelahku tampak kosong, tak bernyawa.
Sepulang sekolah aku menghampiri Cherya dirumahnya. Tetapi Mbok Siti berkata.
“Cherya lagi pergi mas, masih periksa sama Bu Venya.”
“Yaudah Mbok, Leno titip ini ya buat Cherya.” Kataku sambil menyodorkan jaket hangat milik Cherya yang tertinggal dirumahku.
Pada jaket itu terukirkan nama ku dan Cherya. “Chelen.” Terdengar aneh. Tapi itulah bentuk persahabatan kami. Jaket itu selalu jadi favorit kami. Aku teringat ketika itu Cherya meminta untuk membuat jaket couple karna iri dengan teman-teman ceweknya yang punya banyak barang couple dengan pacarnya. Berhubung Cherya single, aku yang jadi sasarannya. Kini jarak antara kita semakin terlihat. Cherya tak mau menemuiku lantaran tahu bahwa aku sudah mengetahui penyakitnya dari Mbok Siti.
Malam itu aku datang lagi kerumah Cherya. Mengetuk pintu. Bu Venya yang membukakan pintu.
“Hei Leno, ayo masuk dulu. Diluar dingin.”
“Iya tante. Tante, Leno mau tanya tentang Cherya. Kenapa dia tidak pernah cerita tentang penyakitnya? Dan kenapa dia menjauh dariku sekarang? Aku tidak mengerti. Kita begitu dekat sejak kecil.”
“Leno. Tidakkah kamu sadar sesuatu? Cherya menyayangi kamu. Lebih dari sekedar sahabat, hanya saja dia terlalu pandai menyembunyikan perasaannya. Dia tidak ingin kamu menjauh ketika dia bukan lagi dia yang dulu ketika sehat. Dia juga tak mau kamu tahu penyakitnya, karena tak ingin mengingatkan pada ayahmu dahulu.”
“Tante, Leno meyayangi Cherya sejak kecil, sejak smp bahkan sampai sekarang. Leno tidak memandang syarat mencintai Cherya. Leno tulus menyayangi Cherya. Sudah lama sebenarnya Leno mau mengungkapkan rasa ini. Tapi Leno takut kalau Cherya tidak punya rasa yang sama. Dan Leno takut, kalo persahabatan kita jadi berjalan tidak semestinya karena cinta salah satu pihak. Tapi semenjak Leno tahu penyakit Cherya. Saya tidak akan menunggu terlalu lama lagi, Leno mau ngungkapin perasaan ini, sebelum semuanya terlambat. Seperti apapun semua akan berakhir, Cherya tetap yang saya perjuangkan tante.”
“Bagus Lenn, tante setuju sama kamu. Yuk, tante temenin ke kamar Cherya sekarang, semoga dia udah bangun dari tidurnya.” Senyum Tante Venya
Terkejut. Itu yang kurasakan. Ternyata ketika aku sedang berbincang-bincang dengan Tante Venya, Cherya ada dibelakang ruang tamu. Matanya berlinang menatapku. Tak kuasa menahan tangis, dia langsung berlari memelukku. Sambil membiarkan air matanya membasahi kemejaku. Kulihat tante Venya berjalan menjauhi kita, memberi ruang berdua dengan Cherya.
“Lenn, aku gak tau harus bilang apa, mungkin memang cinta yang aku rasain. Tapi aku tak tau apakah semua ini nyata?” tangisnya
“Cherya, nyata atau tidak, mimpi atau bukan. Kamu yang ada selalu aku pikirkan. Aku gak mau kamu pergi ninggalin aku.”
“Lenn, yang dibilang mamaku tadi, itu semua bener Lenn. Sebelum aku pergi untuk selamanya, aku mau meminta permintaan terakhirku ke kamu.”katanya sebelum tangisnya meledak
“Cher, jangan bilang gitu dong.” Aku tak bisa menahan air mata, yang mulai berjatuh membasahi helaian rambut Cherya.
“Aku mau kamu jadi pacar aku, setidaknya aku gak ngerasa single waktu dikubur nanti.”
Entah aku harus tertawa atau menangis mendengar kalimat Cherya barusan.
“Kamu harus tembak aku sekarang, jadian hari ini juga. Karna aku mau, kamu jadi yang pertama dan terakhir buat kau.” Canda Cherya sambil menangis
“Cherya Meriana, maukah kamu jadi gadisku? Aku berjanji akan membuatmu tersenyum dan bahagia di hari terakhirmu. Dan akan membawamu di senja yang indah esok hari.”tangisku mulai terasa.
“Oke. Jangan mengecewakan aku.”
Keesokan harinya, aku mengajaknya pergi ke sebuah pegunungan dekat rumah kami. Dengan bermodal mobilku yang jarang kupakai, aku membawanya melihat senja hari itu. Kami disini. Berdua. Menikmati senja yang masih berlangsung.
“Lenn, makasih ya buat semuanya, kamu teman terbaikku sekaligus pacar terbaikku.” Candanya
“Pacar terbaik? Emang kamu punya berapa banyak?”
“Lennnn” teriaknya sambil mendorongku dan menggelitik perutku
“Cheryaaa, jangan, aduh.. geli Cherr..” teriakku lalu berniat balas dendam menggelitik perutnya.
Tetapi sebelum berhasil aku balas dendam.
“Awww.. Aduh Len perutku sakit banget. Ahh.. aku bener-bener gak kuat.”
Wajahnya pucat. Darah mulai bercucuran dari bibirnya. Waktunya sudah dekat. Gumanku memandang wajahnya yang tak berdaya.
“Len, jaga baik-baik dirimu, aku akan selalu doaakan kamu yang terbaik."
“Cheryaaa..” tangisku meledak dan meneriakkan namanya.
Cherya Meriana. Dia menghembuskan nafas terakhirnya. Dengan meninggalkan sejuta kenangan yang masih kurangkul. Aku bersedih. Sangat. Tapi setidaknya aku tidak khawatir lagi, karna Ia telah melewati hari terakhirnya dengan indah bersamaku. Dan telah meninggal dalam pelukanku. Dia telah menjadi Senja yang tak Pernah Pudar.
Siapa yg ke GJUI??? XD Yami bakal kesana tgl 23-24 agustus buat wisata kuliner//eh Ngasih tau doang sih :va... //kalomauketemuayooo///kayakadaajaygmau////rollsaway
Bukan tidak mempunyai harga diri, tetapi meminta maaf juga bukan hal yang membuat kita berdosa. Jadi apa salahnya meminta maaf walaupun itu bukan salah kita.
Oimw
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu, meski kau takkan pernah tahu...
okay, otakon...seriously, heh?!
oke, pada akhirnya saya melihat2 artikel2 tentang otakon yang digelar baru baru ini =w=d
dan yang tidak bisa saya percaya adalah......
MEREKA MEMILIKI STAND/BOOTH KHUSUS UNTUK MENJUAL BARANG2 YANG MENGENAI YAOI?! OEMJI! orz
GOD!
DAN SAYA MELIHAT BANYAK SEKALI DOUJINSHI, FANBOOK MENGENAI YAOI TERUTAMA UTA NO PRINCE!!!! MAN!!!
YOU DON'T SAY....
gyaaaa!!!!
dan yang saya lihat adalah....pairing natsuki dan syo #nosebleed
aaaaaaaaaaa my nachan!!! UGYAAAA!!~ #suddenlyfangirling =w=d
x'DDDDD
dan itu membuat jantung saya doki doki gak jelas.
ditambah syo nya itu...gambarnya....GAMBARNYA!!!! shoujo banget masbro QvQ oh yeaaah!!~
♥Indah Tak Mesti Harus Sempurna♥
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat saudaraku fillah.. sejarah telah membuktikan bahwa jutaan wanita di dunia ini mampu menjadi bidadari dunia yakni wanita sholehah perhiasan dunia terindah sejak zaman dahulu kala hingga kini termasuk ratu rumah tangga yakni ibu kita sendiri. Beliau- beliau telah banyak menorehkan warna kehidupan dengan ciri khas kepribadian yang dimiliki.Lantas bagaimana dengan kita? Usia kita memang masih jauh dari uzur, tapi bukan berarti masih terlalu hijau untuk memulai langkah menjadi wanita sholehah sejati.Justru di saat usia muda dengan segenap tenaga yang prima kita memiliki kesempatan emas untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang indah menawan hati. Sesungguhnya seorang wanita yang sholehah akan senantiasa menjaga kehormatannya,tak membuka auratnya di depan pria yang bukan muhrimnya,tutur katanya selalu ia jaga karena takut jika ada yang tersakiti dengan perkataannya. Pergaulannya pun senantiasa ia jaga agar pria yang kelak menjadi pendampingnya tak sia- sia memilihnya karena kesucian dirinya tak tersentuh sebelum ia. Wanita sholehah akan lebih senang jika berkumpul di lingkungan yang memberikan pencerahan dan penyegaran bagi kondisi keimanan agar kualitas kepribadian terjaga.Tapi bukan berarti mereka menutup diri bergaul dengan lingkungan yang lain. Mereka akan berusaha untuk menjadi teladan bagi yang lain bukan karena ingin disanjung tapi karena kesadaran untuk menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya. Wanita sholehah adalah wanita yang memiliki kepribadian atau akhlaq yang mulia. Namun perlu diingat bahwa wanita sholehah bukan berarti wanita yang suci dari dosa, sempurna dan tak pernah berbuat salah. Bukan seperti itu saudaraku.Namun ada yang membedakan mana wanita yang sholehah dan mana yang belum. Wanita sholehah jika melakukan kesalahan segera tersadar bahwa ia melakukan kesalahan, mengakui lantas bertaubat memohon ampunan-Nya dan berusaha tidak mengulangi kesalahan yang sama. Saudaraku..sesungguhnya kesempurnaan dalam kehidupan manusia itu tak pernah ada.Termasuk wanita sholehah. Wanita sholehah disebut sebagai perhiasan dunia terindah. “ Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah”. ( HR. Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ahmad dan Malik ) .Walau indah tak mesti harus sempurna. Karena kesempurnaan adalah milik Allah semata.Namun bukan berarti kita tidak bisa menjadi makhluk Allah yang istimewa di hadapan-Nya. Allah telah menganugerahkan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman.Dengan tuntunan itu wanita bisa menjadi makhluk yang cerdas dengan visi hidup yang jelas.Dan dia bisa muncul sebagai sosok yang anggun dengan kepribadian yang agung.Yang lebih dari itu dengan kedua tuntunan itu kita mampu mewujudkan citra diri kita sebagai perhiasan dunia yang terindah andaikan benar- benar bisa mengamalkannya.