Cuando me quieren abrazar, pero no me gusta que lo hagan...

seen from Malaysia

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Germany
seen from China
seen from Malaysia

seen from Netherlands
seen from Portugal
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from Austria

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Ireland
seen from United States
Cuando me quieren abrazar, pero no me gusta que lo hagan...
Mau Ayo, Enggak Yaudah
Di umur segini dan di zaman ini. Rasanya bagi saya udah cukup deh dengan bualan dan kata manis. Pujian dan gombalan. Untuk apa juga ngarepin yang begitu. Gak bikin tenang hati juga. Apalagi yang sama sekali belum ada ikatan apa-apa. Jadi maaf, saya terbilang cuek bebek sama tipe pria begini. (Pria = kesannya biar dewasa gitu)
Emang ada? Ada. Dengan kerendahan hati, bukan maksud sombong atau menolak kasar. Tapi sejatinya perempuan di usia matang gak butuh digombalin. Asli. Haha. Geli aja rasanya. Lebih baik saya menjauh perlahan kalau gak ada kepastian. Pikirannya udah gak mau ribet, gak mau ambil pusing, gak mau juga disibukkan sama hal begitu. Rugi aja rasanya waktu terbuang dengan orang yang belum tentu kelak bersama kita. Setdah!
Sudah pada titik fokus yang lebih serius. Tidak untuk main-main. Apalagi baper-baperan. Oh nggak deh, maaf. Lebih baik saya sibuk mengerjakan RPP, media, dll ketimbang harus meladeni. Makanya akan saya jawab seperlunya, sesingkatnya. Biar cepat kelar perbincangannya, gak mengarah ke gombal-gombalan.
Sudah pada titik. Mau ayo, enggak yaudah. Selesai.
Kejam gak sih? Enggak. Justru ini cara agar hati kita gak terombang-ambing. Bener-bener dijaga untuk ia yang nanti bener-bener pasanganmu. Makanya perlu banget kita minta dikuatkan hati untuk selalu dicondongkan kepada keridhoan-Nya.
Kalau masih ada tipe pria begini, saya balik kanan bubar jalan.
@janatunrahmilah
Cibinong, 19 Juni 2020
"Jika Rumah adalah tempat untukmu tinggal, Jika Rumah adalah tempat bagimu nyaman, Maka jadikan hatiku sebagai rumah".
labirinkata
Kamu hanya membuatku bingung saja
Bingung harus memperbincangkan apa saat kita bertemu
Bingung harus dengan kata apa aku mendeskripsikan indahmu
Bingung akan perasaan apa yang selalu datang saat ingat tentangmu
- Helmi Zufar
Hilang dan Temukan
Semasa kecil kita disibukkan dengan permainan sederhana yang sedikit menyakitkan, seperti halnya bola gebok, petak umpet, apalagi jika kita bermain dengan teman yang sialnya luar biasa, ia nyenyak tidur dirumahnya sedangkan kita sibuk mencari dengan muka memelas karena orang itu tak kunjung ditemui.
Memasuki remaja, cinta hadir jelma kau, menghadirkan dentuman orkestra yang membuat hati selalu bersenandika. Saya berhasil merebutmu dari mereka yang juga mencintaimu, tapi tidak sebesar cinta saya. Sebulan berjalan panggilan sayang mulai hilang, sikapmu yang cair mulai membeku, dan selepas itu saya kau lepas.
Memasuki dewasa saya tidak kenal cinta, terlalu berlayu dengan masa depan yang menanti dengan lengan menantang. Masa lalu saya tinggalkan, dan kau hadir minta dibahagiakan. Senyummu berhasil membuat yang patah kembali tumbuh. membuat yang rusak kembali utuh. Begitu hebat kau memainkan peran perihal masa depan. Dan mulai hari itu, saya perjuangkan 2 hal, sastra dan dirimu.
Hingga 3 tahun bersama, saya beranikan diri untuk memeluk jarimu dengan liontin. Senyum yang membuat saya jatuh cinta itu kembali merekah. Kau menangis tanda bahagia, saya girang tiada kira. "mulai dari sini, aku akan mencintaimu seribu kali lebih dalam." ujarmu.
4 tahun berjalan, kau saya pinang, kita bertukar tulang, saya menjadi tulang punggungmu dan kau menjadi tulang rusukku.
Panggilan bunda dan ayah begitu nyenyak ditelinga, seorang bayi kecil tumbuh menjadi remaja, dengan harap anak yang satu ini, seberuntung aku yang berhasil mendapatkan wanita seperti dirimu.
"kamu hanya butuh aku, untuk melepas sekap kebuntuan cintamu terhadap tuhan."
— katamu
jika dua hati saja cukup untuk membangun hubungan yang seimbang, mengapa kamu harus melibatkan hati yang lain lagi?
tatjtiyah
Jangan kuras energi-mu untuk merayu-nya, jangan pula kau tebang martabat-mu di hadapan-nya. Cukup saja kau rayu sang Penguasa hati, bujuk-lah Dia se-hebat yang kau mampu. Yakin-kan Dia bahwa kau pantas menjaga-nya, menyelamatkan-nya dan menjadi sebab-nya bertakhta di sorga. Tapi jika semuanya meleset, yakinilah kau cupu dan tak mampu merayu. :D
coba lagi mungkin rayuan-nya lebih hebat dari mu akui cupu-mu sebelum merayu bergurulah agar pandai