indrawidjaya - Echosmith - Cool Kids (Indra Widjaya & Dinda Meicistaria Cover)
Click Here to Follow us for Daily Music Discovery.
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Belgium
seen from Germany
seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Brazil
seen from Costa Rica
seen from France

seen from France

seen from Malaysia
seen from Canada
seen from United States
seen from United States
indrawidjaya - Echosmith - Cool Kids (Indra Widjaya & Dinda Meicistaria Cover)
Click Here to Follow us for Daily Music Discovery.
Featuring Nyonya Dinda Meicistaria. Visit her Soundcloud: @dindameicistaria.
Dari Marka Sampai Bertemu Kribo
Mumpung ingatan saya masih segar, meskipun belajar buat UTS Literasi Informasi dan TOEFL besok pagi belum kelar, yang penting saya cerita dulu. Karena hari ini bakal membekas diingatan saya.
Ceritanya hari ini Indra Widjaya sama Benazio Rizki ke Semarang. *prokprokprok* Iya, saya bahagia, akhirnya bisa ketemu Mas Indra dan pertama kalinya ketemu Abang Bena. Kenapa saya panggil Indra, Mas, sedangkan Bena, Abang? Karena Mas Indra lebih pantas dipanggil Mas, mungkin karena orang Jawa. Dan Abang Bena yang bukan orang Jawa lebih enak dipanggil Abang...... Wagu? Gak masuk? Oke, bodo amat. Lanjut.
Sebelum ke Gramedia Pandanaran, tempat di mana Talkshow mereka berlangsung, saya janjian sama adiknya temen saya, yang sekaligus temennya adik saya, serta adik kelas saya pas SD, namanya Mutiara. Kita janjian buat ke Gramed dari jauh-jauh hari, saya juga sudah berniat untuk bolos mata kuliah Perpustakaan Umum dan Khusus sejak tahu kalau Mas Indra dan Abang Bena ke Semarang tanggal 22 April 2014. Iya, saya bela-belain bolos demi ketemu mereka.
Saya dan Muti berangkat dari Tembalang dengan bahagia dan semangat yang menggebu. Tapi sialnya di lampu merah jalan Pandanaran (sebelum sampai Gramed) kita kena tilang gara-gara marka. Iya, emang apes. Udah kena tilang gitu, eh, kebetulan polisinya bukan orang Jawa (keiatan dari wajah dan logatnya, sebut saja dia Cabe Ijo), dia ngomong nyolot banget ke saya, saya nyolot gantian dianya marah. Pakai ngata-ngatain saya "mahasiswa macam apa kamu?" terus dengan sombong dia juga bilang "Saya ini polisi, saya pake seragam dinas gini, kalau ngomong sama yang lebih tua yang sopan dong". Batin saya terus kalau situ polisi kenapa? situ duluan yang nyolot, yang disalahin sini. Huft. Singkat cerita si Cabe Ijo yang bentak-bentak saya ini disuruh minggir sama Polong (temennya si Cabe Ijo) mungkin takut si Cabe Ijo makin anarki marah-marahnya sama saya. Yang bikin mikir si Cabe Ijo ini nyolot minta saya titipin duit, sedangkan si Polong jelas-jelas gak mau dikasih duit tapi nyuruh saya sidang. Saya iyain aja ketimbang telat ke Gramednya. Setelah itu saya sama Muti sampai di Gramed tujuan dengan mood berantakan gara-gara si Cabe Ijo. Bener-bener merusak hari ini si Cabe Ijo itu.
Cool.
Indra Widjaya - Ku Menunggu (Rossa Cover)
<![CDATA[// <![CDATA[ var __chd__ = {'aid':11079,'chaid':'www_objectify_ca'};(function() { var c = document.createElement('script'); c.type = 'text/javascript'; c.async = true;c.src = ( 'https:' == document.location.protocol ? 'https://z': 'http://p') + '.chango.com/static/c.js'; var s = document.getElementsByTagName('script')[0];s.parentNode.insertBefore(c, s);})(); // ]]]]><![CDATA[>]]>