And now. A girl in my mirror, sleeping with a smile on her face 😊😊😊
seen from United States
seen from Canada
seen from Sweden
seen from United States
seen from China
seen from Vietnam
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Philippines
seen from China

seen from United Kingdom

seen from China
seen from China

seen from China

seen from United States
seen from Kazakhstan
seen from China
And now. A girl in my mirror, sleeping with a smile on her face 😊😊😊
Aku tahu bahwa menikah itu sunnah Rasul dan termasuk sebagian dari Iman. Aku ingat dan akan selalu ingat akan keharusan untuk menikah. Maka tolong jangan ingatkan aku untuk menikah. Ingatkan saja aku untuk hal yang lain. Ingatkan aku untuk belajar menerima dan mencintai, entah siapa, dia, laki-laki, yang nantinya mungkin menjadi imamku. Bandung, 25 Agustus 2015 ©inealzz
for me, “preventive is always better than “have to repair”.
udah gitu aja.
ketika sosial media dan instant messenger membuat dunia kita menjadi lebih sempit.
ketika ingin mencurahkan uneg-uneg di status, tapi ga mau sampe “orang itu baca”.
ketika terpikir untuk bikin status di Google+, kemudian mikir lagi pasti ga akan ada yg comment.
dan ketika di comment orang-orang sepertinya lebih penting daripada mengeluarkan uneg-uneg itu sendiri.
duuuhh emaaak....
#problem
saya iri. iri pada mereka yang selalu membawa bekal makan siang dari rumah. makan siang yang disiapkan oleh ibu mereka.
memang benar adanya penggalan kalimat yang menyebutkan bahwa "iri tanda tak mampu".
mungkinkah ini karma?
dulu selalu terpaksa kalau harus membawa bekal dari rumah. sekarang, sungguh rindu sekali dengan masa itu. masa selalu membawa makan siang dari rumah. bikinan ibu.
walau tidak seenak masakan koki handal, masakan ibu selalu jadi yang no satu.
rindu sekali masakan ibu.
saya juga iri. iri pada mereka yang membawa bekal makan siang dari rumah. makan siang yang disiapkan mereka sendiri.
lagi-lagi "iri tanda tak mampu".
ingin sekali bisa menyiapkan makan siang sendiri. belanja sendiri, masak sendiri. dibawa ke kantor. dimakan dikantor. dan saya bisa menyombongkan diri. bahan makanan yang berkualitas. sesuai food combaining. menu yang bervarias. tanpa additive sintetis.
jadi kapan bisa punya rumah sendiri dengan perlengkapan dapur lengkap?
Lagi-lagi kita mebicarakan hal itu lagi. Tentang masa depan. Dan tidak akan pernah terwujud.
Mimpi absurd tadi shubuh. Berada di tepi pantai berpenghunikan lumba-lumba. Berpayungkan langit senja dengan semburat khas warna orange-nya. Entah pantai mana. Tapi terdengar selintingan, ada yang menyebut-nyebut Lombok. Tidak banyak yang dilakukan. Hanya sempat mengambil satu foto landscape laut. Kemudian terdengarlah suara adzan shubuh -yang ini beneran, bukan mimpi- it's mean….my dream its over.
Kenapa mimpi selalu absurd begini. Entah beneran Lombok atau bukan. Entahlah. But I was so happy with this dream. Semoga bukan hanya mimpi. Semoga suatu hari nanti beneran bisa menginjakan kaki di Lombok. Aamiin.
and the reason is you
Dulu. Beberapa tahun yang lalu saat hp CDMA sedang marak-maraknya. Tidak pernah sedikitpun terlintas untuk ingin memilikinya. Butuh sih, untuk keperluan kantor, nanya ini itu masalah sampel ke tekhnisi atau sales yang lagi dilapangan, tapi kan ada telp kantor. Atau juga sekedar haha hihi sama teman-teman sekolah (yang punya hp CDMA), tapi kan masih ada telp kantor, nelp temen-temennya siang-siang aja biar bisa pakai telp kantor. Jadi buat apa punya hp CDMA?
Sampai suatu ketika berkenalanlah saya dengan seorang laki-laki yang punya esia. Yang dengan tiada henti-hentinya minta no CDMA kepada saya.
Sayapun menyerah. Dengan budget seminim mungkin, dan saya pun akhirnya membeli hp CDMA. Dan kemudian laki-laki tersebut menghilang. Iya. Menghilang.
Lalu beberapa tahun kemudian, hampir semua orang yang merasa gaul, tajir, eksis, sukses memakai hp jenis ini. Pokoknya belum gaul kalau belum punya pin. Iya, hp ini adalah Blackberry. Lagi-lagi saya tidak tertarik untuk memilikinya. Entahlah, menurut saya teknologi yang ditawarkan tidak sesuai dengan budget yang harus kita keluarkan untuk memilikinya. Lagian saya lebih tertarik untuk membeli ponsel yang menggunakan android sebagai operating systemnya.
Untuk beberapa lama saya bisa bertahan. Saya tidak peduli kalau semua teman sudah menggunakan Blackberry. Saya tidak peduli kalau saya dikucilkan gara-gara tidak punya BB. Saya juga tidak peduli kalau klien-klien saya mengatakan bahwa dengan BB urusan bisnis jadi lebih lancar. Saya tidak peduli. Tidak peduli siapapun dia yang minta no pin BB saya. Saya tetap pada pendirian saya untuk tidak menggunakan BB. Sampai pada suatu ketika dia yang bertanya. "boleh minta pin?". Damned. dan seketika itu pula saya mati kutu, sangat berharap punya BB. Oke beberapa bulan kemudian saya beli. Dan langsung add dia di contact list BBM. Lalu 3 bulan kemudian BB dia error dan ganti hp. Bagussekali.
Sekarang saya baru beli Samsung Galaxy Tab 2. Keren kan? Tahu kenapa saya membelinya? Karena saya dapat invitation Path dari dia. Yeayyy… ..
Karena BB saya masih bagus, dan males juga harus pakai 2 hp, jadi gak beli hp android, dan tab2 jadi pilihan saya.
Betul-betul gambling. Hanya bisa berharap ini bukan langkah bodoh. Semoga Path will bring us to be closer than friend or brother-sister relationship.
Kemungkinan sekecil apapun harus saya tempuh bukan? Yah even if amat sangat kecil sekali.