No Holiday, No Problem !
Salam, sahabat jauh yang sebentar lagi menjumpai langit Jakarta, Ibu Ketua, Baiq Mega Hikmah Septa Mala. Semoga hidupmu juga senantiasa bernaung dibawah lindungan-Nya dan berkah mengalir mengiringi kesibukanmu. Maafkan juga, karena akupun tak bisa konsisten mendampingi SMblog. Pertama, selamat atas kesuksesannya sebagai Organizing Committee Warna Komunikasi dan juga kesuksesannya dalam mengetuai teman-teman HIMIKOM Universitas Mataram. Wah, setelah di jurusan, mau jadi ketua di mana lagi Meg ? BEM kah ? PII kah, atau di tempat lain ? kayaknya hidupmu emang ditakdirkan untuk memimpin deh, hehe. Sama sepertimu, aku sebenarnya juga punya banyak cerita yang mau dikisahkan, sayang semuanya hanya berlalu tanpa sempat diabadikan dalam tulisan. Alasannya pun masih sama seperti yang lalu-lalu; S.I.B.U.K. Tapi, sebagai gantinya, yang berlalu itu akan coba kurangkum menjadi “Memoar Kesibukan Sakti” wkwkwkwk. Kali ini spekulasinya dipercantik sedikit biar kamu mau baca :v
Momentum pergantian dan awal tahun kemarin bisa dibilang puncak kesibukanku di tahun 2016. Di awal hingga pertengahan Desember kemarin aku sempat hectic dengan beberapa aktivitas. Di awali dengan ajakan Bu Ida untuk terlibat sebagai tim peneliti di salah satu project penelitian ketika memberikan asistensi mata kuliah dasar-dasar logika. Penelitian ini adalah project pembuatan rencana strategis pengembangan perempuan di sektor informal dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Dan kebetulan tim kami mendapat tanggung jawab untuk meneliti di sektor konveksi. Alhamdulilah, banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang bisa kudapatkan karena ibu Ida selaku ketua tim berani mempercayakan tugas-tugas yang menurutku krusial seperti halnya indepth interview, mencari dan menganalisis jurnal tentang konveksi di Indonesia, sampai mengolah raw data penelitian. Ditambah lagi, dalam penelitian ini hanya aku yang statusnya masih sebagai mahasiswa. Bisa bekerja sama dengan dosen-dosen yang khasanah keilmuan risetnya sudah dalam was really a great chance. Oh iya, karena penelitian ini juga, wawasanku tentang pekerja wanita di sektor informal lumayan bertambah. Gara-gara penelitian ini juga aku baru tahu kalau ternyata Lombok Timur itu adalah salah satu penyuplai tenaga kerja wanita terbanyak di Indonesia loh.
Lanjut. Tepat setelah konsinyering penelitian berakhir, salah satu temanku dari Bulukumba, Nurwahidah, ngajakin ngumpul-ngumpul. Ternyata undangan ngumpul-ngumpul ini bukan tanpa maksud, setelah makan-makan selesai, Ida mengutarakan niatannya untuk menjadi ketua Ikatan Kekeuargaan Mahasiswa Pelajar Sulawesi Selatan Cabang Jakarta (IKAMI-SS) dan memintaku untuk membentuk tim pemenangan. Jadi ingat masa-masa Pemilu Raya, hehe. Alhamdulillah Ida berhasil terpilih sebagai ketua dengan perolehan suara yang tipis mengungguli calon lainnya.
APA KABAR MAGANG ?
Masalah magang, kemarin sudah kupasrahkan. Oh ya, di kisah sebelumnya aku udah nyeritain tentang ASTRA kan? Kabar dari ASTRA lumayan mengecewakan Meg, hehe. Beberapa pekan sebelumnya pihak ASTRA sudah mengonfirmasi kalau aku belum bisa magang dulu di sana, tapi yang nerima teleponnya teman kontrakanku, Andi. Alasannya, katanya cuma bilang “karena sesuatu dan lain hal”. Andi sempat memintaku untuk mengonfirmasi secara personal, tapi sudah kupasrahkan, Inshaa Allah, ini bagian dari rencana Allah.
Beberapa hari sebelum pergantian tahun, tepatnya tanggal 29 Desember, aku coba apply ke beberapa perusahaan yang menyediakan lowongan magang, tanpa mempertimbangkan lagi profil perusahaannya, asalkan lowongannya untuk jurusan ilmu komunikasi. Diluar dugaan, ada perusahaan yang sudah mengonfirmasi dalam waktu yang sangat singkat. Dibandingkan dengan perusahaan lain yang kadang harus menunggu minimal dua minggu, bahkan hampir sebulan, yang ini gak lebih dua jam sudah ada kabar, dan ternyata konfirmasinya berupa approval, it means sudah langsung diterima dan gak usah pake interview lagi.
FYI, awalnya aku gak tahu ini perusahaan apa, info perusahaan yang diupdate di Instagram lewat akun Magang Id pun sama sekali ga nyantumin identitas dan profil perusahaannya, Cuma ada #lowonganjakarta di captionnya. Wahhh, ini perusahaan apa ya ? jangan-jangan perusahaan gelap, aku sempat mikir kayak gitu hehe
“Selamat malam, ini Andre, yang buka lowongan analyst. Anda kami terima untuk magang di tempat kami, oleh karena itu kami mau mengundang untuk first meeting pada hari jumat 30 Des jam 8 pagi. Tempatnya di perpustakaan riset Bank Indonesia, Gedung B. Lt. 2, Bank Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat. Terima kasih.”
Karena sedang di pom bensin dan buru-buru mau ngikutin muscab IKAMI Cabang Depok di Sawangan, aku cuma balas “baik. Terima kasih atas informasinya. Sampai ketemu jumat besok.” Setelah itu baru sadar, kalau aku lupa nanyain ini dari perusahaan apa -_-“
Alhamdulillah, I’m officially Interns. Siap menimbah ilmu dan pengalaman baru di Bank Indonesia. Jobdesc ku selama di sini sebagai Analyst interns di unit BI Institute. BI Institute itu unit dari BI yang konsen ke arah pengembangan pendidikan, dan tanggungjawabku adalah membuat materi presentasi sesuai dengan topik yang diminta. Oh iya, boss ku di sini namanya Pak Farid Aulia, beliau adalah kepala Divis Academy Leadership and General Management. Kalau BI Institute diibaratkan sebagai kampus, maka Pak Farid ini adalah Dekan di Fakultas ALGM-nya. Awalnya agak di sayangkan, karena gak bisa magang sebagai staff komunikasi, berhubung karena dept. komunikasinya sudah penuh diisi sama anak magang yang lain, tapi beginilah hidup, tak harus selalu seperti yang kita harapka, sebab Allah yang Maha mengetahui yang terbaik untuk kita, tetap wajib bersyukur dan menyerahkan kembali segala sesuatu kepada-Nya.
Alhamdulillah, boss ku juga tergolong baik dan peduli dengan kami, mahasiswa yang magang di sini. Enak diajakin diskusi masalah apapun, beliau bahkan bilang gini “kita harus fair, saya membutuhkan tenaga dan pemikiran kalian selama di sini, dan saya juga senang membantu kalau ada mahasiswa yang butuh bantuan.” Yup, sebelum-sebelumnya, banyak mahasiswa yang pernah ditolong oleh Pak Farid, ada yang dibimbing untuk bisa lulus tes PCPM (seleksi masuk BI jalur management training), ada yang sudah di angkat jadi honorer, bahkan Pak Farid juga sangat bersedia untuk memberikan Letter of Recommendation untuk mahasiswa-mahasiswa pejuang beasiswa luar negeri, berhubung juga beliau adalah lulusan luar negeri (Magister dan doctoral di Perancis). Selain itu, beliau juga bisa di ajak kompromi, waktu aku minta tanggungjawab yang berhubungan dengan komunikasi dan nawarin branding strategy buat BI Institute, Alhamdulillah beliau mau mempertimbangkan walaupun sampai sekarang belum ada konfirmasi, hehe.
Hal-hal lain yang juga aku senangi dari magang di sini adalah :
1.Ruang kerjaku di perpustakaan, banyak majalah-majalah yang bisa dibaca
2.Tuntutan kerjanya gak terlalu rigid dan padat alias bisa santai-santai walaupun agak menjurus gabut, hehe
3. Gampang izin (izinnya udah berkali-kali tapi ga pernah sekalipun ditanya alasan izinnya karena apa -_-), bisa magang sambil beraktifitas dan menyelesaikan tanggung jawab lain di luar tanpa harus merasa berat
4. Ada kajian rutin tiap ba’da dzuhur di Baitul Ihsan (masjidnya BI). Aku sebelumnya udah pernah cerita kan tentang Baitul Ihsan ? masjid langganan anak LDK buat mabit, kajian, dan sering jadi assembly point untuk aktivis sebelum demonstrasi di wilayah medan merdeka dan sekitarnya. Yup, jadinya sekarang makin akrab sama Baitul Ihsan.
Btw, Februari itu awal batch baru buat kebanyakan perusahaan di sini buat buka lowongan magang. Pilihan untuk magang di sini emang worth it sih buat mahasiswa komunikasi, mau di kementrian/institusi negara, perusahaan komersil, stasiun tv, PR Consultant, production house, semuanya ada. Tahu gak, Peldy ama Heni juga magang di sini loh, mereka di Metro TV.
Sekarang lagi libur semester yah? ciee, yang akhirnya punya banyak waktu untuk keluarga. Manfaatin sebaik-baiknya sebelum jadi ke Jakarta yah, jangan sampai pas liburannya udah lewat baru nyesel. Kayak aku sekarang, yang udah fix gak bisa balik, dan liburan semesternya harus di perpustakaan BI -_-“
FYI, Jakarta akhir-akhir ini lagi ga menentu cuacanya, dikira kemarau tau-taunya sering hujan kurang lebih seminggu ini, alhasil sering kehujanan di motor, nanti jangan lupa bawa payung. Oh iya, di Mataram udah ada Go-Jek, Grab-Bike sama Uber belum sih ? Soalnya selama di sini, kamu bakal familiar sama abang-abang mereka wkwkwkwk. Tapi bagaimanapun nanti hasilnya, mau magangnya di sini ataupun di sana, tetap bersyukur, dua-duanya baik, asalkan tanggungjawab selama magang bisa dipenuhi dan dilaksanakan secara maksimal semuanya. Keuntungannya magang di sini cuma bisa mempelajari lebih banyak industri professional secara lebih mendalam lagi, soalnya semua akses ada di sini. Selebihnya, tergantung dari kompetensi yang kita miliki.
Sekian dulu ya meg, semoga bisa meyakinkan orang tuamu seyakin-yakinnya, buktiin kalau kamu Anak Komunikasi asli yang bisa dipercaya oleh siapapun wkwkwkwk. Terus, kalau punya rencana magang di tempat lain dan butuh referensi, silahkan berkabar, mungkin ada yang bisa aku bantu. Tetap semangat.
Selamat tanggal 30 !
Salam,
Dari balik jendela perpustakaan riset BI
Tengah Hari di Pengujung Januari 2017









