Beyond money and output: What makes jobs worth
On frame, bareng supervisor kece LAPOR!: Kak Monitta, Okky, Mas Gib, dan Mas Fer (Minus Mbak Mir, Mas Her, dan Fanni) Sewaktu mengunjungi KSP (Kantor Staf Presiden) kemarin sore, gw disambut sama temen-temen magang LAPOR! Batch XIII dan batch lain yang sedang rame jadi panitia Bimtek TEPRA. Padahal udah jam 17.30, tapi war room (ruang kerja lepas tempat tenaga ahli KSP kerja/rapat besar) masih rame. Di sana mereka ngobrol, ngemil, sambil ngomong kerjaan juga. Beberapa tenaga ahli KSP yang biasanya menempati war room untuk kerja seharian juga nampak santai dan membaur. Beberapa supervisor masak mpek-mpek di pantry bareng pemagang, terus dibawa ke war room untuk dikeroyok bareng. Ga peduli mau tenaga ahli, pemagang, atau mantan pemagang kayak gw, hukum rimba berlaku, kalau ga cepet ga dapet, hahaha. Seru.
***
Gw jadi inget, satu tahun lalu waktu magang di sini sebagai Communication Specialist. Tupoksi kerjaannya lebih kurang mengurusi strategi komunikasi dari perencanaan sampai eksekusi. Pulang balik Depok-Juanda, nerima kunjungan ini itu, jadi panitia ini itu, nemenin rapat ini itu, berkunjung ke kantor ini itu, ga dibayar pula. Tapi kok enjoy ya, suka lama-lama di kantor menyelesaikan kerjaan, diskusi, atau sekedar nunggu pesanan martabaknya Okky atau makan nasi bebek goreng deket stasiun Juanda favorit Mas Ferdy. Kadang janjian satu batch bareng supervisor-supervisor nonton malem terus nge grup geng kereta Depok kompakan pulang bareng. Kalau ketinggalan kereta patungan naik grab terus sambil harap-harap dibayarin supervisor. Pernah juga waktu makan-makan antar batch geng kereta pada nyari tumpangan ke stasiun sampai ada yang duduk di bagasi. Belum lagi supervisornya bawa mobilnya ga stabil, nge-gas pol.
Ga cuma cerita tentang kesenangan, ada juga masa-masa bosen dan masa-masa kerja yang butuh diksusi panjang. Untungnya masing-masing individu di kantor sangat positif thinking dan dewasa kalau ada masalah. Uneg-uneg, saran, pendapat, ketidaknyamanan ya disampaikan secara terbuka. Mau bangun kebijakan dan melaksanakan program apa supervisor dan pemagang biasanya tatap muka dan duduk bareng saling kasih pendapat. Kalau CS-DS (Communication Specialist - Design Specialist) sering konsul bareng Mas Gib dan Okky. Kalau desain Elis menurut gw kurang pas ya langsung dibilang terus diskusi bareng nyari solusi (kayaknya gw lebih sering terkesan ngatain deh wkwkwwkk). Paling sering dikoreksi EYD sama duta bahasa Mas Gib terus editorial dan artikel diedit berkali-kali. Kalau merasa ga perlu diperbaiki disampaikan langsung, ngobrol, ga pake wa-wa, sosmed atau blow up ke tenaga ahli lain. Pada saling percaya dan positif :) Btw tentang rasa percaya, dulu pernah sewaktu baru masuk satu atau dua minggu kantor langsung disuruh gantiin supervisor ke rapat salah satu kementerian. Bukan mendampingi lho, tapi gantiin. Gw dan satu temen dari participation analyst akhirnya datang on behalf of the Executive Office, ikut rapat, ngejelasin LAPOR! bareng sekjen sama konsultan-konsultan asing di sana. Diajak ikut rapat bareng ke kementerian ini, itu, lembaga negara ini itu, daerah ini itu, komunitas ini itu apalagi, sering banget. Penuh deh pengalamannya waktu di sana. Jadi tahu sistem di lembaga yang satu gimana, komunitas yang itu gimana dengan dengar cerita langsung dari pengurusnya.
Setelah program magang selesai, komunikasi bareng temen sesama pemagang dan supervisor tetap jalan. Ada yang masih bantu-bantu di KSP sampai akhirnya diangkat jadi tenaga ahli. Ada yang masih suka sekedar mampir dan say hi. Masih banyak yang ngecengin Mas Gib di IG minta undangan. Ada yang datang untuk ngambil kelas melukisnya mba Monitta di kantor. Bahkan walau udah lama sejak masa magang selesai para supervisor LAPOR! Masih banyak yang nanya kabar, bahkan menawarkan bantuan yang ga sekedar basa-basi. Dan alumni magangpun jadi enak ngobrol dan minta tolong. Pernas sekali minta surat ke Mas Gib dan beliau lupa. Tiga jam sebelum deadine Mbak Mir Ingetin dan bantu ngurus. Sejam kemudian kelar lengkap dengan ttd deputi KSP. Mereka sangat care sama pemagang dan alumninya. Mau batch berapapun juga mereka inget sampai kita dibuatin grup LAPOR! All Star yang diisi pemagang seluruh angkatan .
Waktu pulang dari kunjungan singkat kemarin, sempat cerita juga, Kenapa ya beda banget rasanya kerja di KSP dibanding kerja yang lain? Katanya, kerja tetap di KSP tidaklah senikmat pemagang rasakan di sana (well, bisa dibayangin tanggung jawab dan beban kerjanya). Tapi para supervisor sengaja ngebentuk lingkungan yang nyaman dan menyenangkan untuk kerja karena paham, pemagang di sana udah ngorbanin waktu dan tenaga untuk kontribusi. Kalau dihitung materi, load kerja dan pemasukan bisa dibilang juga ga seimbang toh gratisan ya, tapi pengamalan, relasi, dan lingkungan ngebuat kita bertahan dan senang. Ada sense of belonging yang terbangun dengan baik ke organisasi yang ngebuat kita pengen balik untuk sekedar say hi, cerita, atau bantu-bantu.
Pengalaman yang semacam ini tentu ga dimiliki semua kantor. Masing-masing punya budaya kerja masing-masing. Tapi sebagai lembaga pemerintah, KSP-LAPOR! punya corak yang sangat beda terutama dari stereotype kerja pemerintah pada umumnya. Setelah dari KSP gw nyoba kerja di salah satu kementerian dan... BEDA BANGET! Setelah itu pindah ke lembaga pendidikan dan BEDA LAGI! Setelah nyoba kerja ini itu merasa beruntung sendiri pernah kerja di sana yang kata orang-orang sih ring 1 istana. haha, It is always good to be back.











