Si Penjual Jamu Cinta . Matahari mulai memicingkan matanya, berkedip pada bumi yang masih kedinginan Sosok wanita paruh baya dengan senyum lebar berjalan menyusuri jalanan, berteriak lembut 'bak lakon sinta di panggung Mahabaratha. . Langkahnya gemulai, diwarnai liukan kanan kiri seorang penari. Si Gemulai menggolekkan keranjang dari pinggul biolanya, melempar utasan senyum menggoda sembari bertanya "Jamu mas?" . Mulut mulut dengan mata nanar berlomba bersuara meminta. Wanita itu menuang rasa demi rasa teruntuk pembeli ajaib yang semakin membanjiri ruang gelar dagangannya. . "Pahit manis di ujung lidah, kecut asam di pelupuk mata, kali ini rasanya beda dari biasanya, ada cinta yang kau curahkan." ucap si mas jenaka . Si Gemulai tertawa, melepas penat derita sembari terduduk bersila. "Aku tetap setia, walau zaman telah beda." . Olahan rempah bercampur cinta, berangkat dari hati. Melahirkan sebuah maha karya yang nyatanya belum juga tergerus arus. . Kini, nanti hingga detakan terbebas dari waktu, Pria-pria pecinta Si Gemulai dan obatnya berkata "Kami juga kan tetap setia." . Si Gemulai lalu beranjak melangkah menjauh dari deretan pasang mata yang enggan melepasnya. Kerlingannya menyimpan sebuah janji, esok pasti kembali. • • • #puisikolab #isengmalam #mamakanak #kmmdk #lfl #l4l #t4t • • @aksara.bening













