Bitung, BP: Sungguh sangat mengharukan dan prihatin nasib seorang ibu Sambur warga kelurahan Manembo-nembo, dimana 3 pekan lalu keluarganya sangat bersedih karena bayi dalam kandungan yang telah memasuki masa melahirkan harus mengalami keguguran dalam kandungan.
Pasalnya menurut korban, karena pelayanan dari rumah sakit Manembo-nembo Bitung baik dari segi administrasi hingga tindakan penanganan tim medis yang berbelit-belit menyebabkan bayi yang di harapkan bisa hidup sehat akhirnya tak sesuai yang di inginkan keluarga.
Menurut korban, pihaknya telah bermohon kepada petugas yang sedang dinas waktu itu untuk segera melakukan tindakan.
Namun dari pihak RSUD Bitung yang menuntut terlebih dahulu menyelesaikan kelengkapan adminstrasi kemudian di adakan tindakan.
Keluarga kurang mampu ini akhirnya menyimpulkan saat itu untuk merujuk korban ke RS.Malalayang.
Namun sayang di tengah perjalanan bayi dalam kandungan tersebut akhirnya gugur.
Program Jampersal Kementerian Kesehatan sepertinya di abaikan padahal ini berlaku gratis di puskesmas dan rumah sakit.
Pelayanan atau tindakan yang sebenarnya sudah bisa di lakukan di RSUD Bitung tapi karena sikap yang mengutamakan prosedur dan mengesampingkan kondisi pasien menyebabkan banyak masyarakat meragukan pelayanan rumah sakit jalan SH.Sarundayang.
Direktur RSUD Bitung dr. Jeanette Watuna saat di konfirmasi lewat telepon selulernya mengatakan bahwa saya konfirmasi dulu dengan dokter yang menangani. (mo/bp)