Lengan kanan nenek adalah guling istirahat saya ketika kecil. Nenek bernyanyi tanpa sumbang untuk mengantar cucunya yang penakut ini
tidur.
Sukar, nyaris mustahil bila ada niatan mencari sentuh selembutnya, suara seindahnya dan air mata yang mampu memantik cemas. Beliau teristimewa.
Suara pelan ditiap obrolannya dengan Tuhan adalah lampu kuning bagi saya agar jangan mengecewakan. Wajar dan tentu sesekali suara keras jadi wajah peringatan bila ada kesalahan. Semua demi kebaikan dan jamin selamat cucunya yang tumbuh kini lebih besar. Beliau terutama.
Senyum bila mendapati di layar telepon genggam ada namanya
diiring dering. Saya rindu.
Berdebar bila dering itu tiba dikala sadar salah, dipikul cucunya yang kini sudah mau tak mau harus dewasa.Beliau tercinta.
Halo nenek, terima kasih ya. Bukan sekedar saya tidak tumbuh tanpa
perjuanganmu sebelumnya. Tapi lebih kepada sabarnya hati dan tidak putusnya doa untuk cucu kecilmu yang kini sudah jauh lebih berani.
Saya sayang sekali. Saya yakin nenek pasti rasa. Semoga beliau berbahagia selamanya. #palawija #rewrite #tumblr #janoko #monokrom #konoha #gengpandawa (di Mudal, Jawa Tengah, Indonesia)