Sejarah akan selalu ditulis oleh yang menang, misalnya saja siapa yang tau Kurawa masih ada di muka bumi. Koruptor? bukan, koruptor-koruptor yang bergerilya saat ini pun siapa tahu adalah anak cucu dari Pandawa.
Dari beratus ribu Kurawa pun pasti masih ada yang punya rasa. Rasa itu bermacam wujudnya, entah tidak bisa diterima hatimu yang masih dendam karena perang leluhur kita ataupun bisa diterima dengan berbagai macam gejolak yang adalah mantera kekal oleh leluhurmu yang diikat agar aliran darah kami akan selalu dibenci.
Sebagai seorang Kurawa yang berhasil kabur dan menyelamatkan diri, prinsip dalam berperang yang tidak ditulis sejarah ini pun mungkin tak akan kau rasa. Keahlian ini, yang ditunjukkan Wikarna namun tidak diakui saudaranya sendiri. Sebelum 18 hari itu, medan perang tak akan terasa seperti yang seharusnya ketika kuucap mantra
“ Gusti, Terima kasih untuk rasa “.