Memilih mendaki di tunas 2019 tentu bukan perkara mudah bagi perempuan biasa yang bukan pendaki. Musim penghujan, tubuh tak pernah dilatih setelah jeda waktu yang cukup lama, pikiran yang semrawut membikin perjalanan ini akan semakin panjang juga meletihkan. Mulanya pikiranku seperti itu. Kurang lebih 4 jam berjalan kaki, dari perumahan warga menuju kaki gunung, memang jalanannya sudah layak tapi beton sekali pun tetap saja menanjak, mencuram dan menjomblo eh hahaha. (Biar Lucu😂😜). Waktu berjalan, tanjakan demi tanjakan terlewati dengan tidak mudah. Mual, muntah, betis bertukar tempat dengan paha sampai bukit serasa bergoyang sekian skala richter, duduk serampangan di jalan berbatu, beragam yang kami rasakan. Hanya saja, kawan-kawan perempuanku ini tiba-tiba 'perkasa', tak ada jerit manja, tak ada keluh kesah apalagi air mata. Semua membawa beban masing-masing, mengatasi kesulitan sendiri, terus berjalan hingga mencapai puncak. Kuyakini bahwa bukan tubuh kami yang tetiba menjadi kuat tapi pikiran dan keinginanlah yang berjalan selaras. Tentu saja dengan campur tangan Tuhan. Senja nyaris terbenam ketika puncak bisa diraih. Impian menyaksikan matahari tenggelam di atas puncak gunung pun harus tetap berada dalam list catatan (gagal terwujud, menanti di pendakian selanjutnya😞). Ilalang setinggi lutut menghampar, asap dari cerobong rumah-rumah warga berbaur dengan kabut dingin. Sungai meliuk, bentangan samudera, bangunan, menara tinggi, semua berada jauh di bawah tanah tempat kami berpijak. Kurasa, Tuhan itu romantis. Ketika ditiupkan angin dan hamparan ilalang bergerak mengikuti hembusannya, hampir terlihat seperti ombak kecil yang gemerlapan diterpa lampu dan rembulan. Mereka menari, melenggang keemasan. Belum lagi saat kelap-kelip lampu yang membentang memanjang menyerupai megahnya kapal Titanic, menyaksikan ratusan cahaya redup secara bersamaan lalu kembali nyala. Subhanallah! Gadis di sebelahku tiba-tiba menyetel musik India, seorang lelaki patah hati bersandar manja. Relungku disesaki bayang-bayang. Kubiarkan saja. Setiap manusia memiliki puncak tapi puncak bukanlah tujuan satu-satunya. . . . #firsttrip #buttumanalolong #januari2019 https://www.instagram.com/p/BsWeL0Pny9Lg--Sr6Mcd7esp-AAn2isCxuEsoU0/?igshid=pe69qdlc38e6