Journal of LDM #4
"Menghadirkanmu bersamaku"
Upaya kami untuk selalu berkomunikasi. Kami memang terpaut oleh jarak dan waktu, namun segalanya itu tak ingin kami ratapi terus-terusan.
Kami meneguhkan niat kembali, karena ini adalah ibadah kami, maka kami ingin yang terbaik dalam setiap kesempatan.
Upaya kami untuk selalu berkomunikasi. Menghadirkan pasangan disetiap momen yang kami lalui.
Beberapa minggu lalu, kami berada di negara yang berbeda. Namun kami tetap berupaya untuk berkomunikasi. Menghadirkan sosok suami dan istri di dalam satu dimensi yang sama.
Korea dan Indonesia. Satu waktu. Berbeda tempat. Berbeda kegiatan. Berbeda perasaan.
Kami paham letak bedanya. Kehadiran fisik itu tak akan pernah bisa digantikan oleh visual. Ketenangan batinnya sangat berbeda. Namun, untuk sementara waktu perjuangan melalui dunia visual sangatlah membantu, untuk kami yang sedang belajar saling memahami.
Teruslah berkomunikasi. Ceritakan sedetil apapun, setidak penting apapun itu, celotehmu akan menjadi penawar rindu yang cukup mendalam. Menjadikan lunak hati yang sedang mengeras karena terlalu lama tak bersama. Lekaslah berdamai dengan jarak, karena kita sama sama butuh apa yang dinamai dengan cinta yang tumbuh bersama.
A. Firmansyah | 7 Juli 2019
.
.
.
Minggu ke empat bulan Juni 2019.
Daejon, Korea - Bali, Indonesia.
Senada tapi tak bersama. Jauh di mata, dekat di doa. Nama kita sudah tertulis sejak lama untuk berjuang berdua. Lekas kita bersama, mendekatkan jarak agar kita seger dapat memenuhi amanah dariNya.














