📌Kram Kaki
Assalamu'alaykum
#jumatsehat kali ini akan membahas tentang kram kaki, apa penyebab dan bagaimana cara menanganinya. Yuk simak.
Kram otot, baik yang terjadi pada area kaki atau area lainnya, merupakan kontraksi atau menegangnya otot dengan kuat dan secara tiba-tiba. Kram bisa berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit, dan umum terjadi pada kaki. Kram kaki di malam hari sering kali mengenai otot betis, dan biasanya terjadi ketika baru saja tertidur atau baru terbangun.
Berikut adalah berbagai penyebab dan faktor risiko kaki kram:
Tekanan terhadap saraf: Tekanan pada saraf tulang belakang bisa membuat kaki kram dan terasa nyeri, yang bisa memburuk makin lama berjalan. Berjalan dengan posisi sedikit membungkuk ke depan biasanya dapat meringankan nyeri.
Suplai darah yang tidak memadai: Penyempitan pembuluh darah yang mengalirkan darah ke kaki Anda dapat menimbulkan nyeri, misalnya kram di kaki saat Anda sedang berolahraga. Kram ini biasanya hilang dengan cepat setelah beristirahat.
Kehamilan: Kondisi kram sudah biasa terjadi pada ibu hamil, terutama saat bulan-bulan terakhir kehamilan. Kemungkinan hal ini terjadi oleh karena kekurangan kalium dan magnesium, atau karena aliran darah ke kaki yang kurang lancar.
Cedera: Mengalami cedera atau menggunakan otot secara berlebihan juga bisa menyebabkan kram kaki. Terlalu lama duduk, berdiri terlalu lama di atas permukaan yang keras, atau meletakkan kaki pada posisi yang tidak nyaman selama tidur juga dapat membuat otot kaki menegang atau kram. Kurang pemanasan sebelum berolahraga juga sering menyebabkan kaki kram.
Kekurangan mineral: Kekurangan mineral, seperti kalium, kalsium, dan magnesium, dapat menyebabkan kaki kram.
Dehidrasi: Dehidrasi, yaitu kondisi di mana tubuh kekurangan cairan, juga bisa memicu kram kaki. Dehidrasi berat dapat menyebabkan gangguan elektrolit yang kemudian menyebabkan kaki kram.
Efek samping dari obat-obatan: Obat-obatan seperti pil kontrasepsi, obat antipsikotik, diuretik, statin, obat asma, dan kortikosteroid juga bisa meningkatkan risiko mengalami kram.
Infeksi: Infeksi, misalnya tetanus, bisa menyebabkan kaku otot dan kram.
Penyakit hati: Penyakit yang melibatkan organ hati bisa menyebabkan kram pada kaki. Ketika organ hati tidak bisa bekerja dengan baik, racun di dalam darah akan meningkat dan bisa membuat otot kram.
Kondisi medis lainnya: Penyakit ginjal, penyakit tiroid, diabetes, atau masalah aliran darah (penyakit arteri perifer) juga berisiko meningkatkan terjadinya kram.
Cara yang dapat dilakukan untuk menangani kram, antara lain adalah:
Hentikan aktivitas dan lemaskan otot. Lakukanlah peregangan ringan, misalnya dengan menggerakkan kaki atau berjalan perlahan-lahan.
Pijat. Memijat bagian otot yang menegang bisa membantu meredakan kram. Namun, jangan memijat kaki kram terlalu kencang karena dapat memengaruhi kelancaran aliran darah.
Kompres. Kompres atau mandi dengan air panas bisa membantu mangatasi kram. Namun, cara ini tidak dianjurkan bagi penderita diabetes atau cedera saraf tulang belakang. Selain itu, mengombinasikan kompres hangat dengan kompres dingin juga dapat membantu meringankan kaki kram.
Minum air putih. Minum air putih atau minuman yang mengandung elektrolit, untuk mengisi cairan tubuh. Cara ini mungkin membutuhkan waktu yang relatif lebih lama, namun bisa mencegah terjadinya kram lebih lanjut.
Konsumsi makanan kaya magnesium. Konsumsilah makanan seperti kacang-kacangan dan biji-bijian, yang kaya akan magnesium, bila sering mengalami kram kaki yang tidak terkait dengan kondisi kesehatan lainnya. Bila perlu mengonsumsi suplemen magnesium. Namun untuk ibu hamil, sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter apabila ingin mengonsumsi suplemen ini.
Gunakan obat-obatan pereda sakit. Seperti paracetamol atau gel penghilang nyeri, sesuai petunjuk penggunaan.
Untuk mencegah kram datang lagi, cobalah untuk sesekali melakukan pijatan pada bagian tubuh yang sering kram, melakukan pemanasan sebelum berolahraga, mencukupi kebutuhan air putih dan mineral seperti kalsium, magnesium, dan lainnya. Selain itu, pakailah alas kaki yang layak dan nyaman untuk bergerak. Jika keluhan kaki kram sering muncul tanpa diketahui pasti penyebabnya, sebaiknya berkonsultasi ke dokter. (ns)
📚Sumber: alodokter dot com
🌷SUPERMOM's NOTE🌷 Edisi #jumatsehat 06 September 2019
🔖 Email: [email protected] 🔖 Fanpage FB: https://web.facebook.com/supermomwannabefanpage/ 🔖 Twitter: https://twitter.com/supermom_w 🔖 Instagram: https://www.instagram.com/supermom_w/ 🔖 Tumblr: http://supermomwannabee.tumblr.com/ 🔖 WhatsApp: http://bit.ly/supermomwannabe












