Hai Sobat Aliansi Air! Sudah pernahkah kalian mencoba buah juwet?
Buah yang menyerupai anggur namun lonjong ini memiliki rasa asam manis yang khas. Di Indonesia, juwet banyak di temui di pulau Jawa khususnya Lamongan dan Mojokerto.
Tanaman yang memiliki nama latin Syzygium cumini ini juga memiliki julukan lain, diantaranya yaitu Jamblang, jambu keling atau duwet. Buahnya dimakan langsung ketika segar, namun di Indonesia buah juwet yang matang dicampur dengan sedikit garam dan kadang-kadang ditambahi gula, lalu dikocok di dalam wadah tertutup (biasanya dua mangkuk ditangkupkan) sehingga lunak dan rasa asamnya berkurang.
Buah juwet diketahui dapat mengurangi noda di gigi. Buah yang kaya akan vitamin A dan C ini juga dapat dijadikan sari buah, jeli atau anggur.
Tak hanya buahnya saja yang kaya akan manfaat kayu dari pohon juwet sering digunakan sebagai kayu bakar. Kulit kayunya menghasilkan zat penyamak (tanin) dan dimanfaatkan untuk mewarnai (ubar) jala. Daunnya kerap digunakan sebagai pakan ternak. Sedangkan bijinya bisa juga untuk mengobati strikhnina (strychnine), yaitu sejenis penawar racun yang spesifik, dan mengobati pengobatan limpa.
Pohon juwet sering ditanam sebagai pohon peneduh di pekarangan dan perkebunan (misalnya untuk meneduhi tanaman kopi), atau sebagai penahan angin (wind break). Bunga-bunganya baik sebagai pakan lebah madu.
Keberadaan tanaman dan pohon-pohonan memiliki peran yang sangat penting, daiantaranya sebagai pelindung tanah terhadap daya pukulan butir air hujan maupun terhadap daya angkut air aliran permukaan, serta meningkatkan peresapan air ke dalam tanah. Dengan begitu kondisi air dalam tanah dapat tetap terjaga









