3/365 . Ini perjalanan beberapa waktu lalu ke pulau Dewata. Memakai motor, boncengan dari Lombok. Tengah malem buta berangkat dari kota Mataram. Untuk apa? Untuk sebuah mimpi. Untuk sebuah langkah. . Bagaimana hasilnya, toh pada akhirnya tidak sesuai yang diharapkan. Tapi setidaknya sudah mencoba. Jadi tak apa, toh Tuhan punya rencana lain untuk perjalanan lain nantinya. . Clingak-clinguk mencari jalan yang mana yang akan ditempuh. Seperti itu mungkin foto ini. Padahal hanya berhenti sebentar untuk dipotret dan mencari toko yang mana yang akan dihampiri. . Layaknya hidup, ah lagi-lagi bicara hidup. Padahal bicara perihal sepiring nasi dan secangkir kopi saja, kadang aku gak becus. Iya, 'sok-sok-an' saja ngomongin perihal yang kadang aku saja linglung. Cih! . Jadi ngomongin hidup dan langkah mana yang akan ditempuh sebenarnya ada sinkronisasinya tidak? Bisa jadi. Mau jalan lurus, atau jalan berkelok, atau jalan bagaimana. Entah. Ish, masa bodoh. Bodoamat. Toh jalan hidup yang aku ambil tidak ada sangkut pautnya dengan hidup manusia lain. Mungkin. . Ada yang menagih puisi dan prosa puitis dipostingan foto-fotoku. Sabar. Sebentar. Aku masih sedang asyik ngomong ngalur ngidul ini. Nanti akan ada waktunya tau-tau aku posting dengan kepsyen perihal rindu, jatuh, hujan, patah, dan senja. Sabar dulu. Simpan sebentar saja inginmu. Atau obok-obok deehati.tumblr.com sementara. Heuheu . #topimerah #ranselcokelat #deehati #traveler #kambuhan #traveling #blogger #lombok #vacation #trip #holiday #bali #jalanjalan #love #life #simple #happy (di Pasar Seni Sukawati, Gianyar, Bali.)











