Bangunan
Aku melihat sebuah runtuhan Runtuhan sebuah bendungan. Ketika aku genggam runtuhan itu. Ternyata sudah lapuk layaknya gumpalan pasir. Ketika aku melihat lebih dekat ke runtuhan itu. Aku melihat tulisan, ya sekumpulan tulisan. Tulisan yang berisi begitu banyak harapan dan mimpi.
harapan dan mimpi orang tua, kamus 7 dan orang-orang yang selalu memberiku semangat karenaNya, dan ini adalah salah yang tertulis di reruntuhan itu
namun kini itu sudah runtuh dan hancur oleh kebodohan yang pernah aku lakukan seumur hidup, dan kebodohan itu adalah kamu, iyaaa kamuuu
Bendungan itu bernama Prinsip. prinsip yang dapat menyelamatkanku di dunia dan akhirat. prinsip yang selalu membuatku dekat padaNya. prinsip yang dapat mewujudkan impianku
Penyesalan selalu datang di akhir kutipan yang cukup klasik bukan?
tapi apa gunanya jika hanya menyesal? yang sekarang aku lakukan adalah membangun kembali bangunan itu dengan konstruksi yang lebih kuat, dengan material yang lebih mantap, dengan bantuan teman-temanku dan orang-orang yang selalu ada di sampingku yang selama ini aku abaikan dan pastinya dengan bantuanNya.
Insya Allah :)
Allahumma mushariffal qulub sharif qulubana a'la tha'atiq













