--- aku juga human biasa. ❤️❤️❤️
seen from China

seen from Dominican Republic
seen from United States
seen from Brazil
seen from Germany

seen from United States

seen from Dominican Republic
seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from Dominican Republic
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Sweden
seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Germany
--- aku juga human biasa. ❤️❤️❤️
Jangan anggap remeh orang pendiam. Dan jangan pula terlalu memuji orang yang hebat berbicara. Perhatikanlah, bagaimana ia dalam bertindak atau berperilaku.
Orang berilmu tidak akan mengatakan apa yang ia ketahui sebelum ia mengetahui apa yang ia katakan. Maka jangan mengatakan sesuatu yang tak memiliki pengetahuan di dalamnya.
Monggo ditambahkan, semoga dipahami dan bermanfaat.
KENAPA SI KEK GINI ASTAGANAGA 😭🤌
Kebodohan yang paling gila dalam hidup ini merangkai kata tentang dirimu dan tentang tangis jiwa ini namun dia tidak mendengarkannya
Berakhir
Semuanya sudah berakhir.
Sejak kau mulai mengucapkan kebohonganmu, Sejak saat-saat kau hancurkan kepercayaanku, Sejak kau menyadari dirimu salah, Sejak itu semuanya sudah berakhir.
Tidak seharusnya kamu terus berjuang, Tidak seharusnya kamu mengatas namakan pertemanan, Berpura-pura rasa itu sudah kamu lenyapkan, Diantara kita, hanya kamu yang berjuang.
Sudah cukup sabar aku menahan amarah agar tak berujung dendam, Sudah lah cukup sabar aku menjadikanmu teman tanpa mengungkit kesalahan yang kau lakukan, Sudah cukup sabar aku meng- iya kan apa yang kau paksakan, Sudah cukup, aku memendam lalu menghancurkan rasa yang tiba-tiba hadir, Cukup. Aku tak mau kau hancurkan.
Semuanya selalu berulang, kembali ketitik awal, Aku yang salah saat memulai menjalin pertemanan, Atau kamu yang salah waktu mengambil kesempatan, Mungkin Aku yang salah dalam memperlakukan teman, Atau bisa jadi, kamu yang salah dalam menilai perhatian.
Kesalahan berada di titik dimana kita mulai, Dibalik ketidak jujuranmu padaku di awal dan kamu menganggap hubungan pertemanan sebagai kedok persembunyian rasamu itu baik-baik saja, Aku yang terlalu bodoh untuk tidak bertanya di awal dan tetap menganggapmu sebagai teman, Dan Dia yang tidak terima dengan adanya keberadaanku dari awal terbongkarnya kebohonganmu, bahkan sebagai sebatas teman.
Aku menghargai perasaan wanita lain, Yang pernah merasa bahwa aku telah merebutmu, Yang pernah merasa bahwa aku penyebab hancurnya hubungan kalian, Yang sampai membuat kau berstatus teman dengannya, kau pun tak bisa lepas darinya atau kecemburu-cemburu-annya.
Jangan libat kan aku lagi dengan apapun status hubungan kalian, Jangan meminta bantuanku hanya karena kau tak ingin melihatnya mencakarku, Jangan membuatnya marah karena ulahmu, Jadi, jangan lagi kita berteman.
-narizka, 3 juni 2020.
terlalu lama menegakkan kepala
karena sebenarnya banyak manusia yang diuji, tapi sedikit yang bisa belajar. banyak yang tidak tahu, tapi terlalu angkuh untuk bertanya. siklus yang sama pada akhirnya membuat manusia terkurung dalam definisi yang selalu disangkal: kebodohan.
tapi ya, lagi-lagi, manusia seperti tidak pernah habis akal. mungkin karena tujuannya, atau ambisinya, atau mungkin hanya karena kebodohannya. manusia lagi-lagi diam di tempat yang sama: picik.
padahal kalau boleh jujur, tidak ada yang benar-benar hebat. manusia hanya bisa berharap naik kelas pada setiap ujian. sayangnya, terlalu banyak manusia yang tidak sadar sudah mengulang kelasnya. atau mungkin mereka sadar kemudian malu mengakui. karena kepala yang terlalu lama ditegakkan menjadi kaku. sulit untuk ditundukkan. miris.
Mengapa musti pacaran??
Katanya solusi untuk patah hati itu pacaran lagi?
Percaya gak sih??
Banyak yang berargumen, patah hati atau putus cinta obatnya ya cari pacar lagi. Berharap dapat pengganti yang lebih baik, memulai kisah cinta bak drama romansa atau tokoh manga yang selalu happy ending.
Aku terkadang lupa bahwa klimaks dari suatu cerita tak selamanya happy ending, mungkin juga sad ending? ya semua tergantung dari penulisnya mau seperti apa.
Ular saja tak pernah mematuk kembali bekas gigitanya. Ah memang dasar bodohnya diriku bahkan ular pun tahu dia tak akan melakukan kesalahan untuk kedua kali.
Aku sebenarnya tahu jikalau aku berpacaran kembali hal seperti apa yang kembali terjadi.
Berantem, beda pendapat, cemburu, belum lagi misal pacarku playboy. Ah siap-siap aja hati ku disayat. Apalagi klo dapat pacar ekstra haha. Playboy plus protektif, udah dia suka lirik sana sini, protektif pula pertemanan kita dibatasin. Ilang semua deh tuh teman, tinggalah aku sendiri dalam jurang kesepian.
Haha tuh pacar terkadang melebihi orang tua ku, dan tololnya mau diperlakukan macam itu.
Ternyata dalam suatu percintaan bisa merubah orang menjadi bodoh dan tolol.
Lantas, masih ingin berpacaran kembali? Dasar aku ini.
Disini kita bisa jadi apaaa aja yang kita mau;
Jadi pasangan, tim, sahabat, temen, musuh, adek-kaka, orangtua, whatever it is~
Ketika yang lain bersatu karena;
"cinta & sejenisnya"
Disini, kita bersatu karena;
"ketololan, kegoblokan, kebodohan & ke-apa-adaannya"