Life is full of 'kuans and kanangs.'
seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil

seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from India
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Brazil

seen from Australia
seen from Türkiye

seen from Spain
seen from South Korea
seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from Malaysia
seen from T1
Life is full of 'kuans and kanangs.'
NANG NA-EMO NG DAHIL SA ULAM.
Sana ang mga bata ngayon ganoon din mag-isip kapag nararanasan nila ang parehong sitwasyon. Minsan ang gutom nakakatulong sa atin para mangarap ng mataas. Napatunayan ko na ang pangarap pala ay nakakatulong para mabusog tayo ng pag-asa. Nitong linggo gutom na gutom akong lumabas ng bahay para makahanap ng makakainan. Hindi ko alam kung ano kakainin ko, pero gusto ng may sabaw. Sumakay ako ng bus…
Besok, 8 Bacagub Beber Visi dan Misi di Muhammadiyah - Khofifah, Kanang, dan Anaz masih Ditunggu
Carina Payue Besok, 8 Bacagub Beber Visi dan Misi di Muhammadiyah - Khofifah, Kanang, dan Anaz masih Ditunggu Artikel Baru Nih Artikel Tentang Besok, 8 Bacagub Beber Visi dan Misi di Muhammadiyah - Khofifah, Kanang, dan Anaz masih Ditunggu Pencarian Artikel Tentang Berita Besok, 8 Bacagub Beber Visi dan Misi di Muhammadiyah - Khofifah, Kanang, dan Anaz masih Ditunggu Silahkan Cari Dalam Database Kami, Pada Kolom Pencarian Tersedia. Jika Tidak Menemukan Apa Yang Anda Cari, Kemungkinan Artikel Sudah Tidak Dalam Database Kami. Judul Informasi Artikel : Besok, 8 Bacagub Beber Visi dan Misi di Muhammadiyah - Khofifah, Kanang, dan Anaz masih Ditunggu Pada sesi ini akan dipandu oleh moderator Fajar Arifianto Isnugroho, yang juga menjabat Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). http://www.unikbaca.com
Kanang Bupati Ngawi Sorot Minimarket Yang Ogah Kibarkan Bendera Merah Putih
New Post has been published on https://ngawipost.com/2017/08/kanang-bupati-ngawi-sorot-minimarket-yang-ogah-kibarkan-bendera-merah-putih/
Kanang Bupati Ngawi Sorot Minimarket Yang Ogah Kibarkan Bendera Merah Putih
NgawiPost.com || Upacara peringatan detik-detik proklamasi HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, berslangsung khidmat dan sakral. Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang biasa disapa Kanang bertindak selaku inspektur upacara di Alun-Alun Merdeka Ngawi, Kamis (17/08).
Usai upacara kemerdekaan orang nomor satu di Ngawi ini langsung menyorot tajam tentang keberadaan minimarket yang terkesan enggan mengibarkan bendera merah putih yang bermuara pada penutupan oleh warga. Kanang berpendapat, penutupan yang dilakukan warga sangat diapresiasi lepas dari unsur suka dan tidak suka.
Menurut saya siapapun warga negara saat sekarang ini yang tidak mengibarkan bendera katakanlah dan itu dihari bersejarah sangat disayangkan. Dan seperti kejadian minimarket itu memang perlu diberikan tegoran juga cuma tidak boleh anarkis dan memaksakan kehendak, terang Kanang.
Ungkapnya, disatu sisi sejak perayaan HUT Kabupaten Ngawi ke-659 hingga HUT Kemerdekaan antusiasme warga masyarakat Ngawi rasa nasionalismenya terbangun luar biasa. Selaras dengan bandelnya salah satu minimarket di Desa Geneng tepatnya Jalan Raya Ngawi-Geneng yang ditutup warga pada Selasa kemarin, (15/08), sebagai citra buruk ditengah kondisi sekarang ini.
Kemudian pada upacara puncak peringatan kemerdekaan tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja, Dandim 0805/Ngawi Letkol Inf M.Triyandono serta para Veteran, Warakawuri,Wiradatama, organisasi kepemudaan dan tokoh masyarakat.
Sementara itu Dwi Rianto Jamiko Ketua DPRD Ngawi membacakan naskah teks Proklamasi Kemerdekaan sekitar satu menit setelah pengibaran bendera merah putih yang diiringi dengan sirine. Namun sebelum upacara digelar Kanang selaku Bupati Ngawi memberikan remisi kepada para narapidana (napi) Lapas Kelas IIB Ngawi. Tercatat ada 68 napi dan 2 diantaranya bebas langsung. (pr)
Usia Ngawi Hampir Tujuh Abad, Ini Pesan Kanang
New Post has been published on https://ngawipost.com/2017/07/usia-ngawi-hampir-tujuh-abad-ini-pesan-kanang/
Usia Ngawi Hampir Tujuh Abad, Ini Pesan Kanang
NgawiPost.com || Tidak terasa usia Kabupaten Ngawi hampir menyentuh abad ke-7 yakni 659 tahun.
Selaras dengan usianya, Bupati Ngawi Budi Sulistyono atau biasa disapa Kanang berpesan perlu adanya refleksi terutama bagi generasi muda untuk mengenang sejarah akan Ngawi secara total.
Hal ini dilakukan sebagai satu isyarat untuk menjunjung budaya leluhur sesuai kulturnya yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Ketegasan Kanang ini disampaikan usai ziarah ke makam leluhur khususnya para Adipati maupun Tumenggung yang notabene para pemimpin Kabupaten Ngawi sesuai jamanya. Kegiatan ini untuk mengenang HUT Kabupaten Ngawi yang jatuh ke-659 yang jatuh pada 7 Juli 2017 besok lusa.
Apa yang sudah digariskan oleh para pendahulu kita tentunya harus dilestarikan. Tujuanya tidak lepas warisan budaya maupun histori yang terkandung didalamnya bisa dikenal dan dipahami dari generasi ke generasi, ungkap Kanang, Rabu (05/07). Tambahnya, para pemimpin terdahulu telah meletakkan sendi-sendi pemerintahan dan kemasyarakatan yang baik dan selalu memperjuangkan hak-hak rakyat pada masanya yang sudah terampas oleh bangsa kolonial. Dengan demikian bukan mustahil wilayah Ngawi dijadikan Onder Regentschap karena dianggap daerah strategis sebagai jalur ekonomi dan daerah pertahanan kolonial Belanda dengan terbukti dibangunya benteng pertahanan Van Den Bosch. Seperti diketahui ziarah makam leluhur yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Ngawi bersama jajaranya ini sudah menjadi agenda rutinitas tiap tahunnya. Makam yang di ziarahi antara lain Taman Makam Pahlawan (TMP), Makam RM Tumenggung Poerwodiprodjo (Bupati Ngawi 1887-1902), makam Raden Adipati Kertonegoro di Gunung Sarean Sine dan makam Raden Patih Ronggolono dan Putri Cempo di makam Desa Tawang Rejo Ngrambe. (pr)
Sebagai Kader Partai, Kanang Pasrah Jika Didaulat Mendampingi Gus Ipul
New Post has been published on https://ngawipost.com/2017/06/sebagai-kader-partai-kanang-pasrah-jika-didaulat-mendampingi-gus-ipul-2/
Sebagai Kader Partai, Kanang Pasrah Jika Didaulat Mendampingi Gus Ipul
NgawiPost.com || Ditengah menghangatnya peta politik jelang Pilkada Jatim 2018 berbagai rumor terus bermuculan tidak terkecuali sejumlah nama tokoh disebut-sebut bakal meramaikan bursa calon Gubernur Jatim. Budi Sulistyono yang kerap dipanggil Kanang Bupati Ngawi salah satu nama yang santer dibicarakan dirinya mengaku pasrah jika didaulat partainya dari PDIP menuju kursi Jatim 2.
Saya ini manusia yang inginya segala sesuatu itu amanah. Kalau bicara partai jelas saya sebagai kader partai dari PDIP tentunya jika didaulat (Pilkada Jatim-red) maka saya menerima perintah itu sebagai amanah tentunya ada mekanisme yang harus dilalui, terang Kanang, Kamis (15/06).
Ungkapnya, sebagai kader partai sejak awal mengamini setiap tanggung jawab yang ditugaskan PDIP terhadap dirinya. Termasuk menjadi Wakil Bupati Ngawi hingga puncaknya di kursi Bupati Ngawi hingga sekarang ini masing-masing dua periode. Dekade jabatan yang dia emban tersebut mengisyaratkan dari sisi fit and proper test memang tidak diragukan lagi pengalamanya dalam birokrasi pemerintahan.
Boleh diingat ketika partai memerintahkan saya mulai menjadi Wakil Bupati Ngawi saya langsung tawaduk dan saya lakukan semua. Tetapi perintah itu sampai hari ini sebagai Bupati Ngawi belum dicabut maka terkait di Jatim ini saya akan koordinasi terlebih dahulu dengan partai, jelasnya.
Kanang meluruskan, pendaftaran atas nama dirinya yang ditandai dengan pengambilan formulir ke DPD PDIP Jatim tidak lepas dari koordinasi internal partai. Dimana sebelumnya dia melakukan pertemuan dengan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto atas rumor penugasan menuju Pilkada Jatim. Hasil yang dia dapatkan saat itu dari pusat jelas lampu hijau tetapi harus disesuaikan dengan tahapanya.
“Ketika saya koordinasi dengan Pak Sekjen (Hasto Kristiyanto-red) beliau mempersilahkan dan ternyata sinyal ini langsung ditangkap jajaran DPC PDIP di Jatim, bebernya.
Dijelaskan, atas inisiatif Ketua DPC PDIP Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengambil formulir pendaftaran. Namun tidak serta merta formulir tersebut langsung dimakan mentah tetap dikonsultasikan lagi ke DPP PDIP. Mengingat, pengembalian formulir pendaftaran ke DPD PDIP Jatim paling lambat 30 Juli 2017.
Tandasnya, dia tidak mengelak apapun keputusan partai termasuk jika ditugaskan sepenuhnya menuju Pilkada Jatim dipasangkan dengan Gus Ipul (Saifullah Yusuf-red). Sebab selama ini dia tidak kepengen merebut posisi atau dibenturkan dengan sesama kader PDIP tetapi sebaliknya akan menerima jika mendapatkan rekomendasi partai atas nama dirinya.
Terpisah, Dwi Rianto Jatmiko Ketua DPC PDI Ngawi mengatakan, apapun keputusan politik yang dibuat Kanang harus taat pada aturan partai. Tetapi paling tidak ada aspirasi dan dukungan dari jajaran struktural partai plus masyarakat Ngawi terhadap Kanang yang diaktualisasikan melalui pengambilan formulir pendaftaran. (pr)
Sebagai Kader Partai, Kanang Pasrah Jika Didaulat Mendampingi Gus Ipul
New Post has been published on https://ngawipost.com/2017/06/sebagai-kader-partai-kanang-pasrah-jika-didaulat-mendampingi-gus-ipul/
Sebagai Kader Partai, Kanang Pasrah Jika Didaulat Mendampingi Gus Ipul
Ditengah menghangatnya peta politik jelang Pilkada Jatim 2018 berbagai rumor terus bermuculan tidak terkecuali sejumlah nama tokoh disebut-sebut bakal meramaikan bursa calon Gubernur Jatim. Budi Sulistyono yang kerap dipanggil Kanang Bupati Ngawi salah satu nama yang santer dibicarakan dirinya mengaku pasrah jika didaulat partainya dari PDIP menuju kursi Jatim 2.
Saya ini manusia yang inginya segala sesuatu itu amanah. Kalau bicara partai jelas saya sebagai kader partai dari PDIP tentunya jika didaulat (Pilkada Jatim-red) maka saya menerima perintah itu sebagai amanah tentunya ada mekanisme yang harus dilalui, terang Kanang, Kamis (15/06).
Ungkapnya, sebagai kader partai sejak awal mengamini setiap tanggung jawab yang ditugaskan PDIP terhadap dirinya. Termasuk menjadi Wakil Bupati Ngawi hingga puncaknya di kursi Bupati Ngawi hingga sekarang ini masing-masing dua periode. Dekade jabatan yang dia emban tersebut mengisyaratkan dari sisi fit and proper test memang tidak diragukan lagi pengalamanya dalam birokrasi pemerintahan.
Boleh diingat ketika partai memerintahkan saya mulai menjadi Wakil Bupati Ngawi saya langsung tawaduk dan saya lakukan semua. Tetapi perintah itu sampai hari ini sebagai Bupati Ngawi belum dicabut maka terkait di Jatim ini saya akan koordinasi terlebih dahulu dengan partai, jelasnya.
Kanang meluruskan, pendaftaran atas nama dirinya yang ditandai dengan pengambilan formulir ke DPD PDIP Jatim tidak lepas dari koordinasi internal partai. Dimana sebelumnya dia melakukan pertemuan dengan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto atas rumor penugasan menuju Pilkada Jatim. Hasil yang dia dapatkan saat itu dari pusat jelas lampu hijau tetapi harus disesuaikan dengan tahapanya.
“Ketika saya koordinasi dengan Pak Sekjen (Hasto Kristiyanto-red) beliau mempersilahkan dan ternyata sinyal ini langsung ditangkap jajaran DPC PDIP di Jatim, bebernya.
Dijelaskan, atas inisiatif Ketua DPC PDIP Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengambil formulir pendaftaran. Namun tidak serta merta formulir tersebut langsung dimakan mentah tetap dikonsultasikan lagi ke DPP PDIP. Mengingat, pengembalian formulir pendaftaran ke DPD PDIP Jatim paling lambat 30 Juli 2017.
Tandasnya, dia tidak mengelak apapun keputusan partai termasuk jika ditugaskan sepenuhnya menuju Pilkada Jatim dipasangkan dengan Gus Ipul (Saifullah Yusuf-red). Sebab selama ini dia tidak kepengen merebut posisi atau dibenturkan dengan sesama kader PDIP tetapi sebaliknya akan menerima jika mendapatkan rekomendasi partai atas nama dirinya.
Terpisah, Dwi Rianto Jatmiko Ketua DPC PDI Ngawi mengatakan, apapun keputusan politik yang dibuat Kanang harus taat pada aturan partai. Tetapi paling tidak ada aspirasi dan dukungan dari jajaran struktural partai plus masyarakat Ngawi terhadap Kanang yang diaktualisasikan melalui pengambilan formulir pendaftaran. (pr)
Nama Kanang Dapat Dukungan Mayoritas DPC PDIP Di Jatim
New Post has been published on https://ngawipost.com/2017/06/nama-kanang-dapat-dukungan-mayoritas-dpc-pdip-di-jatim/
Nama Kanang Dapat Dukungan Mayoritas DPC PDIP Di Jatim
NgawiPost.com || Setelah santer dibicarakan publik, kini Budi Sulistyono yang notabene Bupati Ngawi namanya resmi didaftarkan sebagai bakal calon Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Kepastian tersebut ditandai dengan pengambilan formulir pendaftaran oleh Dwi Rianto Jatmiko Ketua DPC PDIP Ngawi, Selasa kemarin, (13/06).
“Iya kemarin kami datang ke DPD (DPD PDIP Jatim-red) untuk mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon Wakil Gubernur Jatim sekaligus koordinasi mengingat saat ini sudah dimulai penjaringan,” terang Antok sapaan akrab Dwi Rianto Jatmiko via selular, Rabu (14/06).
Kata Antok yang sekaligus Ketua DPRD Ngawi ini mengungkapkan, kedatanganya ke kantor DPD PDIP Jatim Jalan Kendangsari Surabaya tidak sekedar mengambil berkas formulir pendaftaran melainkan menyerahkan dana gotong royong senilai Rp 100 juta. Dana ratusan juta ini tandasnya, sebagai bukti keseriusan Kanang panggilan Budi Sulistyono untuk macung sebagai kandidat dalam Pilkada Jatim 2018.
“Nama Mas Kanang ini muncul bukan tanpa alasan akan tetapi mendasar koordinasi serta dukungan mulai tingkatan PAC sampai jajaran DPC PDIP di Jatim. Di setiap DPC sendiri memang ada satu nama maupun dua nama yang diusung,” beber Antok.
Ia pun mengakui di internal PDIP khususnya di Jatim ada beberapa nama kader yang dimunculkan seperti Kusnadi Ketua DPD PDIP Jatim maupun Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi. Namun demikian ia cukup optimis dengan nama Kanang sebab mendapat dukungan lintas DPC PDIP di Jatim dari wilayah barat seperti Mataraman maupun timur atau Tapal Kuda.
Untuk wilayah barat jelasnya, totalitas semua DPC PDIP mendukung nama Kanang seperti dari Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan, Madiun dan Ngawi sendiri. Sedangkan Tapal Kuda tercatat ada beberapa daerah antara lain Jember, Pasuruan, Probolinggo, Bondowoso, Situbondo dan daerah lainya.
Sementara itu banyak pihak sejak awal sudah memprediksi jika Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam merebutkan kursi prestisius di Jatim bakal menggandeng Kanang. Hal itu sudah terlihat dari waktu sebelumnya, termasuk hubungan antara Gus Ipul-Kanang secara intens terjalin tentu sebagai isyarat jika keduanya sebagai pasangan Pilkada Jatim 2018 mendatang. (pr)