Di atas meja tak berkaki
Selebaran kertas dibentang tak pasti
Di hadapannya puan duduk bersimpuh
Mengakui diri sedang berdoa dengan mantra tak ampuh
Setiap tahun dilewati penuh harap
Pada hari-hari yang datang dengan kalap
Diawali dengan “selamat ulang tahun”
Lalu diakhiri dengan “aku mencintai mu”
Sayang, setiap tahun akan selalu begini
Kita sama-sama dalam perayaan
Kamu merayakan hari mu ada
Aku merayakan rasa ku yang tak kunjung tiada
Sayang, lagi-lagi, sama seperti tahun-tahun yang lalu, selamat ulang tahun, ya
Panjang umur mu adalah berkah
Lebar senyum mu adalah bahagia
Selagi aku tetap merapalkan mantra,
Akhirnya selalu di akhiri dengan,
Aku mencintai mu
-kaatyah-









