Pagi menjelang siang, Bang katur udah nyiapain bekal buat ngacak Muntok lagi. Pelesiran kota Muntok kali ini tujuannya adalah salah satu tempat wisata relijius yang berada di bumi Sejiran Setason ini yaitu Masjid Jamik Muntok.
Terletak di kelurahan Tanjung kecamatan Muntok, Bangunan Masjid Jami Muntok ini telah berdiri sejak tahun 1881 M. Persis disebelah masjid berdiri tegak Kelenteng Kong Fuk Miau sedangnya berada didepan masjid adalah bekas terminal lama Muntok.
Design bangunan tempat ibadah bagi umat Islam ini menurut kabarnya dirancang seorang arsitek asal China. Menyisir Masjid Jamik Muntok ini bang katur menghitung ada sebanyak 6 buah tiang utama yang menopang masjid pada bagian depan dan 4 buah dibagian dalam. Keseluruhan pintu masuk kedalam masjid yang terbuat dari kayu bulin ada 5 buah, sedangkan jendela dengan ukuran 120x220 cm sebanyak 17 buah. Disamping kanan masjid juga telah dibuat bangunan tambahan untuk menampung umat Islam dikota Muntok.
Sebagian bangunan telah dipugar dan telah berganti bahan bangunan. Yang masih bertahan asli dari bangunan Masjid Jami Muntok ini adalah bangunan induk beserta pagar dan kusen kayu. Bedug yang berada disisi kanan luar juga masih memiliki penopang kayu yang masih asli, Nyang sudah dipugar, diganti dan tidak asli lagi adalah genteng dan kulit bedug nyang memiliki diameter 1 meter tersebut.
Cerita lainnya adalah ketika Masjid Jami ini didirikan, Mayor China Tjong A Thiam turut menyumbang batu bata putih pualam dari Itali nyang sampai sekarang masih ada melapisi lantai masjid. Serta warga China lainnya juga ikut membantu pembangunan Masjid Jami Muntok ini.
Ini dulu kisah pelesiran bang katur di masjid Jami Muntok. Tunggu kisah lainnya dalam bang katur becerita nempuh Bangka.