Narsis saat #pelesiran ke #pelabuhansundakelapa #Jakarta 😂 (at Pelabuhan Sunda Klapa)
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from China
seen from United States
seen from South Korea
seen from China

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China

seen from China
seen from China

seen from Malaysia
seen from Ireland

seen from Vietnam
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from Switzerland
seen from China
Narsis saat #pelesiran ke #pelabuhansundakelapa #Jakarta 😂 (at Pelabuhan Sunda Klapa)
Pelesiran di Kota Tua Jakarta
Pelesiran di Kota Tua Jakarta
Salah satu pertunjukan musik di Kota Tua Jakarta
Mencari tempat wisata yang nyaman, menghibur, sekaligus murah meriah di ibu kota Jakarta tidaklah terlalu sulit. Sebut saja, Kebun Binatang Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ancol, Situ Babakan (pusat budaya Betawi), Kota Tua Jakarta serta beberapa lokasi wisata lainnya.
Lokasi-lokasi tersebut pun menawarkan berbagai atraksi permainan…
View On WordPress
Teu Jadi Pelesiran
Di kikiran titatadi Buntungna nu beulah kaler Pelesiran henteu jadi Tungtungna kalah ngagoler
Asep Rohimat > Sisindiran Asli Urang Sunda (more…)
View On WordPress
Ini pertama kalinya gue dan adek gue yg pertama mengadakan pelesiran hanya berdua saja. Biasanya gue bersama teman gue, atau adek gue bersama temannya. Jadi sebetulnya rencana pelesiran ini sudah direncanakan dari jauh2 hari, tapi kita masih ragu untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukan ini. Tujuan utama pelesiran ini sebetulnya ke kota Yogyakarta, tapi rasanya ga cukup, akan lebih baik sepertinya mampir ke rumah Pa'de di Paras Boyolali yang rumahnya tidak jauh dengan Gn. Merapi. Dan tiba tiba setelah lebaran ini, kita langsung memunculkan ide untuk melakukannya di bulan agustus. Waktu yang sangat mendadak! Heheheh but, its challenge, apakah kita berhasil menikmati liburan ini, kita lihat saja 6 hari kedepan! Hehehe Ditulis Di dalam kereta Senja Utama menuju Solo Pk 02.04 wib | 08.08.14
Menyisir Masjid Jamik Muntok
Pagi menjelang siang, Bang katur udah nyiapain bekal buat ngacak Muntok lagi. Pelesiran kota Muntok kali ini tujuannya adalah salah satu tempat wisata relijius yang berada di bumi Sejiran Setason ini yaitu Masjid Jamik Muntok.
Terletak di kelurahan Tanjung kecamatan Muntok, Bangunan Masjid Jami Muntok ini telah berdiri sejak tahun 1881 M. Persis disebelah masjid berdiri tegak Kelenteng Kong Fuk Miau sedangnya berada didepan masjid adalah bekas terminal lama Muntok.
Mesin Waktu
Malam ini saya rindu dengan suasana rumah di Jakarta, mungkin karena otak ini sudah berada pada titik jenuh stadium (nyaris) 4, sebenarnya saya punya satu obat manjur untuk mencuci otak saya yang sudah butek karena rutinitas, museum. Bagi orang Yunani Kuno, museum (Mouseion) adalah gedung ilmu pengetahuan dan seni, bagi bunda saya museum adalah tempat memelihara barang-barang bersejarah, dan bagi teman-teman saya museum adalah tempat untuk menuangkan kenarsisan mereka. Setiap orang berhak mendefinisikan museum seperti apa yang ia inginkan tetapi bukan berarti ia berhak memperlakukan museum seperti apa yang ia mau. Bagi saya museum adalah mesin waktu termurah di dunia. Ada medan magnet di setiap museum yang saya kunjungi, magnet yang menarik saya ke masa lampau, masa di mana bangsa ini jatuh dan berjaya. Yah..kejatuhan dan kejayaan memang seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan untuk menjadi individu-individu dan justru karena itulah ia berharga. Tak ada kejatuhan tanpa kejayaan, dan kejayaan lahir dari kejatuhan.
Museum memiliki aura mistis yang khas,anggun,wibawa, sedikit angkuh, kejam, dan sendu. Museum memiliki pesona yang unik, ia tidak perlu berhiaskan karpet merah dan tak perlu lah kau membungkus kasutmu dengan kain khusus untuk mengelilinginya, karena sesungguhnya ia tidak ingin peduli pada apa yang ia dan kau kenakan. Ia hanya peduli pada daya magnetisnya yang selalu membuatmu ingin kembali padanya sekadar mencicipi sedikit aura mistisnya. Ia tidak pernah merongrong sakumu, ia tidak pernah menggong-gongkan kerapuhannya, karena ia paham bahwa ia hadir untuk kejayaan anak cucumu.
Museum, mesin waktu yang melempar saya kepada kekaguman, kesedihan, amarah, semangat, kehilangan, dan kesatuan. Mesin waktu paling bijaksana (yang pernah saya gunakan),karena ia tidak pernah mengizinkan saya untuk tidak kembali.
Malang, 12 Maret 2010