Berburu oleh-oleh kurma di kebun kurma, bisa pakai uang Jokowi katanya, tidak harus pakai Riyal #kurma #kurmaajwa #kebunkurma #madinah #umrohmwr #umroh2022 #umrohterpercaya https://www.instagram.com/p/CihJWfZLO2-/?igshid=NGJjMDIxMWI=

seen from Malaysia

seen from Russia

seen from Malaysia

seen from Australia
seen from China
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from Germany

seen from Netherlands
seen from Russia
seen from China
seen from United States
seen from Poland

seen from Malaysia
seen from Singapore
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from China
Berburu oleh-oleh kurma di kebun kurma, bisa pakai uang Jokowi katanya, tidak harus pakai Riyal #kurma #kurmaajwa #kebunkurma #madinah #umrohmwr #umroh2022 #umrohterpercaya https://www.instagram.com/p/CihJWfZLO2-/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Rombongan DGI bus 97 keberangkatan 2 November 2019 Citytour Madinah Jabal Uhud dan kebon korma #citytour #citytourmadinah #kebonkorma #kebunkurma #jabaluhud #gununguhud #uhud #madinah #umroh #umrohakhirzaman #umrohkeluarga (di Pasar Minggu Jakarta Selatan) https://www.instagram.com/p/B4cB1tEF3bu/?igshid=tjvn7y7cq9x5
🌷 #throwback #2k15 #kebunkurma #black #atinachan 🌷
“Ada tujuh amalan yang pahalanya tetap mengalir untuk seorang hamba setelah dia meninggal, padahal dia berada di dalam kuburnya: (1) orang yang mengajarkan ilmu agama, (2) orang yang mengalirkan sungai (yang mati) (3) orang yang membuat sumur, (4) orang yang menanam kurma, (5) orang yang membangun masjid, (6) orang yang memberi mushaf al-Quran, dan (7) orang yang meninggalkan seorang anak yang senantiasa memohonkan ampun untuknya setelah dia wafat.” (HR. al-Bazzar dalam Musnadnya 7289, al-Baihaqi dalam Syuabul Iman 3449, dan yang lainnya. Al-Albani menilai hadis ini hasan). Sumber : https://konsultasisyariah.com/26263-amalan-yang-pahalanya-terus-mengalir-setelah-kematian.html -------------------------”----------------------------”------------------------------”--------------------- Sewaktu perjalan ke walimah teman di Surabaya, tetiba di daerah Pasuruan melihat reklame besar yang bertuliskan “Perkebunan Kurma”. Saat itu juga langsung terbesit dalam hati, “Ya Allah, semoga suatu waktu bisa berkunjung kesini, belajar kesini.. Aamiin”. Berasa kayak langsung terkoneksi, klik, nyambung gitu. Beberapa tahun ini memang tertarik tentang tanaman ini, yang kebanyakan mitos menyebar, pohon kurma ndak bakal bisa tumbuh di Indonesia. InsyaAllah, mimpinya tinggal dikit lagi,, ^_^ Kurma atau dengan nama latin Phoenix dactilifera termasuk jenis pohon palem-paleman. Tiap butir kurma berpotensi untuk ditumbuhkan menjadi pohon kurma, bisa dengan mengecambahkan bijinya. Akan tetapi, sekitar 60-80% yang akan tumbuh adalah caloh pohon kurma jantan, sisanya pohon betina.
Dan akhirnya, alhamdulillah hari ini, Allah memudahkan untuk bisa belajar langsung ke Kebun Kurma Pasuruan. Lokasinya di daerah Sukorejo, kalau dari daerah Malang, -+ 18 menit dari Kebun Raya Purwodadi Pasuruan, trus lihat kanan jalan raya. Ada reklamenya kok. Habis itu masuk saja ngikutin tanda petunjuk ke lokasi perkebunan. Untuk tiket masuknya kalau hari biasa (Senin-Kamis) Rp. 5.000,-/orang. Kalau hari weekend (Sabtu-Minggu), tiket masuk Rp. 10.000,-/orang, parkir motor Rp. 3.000,-. Hari Jum’at libur. Wisata Kebun Kurma ini termasuk wisata baru di Pasuruan, karena baru dibuka bulan Januari tahun 2017. Setelah membayar di loket, kita akan langsung disuguhi dengan pemandangan perkebunan kurma. Eitssss. Tapi tidak hanya kurma saja. Disana juga terdapat pohon zaitun, siwak, buah tin, delima merah, delima hitam, kelengkeng merah, dll. Saya saja baru tau kalau ada kelengkeng merah, delima hitam, anggur pohon,, hhe. Selain itu, pastinya juga terdapat fasilitas lainnya seperti tempat sholat, warung makan, tempat oleh-oleh, KM, beberapa permainan dll. Kalau boleh saran, kesananya jangan hanya untuk sekedar foto-foto saja. Biar ndak rugi, sekalian juga sama belajar disana. Entah bagaimana cara pembibitan kurma, perawatan, pembuatan media dll. Sebelumnya, siapkan dulu sebanyak-banyaknya pertanyaan di rumah.. hehe.. ^_^ Trus jangan sungkan-sungkan tanya langsung ke pekebunnya disana.. :) Hasil sharing dari Bapak yang ngeramut (ngerawat) kurma disana, di Indonesia ini termasuk terlambat dalam menanam pohon kurma. Mungkin karena mitos diatas. Kebanyakan bibit diimport dari Iran, Thailand, Inggris, Afrika, Kalau anggur pohon dari Gresik. Tetapi, tidak ada kata terlambat untuk memulai. Yuk kita mulai dari sekarang, mulai dari diri sendiri, kemudian ajak yang lainnya. Karena sebagai amal jariyah juga.. ^_^
Pasuruan, 5 Agustus 2017