Solusi Untuk Bangkit?
@edgarhamas
1. Barangkali inilah kejatuhan yang paling lama sepanjang sejarah kita. Dan jatuhnya sedemikian dalam. Fase tergelap bagi Umat Islam sepanjang kariernya di panggung bumi. Dan, entah “naasnya” atau “untungnya”, kita ada di sini.
2. Kita yang anak muda tentu idealnya sudah sampai pada kesimpulan, bahwa mau nggak mau, kita harus berbuat dan mulai berpikir lebih dalam untuk menuntaskan kerja besar ini. Bayangkan, ada 1,3 miliar muslimin tanpa komando, besar tapi tanpa arah.
3. Idealnya, kita mulai naik kelas, dari “Why?” menjadi “How?”. Kamu perlu tahu kenapa Umat Islam ‘kok’ tidak seperti ekspektasi sejarahnya, ‘kok’ seperti timpang dengan masa lalu emasnya. Namun jangan berhenti di situ. Ada “How?” yang harus kita mulai untuk tuntaskan.
4. Kalau kata Imam Malik, “Umat ini tidak akan bangkit kecuali dengan sesuatu yang membuat bangkit generasi awalnya.” Bagi saya, perkataan singkat Ulama besar ini mewakili spirit agung yang selalu memberikan harapan ketika Umat sedang jatuh.
5. Kamu perlu tahu, bahwa Umat ini sudah jatuh berkali-kali, tapi yang membuat unik adalah; setiap jatuh pasti bisa bangkit kembali. Dan cara bangkitnya, kurang lebih sama. Itulah mengapa saya suka sejarah, karena formulanya dari situ.
6. Dari tadabbur pada Sejarah itulah, kita menyimpulkan ada 3 langkah jangka panjang yang perlu kita tuntaskan untuk membangunkan “singa” yang sedang tertidur ini; Akidah, Persatuan dan Pendidikan.
7. Ada 13 tahun fase dakwah Rasulullah ﷺ di Makkah, yang berhasil melahirkan generasi emas tiada bandingnya di muka bumi. Konten kurikulumnya adalah Al Qur'an, dan tahukah kamu, bahwa surat-surat Makkiyah banyak berbicara tentang: penguatan Akidah.
8. Di fase dakwah Makkah, ada pembinaan keyakinan utuh pada Allah, derasnya keyakinan pada Rasulullah, pada hari kiamat, dikuatkan pula dengan kisah-kisah para Nabi. Lahirlah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan kesatria lainnya.
9. Jika dimensi pemikirannya sudah Qur'ani, maka bagaimana jika manusia-manusia hebat ini dibingkai dalam wadah persaudaraan yang kokoh? Itulah saripati dari dakwah awal Rasulullah ﷺ di Madinah. Persatuan antara Muhajirin dan Anshar. Ini program kedua.
10. Kita berfokus pada persamaan asasi kita, dan bertoleransi pada hal-hal furu’ yang beraneka warna. Bendera boleh beda, ormas boleh tak sama, namun Islam menyatukan kita.
11. Persatuan ini mahal dan menggentarkan. Bersatunya pedagang Muhajirin dan Anshar bisa melibas taipan Bani Qainuqa. Persatuan Aus dan Khazraj membuat kocar-kacir suku-suku Yahudi Madinah. Persatuan membuat berbagai bakat dan potensi dapat mengisi ruang-ruang yang saling melengkapi.
12. Dan yang ketiga, adalah pendidikan berkesinambungan. Segala persatuan bisa retak jika tak diiringi ilmu, dan segala semangat berkobar-kobar bisa redup jika tidak diimbangi pemahaman. Umat Islam harus membela agamanya atas dasar ilmu, itulah yang melahirkan perjuangan bermartabat.
13. Rasulullah ﷺ mendidik sahabat-sahabatnya selama hidup beliau, dari masjid sebagai markas besar pergerakan. Kalau istilah modernnya, “kaderisasi”, ada sahabat yang disiapkan menjadi Ulama seperti Ibnu Abbas, Ibnu Masud, Ubay bin Kaab.
14. Ada yang dikader di bidang militer sejak usia dini seperti Usamah bin Zaid, Abdullah bin Amru, mengikuti senior mereka —Khalid bin Walid, Amr bin Ash— pendidikan Rasulullah ﷺ tak hanya menciptakan generasi hebat, melainkan plus juga dengan pemetaan yang canggih.
15. Akidah yang ditegak luruskan, persatuan yang kokoh dan kuat, serta pendidikan yang mengkader spirit dan muslim utuh. Ketiga formula ini ada di setiap episode kebangkitan setelah jatuh. Dan tentu, tak akan selesai hanya dengan satu angkatan manusia. Inilah proyek lintas generasi.
16. Untuk itulah, teman-teman. Sekalipun kamu adalah seorang pakar di satu bidang, tetaplah memiliki kemampuan sebagai generalis. Menurut saya, tugas kita bukanlah lagi tentang merintis, tapi menuntaskan. Kita sudah di tengah perjalanan, mari tetap jaga agar grafiknya tetap naik.
17. Tahun 2019 ini akan jadi lompatan besar kita jika kita benar-benar peduli dan mencurahkan sepenuh daya. Seorang guru besar berkata, “sebenarnya Umat kita secara global bisa segera bangkit dalam 20 tahun, namun orang-orang zalim di panggung kekuasaan melambatkannya.”
Kamu sudah tahu kan, apa yang perlu dilakukan?
Sudah. Ayo berjuang bersama!














