Matoa* di tangan kananmu. Melia** di tangan kirimu. Aku tak tahu mana yang akan kau berikan padaku. :v
*Matoa (Pometia pinnata) famili Sapindaceae.
** Melia (Gmelina arborea) famili Verbenaceae.

seen from Canada
seen from Brazil
seen from United Kingdom

seen from Canada
seen from China

seen from Spain
seen from Spain
seen from South Africa

seen from Spain

seen from Maldives

seen from Netherlands

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Canada
seen from China
seen from Japan
seen from China
seen from United Kingdom

seen from South Korea
seen from Taiwan
Matoa* di tangan kananmu. Melia** di tangan kirimu. Aku tak tahu mana yang akan kau berikan padaku. :v
*Matoa (Pometia pinnata) famili Sapindaceae.
** Melia (Gmelina arborea) famili Verbenaceae.
Masih Berjuang
Eiits, jangan tertipu dengan judulnya, yang dibahas memang cinta, bukan mengenai perasaan terhadap lawan jenis, melainkan cinta terhadap suatu minat. Sebelumnya saya akan cerita sedikit tentang bagaimana saya bisa kuliah di Jurusan Kehutanan. Kehutanan adalah jurusan yang tidak pernah saya bayangkan akan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan saya, dulu yang saya tau adalah pohon berfotosintesis menghasilkan oksigen untuk manusia bernafas, itu saja. Bahkan, walaupun di SMA masuk di kelas IPA, pelajaran biologi pun tidak begitu saya mengerti karena sebagian besar istilah yang digunakan adalah menggunakan bahasa latin dan inggris, dan sangat banyak jumlahnya. Minat terbesar saya dulu adalah kuliah di jurusan yang berkaitan dengan pemerintahan. Masuk PTN melalui jalur apapun saya gagal. Pada akhirnya saya memilih untuk masuk ke PTS, waktu itu harus 2 jurusan yang dipilih, dan entah kenapa Pemerintahan saya pilih di urutan kedua, yang pertama adalah Kehutanan, alasan utamanya adalah karena Kehutanan paling murah dan pemerintahan termasuk dalam harga yang ditengah-tengah. Pada saat itu saya sudah tidak terlalu menggebu-gebu masuk di Pemerintahan karena yang saya pikirkan adalah yang penting kuliah dulu, cinta belakangan. Singkat cerita saya diterima di Jurusan Kehutanan. Saya pikir saya akan kesulitan karena jurusan adalah jurusan yang tidak pernah saya tau, bahkan orang lain pun akan bingung "memangnya ada ya jurusan kehutanan?", baru pada saat Jokowi menjadi Presiden lah banyak orang jadi tau kalau Jurusan Kehutanan ada. Saya tidak akan bercerita tentang ospek dan diklat jurusan karena sistem dan proses di semua jurusan relatif sama. Intinya kami digembleng untuk menjadi seorang rimbawan yang kuat, setia kawan, dan kompak. Tidak semua mahasiswa yang terpaksa memilih jurusan (saya tidak akan menyebutnya salah jurusan) akan menikmati perjalanannya, bahkan ada yang melanjutkan keterpaksaannya atau bahkan pindah jurusan atau kampus. Saya, menikmati masa-masa saya menjadi rimbawan, saya terbantu dengan pengetahuan saya tentang IPA di SMA yang kemudian dikembangkan di mata kuliah saya. Cinta saya terhadap jurusan ini tumbuh sejak diklat jurusan yang kemudian hati saya bicara "ini minat saya yang sesungguhnya" yang mungkin tidak akan tumbuk dengan mudah jika saya di jurusan pemerintahan. Cinta ini saya buktikan dengan aktif di organisasi intra. Kesadaran, cinta, dan semangat untuk menjaga alam juga tumbuh seiring berjalannya waktu. Yang saya yakin semua teman sekelas saya juga begitu. Saya mulai menyuarakan pentingnya menjaga alam via blogger waktu itu, saya posting juga di viva dan kompasiana juga bahkan. ...... Sakarang saya masih berjuang untuk terus menyuarakan tentang kelestarian alam (walaupun tidak sesering waktu zaman kuliah). Tapi saya jamin semangat itu tidak pernah pudar, bahkan di bidang apapun saya bekerja. Dan saya berharap kepada teman-teman saya satu jurusan, agar terus mengaplikasikan ilmu kehutanan yang di dapat. Menjaga lingkungan adalah tugas semua umat manusia, namun terkadang manusia juga lupa, tidak tau, dan bahkan tidak tau diri. Tugas kita Rimbawan adalah mengingatkan dan mengajak semua manusia untuk cinta terhadap alam. Terima Kasih
Ingin memeluk mu, ingin bermain dengan mu, ingin bercerita dengan mu, ingin mengelilingi hutan dengan mu, ingin melakukan semua hal dengan mu, ingin menghabiskan waktu dengan mu 😍😍😘😘😘 Elephas maximus sumatranus . . . . . . #elephant #saveelephants #kehutanan #idrimbawan (di Pusat Latihan Gajah Minas Riau)
Menteri Kehutanan Dorong Produk Kehutanan Berkelanjutan Berkembang Pesat di Pasar Amerika Serikat
Washington DC, lampungkita.id – Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C. dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) menggelar webinar internasional bertajuk Navigating U.S. Market Access for Indonesian Forest Products: Trade, Legality, and Sustainability pada Kamis (14/5/2026) guna memperkuat akses pasar produk kehutanan…
Gakkum Kemenhut Rampungkan Berkas Kasus Perburuan Rusa di TN Komodo, Tersangka Siap Sidang
Manggarai Barat, lampungkita.id – Balai Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum) Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabalnusra) mengumumkan bahwa berkas perkara kasus perburuan liar bersenjata di Taman Nasional Komodo telah dinyatakan lengkap atau P-21. Tiga tersangka berinisial AB, AD, dan YA kini bersiap menghadapi persidangan setelah berkas mereka diterima oleh Kejaksaan Negeri Manggarai Barat…
Pemanfaatan Kayu Jati Pasca Perubahan Kawasan Hutan Menjadi APL
Berikut penjelasan legal dan teknis mengenai status tanaman kayu jati di areal yang awalnya kawasan hutan negara, tetapi kemudian sudah tidak menjadi kawasan hutan negara lagi (berubah menjadi APL – Areal Penggunaan Lain), serta bagaimana pemanfaatannya secara sah dan memberi kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). ✅ 1. Status Hukum Tanaman Kayu Jati di APL Areal…
Alur Pengurusan Izin Kepemilikan Gergaji Mesin (Chainsaw)
Gergaji mesin atau chainsaw adalah alat berat dengan kemampuan memotong yang tinggi dan umumnya digunakan untuk penebangan kayu, pemangkasan pohon, dan pekerjaan kehutanan atau pertanian. Di banyak negara, termasuk di beberapa yurisdiksi di Indonesia, alat ini diatur secara hukum karena potensi penyalahgunaan yang dapat berdampak pada lingkungan, keselamatan kerja, dan tata guna lahan. Kontrol…
Kemenhut dan HKTI Perkuat Perhutanan Sosial untuk Dukung Swasembada Pangan dan Kesejahteraan Petani Hutan
Jakarta, lampungkita.id – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat sinergi dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam pengembangan Perhutanan Sosial sebagai salah satu instrumen strategis mendukung swasembada pangan nasional, serta peningkatan kesejahteraan petani hutan. Penguatan kerja sama ini dibahas dalam Rapat Pendetailan Program Kerja HKTI Bidang Kehutanan Tahun 2025–2030…