Aku percaya banget sama yang namanya mimpi. Mimpi bisa menjadi suatu motivasi untuk terus belajar, mencoba hal baru, menambah pengalaman baru dan hal-hal besar lainnya. Di samping itu, bagiku mimpi bisa menjadi jembatan antara kita seorang manusia dengan Allah, untuk terus berharap dan selalu berusaha.
Salah satu mimpi besarku adalah bisa sekolah setinggi mungkin. Untuk bisa ahli dalam suatu spesifikasi bidang, sehingga kebermanfaatan yang dibagikan berbasis bukti dan tidak menyesatkan. Maka, pendidikan adalah satu poin penting yang menjadi fokus perhatianku. Entah karena latar belakang keluarga ataupun berbagai peristiwa sewaktu masih kecil, aku rasa pendidikan lah yang bisa mengubah semuanya. Mengubah tingkat kesejahteraan seseorang, mengubah banyak manusia untuk lebih baik lagi, atau bahkan mengubah dunia.
Maka, sebetulnya jika ada kebebasan finansial, aku ingin sekali bisa menjadi mentor bagi anak-anak yang kesulitan ekonomi, agar mereka bisa terus bermimpi walau tengah diterjang oleh keterbatasan. Aku ingin sekali bisa membuat perpustakaan yang berisi ratusan bahkan ribuan buku, untuk bisa dibaca setiap harinya bagi mereka yang haus akan ilmu. Doakan ya teman-teman.
Terakhir, semalam aku sedang merenung. Bagaimana bisa seseorang punya mimpi yang begitu besar, namun seseorang lainnya bisa biasa-biasa saja. Khawatir ia tak memiliki mimpi.
Adalah referensi yang bisa jadi jawabannya.
Terlepas darimana referensi itu ia dapatkan. Bisa berasal dari lingkungan keluarga (ini bisa jadi dua sisi yang berbeda, dimana menurutku orang yang berasal dari istilahnya keluarga yang kurang mampu bisa menjadikan keterbatasannya sebagai alasan atau malah pacuan. Sebaliknya orang yang berasal dari keluarga yang mampu, bahkan keluarga dengan kondisi mapan-kaya-berlebih, bisa menjadikan status tersebut sebagai suatu privilege yang diabaikan atau menjadi motivasi untuk bisa lebih), teman, guru, sekolah, input berupa bacaan dan tontonan, bahkan hal yang lebih dalam seperti agama, semua bisa menjadi referensi dalam kehidupan seseorang.
Maka ketika referensi yang masuk itu telah menginspirasi (dalam konotasi positif), maka inspirasi tersebut akan membangkitkan jiwa setiap manusia untuk bermimpi.
Seberapa kecil atau besar mimpimu, itu ditentukan oleh referensi yang masuk. Tiap tahun, bulan, hari, bahkan tiap detiknya.
Jadi, pastikan bahwa kita tak sedang keliru untuk memilih referensi tersebut.