SIG memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki oleh pemetaan secara konvensional. Efisiensi dan efektivitas dalam menyelesaikan dan memecahkan persoalan yang terkait dengan lokasi atau ruang menjadi pilihan yang tepat menggunakan SIG.
Terjadinya erosi, banjir, kekeringan, longsor dan permasalahan lingkungan lainnya terjadi karena adanya kesalahan dalam pengelolaan lingkungan pada suatu wilayah. Karena itu, perlu dilakukan perencanaan dan pengelolaan yang baik . Pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi berbasis spasial/lokasi yaitu Sistem Informasi Geografis (SIG).
SIG menyimpan informasi tentang bumi sebagai sebuah koleksi layer-layer peta tematik yang mana kesemuanya dapat dihubungkan secara bersamaan. Dengan cara demikian, data lebih fleksibel, sehingga dapat digabungkan sesuai kebutuhan. Dalam pemetaan kondisi lingkungan (misalnya vege tasi), biasanya digabung dengan penginderaan jauh (foto udara maupun citra satelit).
Berikut contoh pemanfaatan SIG yang terkait dengan lingkungan diantaranya:
Pemetaan erosi
Penentuan arahan pemanfaatan lahan
Monitoring perubahan lingkungan
Studi Perubahan Global Lingkungan (Efek Rumah Kaca, Kebakaran Hutan, Polusi Tumpahan Minyak di Laut, Kenaikan muka laut)
Pemetaan Daerah Bahaya Bencana Alam (Gunung Api, Banjir, Longsor, Gempa)
Mitigasi Bencana Alam (Zoning Evakuasi, Penanganan Korban Bencana)
Zoning Wilayah Potensial Sumber Daya Alam & Lingkungan Hidup.
Zoning Kawasan Budidaya (Industri, Pariwisata, Pertanian)